Clear Kenalkan Anti Dandruff Scalp Tonic, Inovasi Produk untuk Atasi Ketombe
·waktu baca 4 menit

Brand perawatan rambut ternama, Clear, memperkenalkan inovasi terbarunya dalam mengatasi dan mencegah ketombe: Clear Anti Dandruff Scalp Tonic. Produk tersebut diperkenalkan dalam Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI) ke-XX di Nusa Dua, Bali, pada 10–12 Juli 2025.
Dalam pertemuan ini, Clear bersama Unilever Indonesia menghadirkan simposium ilmiah yang mengangkat tema Unveiling the Scalp & Skin Microbiome: Skin Health and Recent Technological Updates.
Simposium itu menghadirkan sederet pakar di bidang dermatologi serta pimpinan R&D Unilever Indonesia untuk membahas beragam pengetahuan terkini tentang pentingnya memperkuat fungsi scalp barrier untuk kulit kepala yang lebih sehat, Ladies.
Dalam paparannya, salah satu tim pakar, Prof. Dr. dr. Sandra Widaty Sp.D.V.E, Subsp.D.T, FINSDV, FAADV menjelaskan bahwa kunci mengatasi dan mencegah ketombe adalah dengan memperkuat lapisan pelindung scalp barrier. Bagian ini berfungsi sebagai perisai alami dari gangguan eksternal seperti polusi, sinar UV, dan kelembapan yang tinggi.
Lebih lanjut, dr. Sandra menekankan bahwa perawatan ketombe tidak cukup hanya mengandalkan sampo, terutama jika ketombe disertai rasa gatal dan kulit kepala yang berminyak. Dibutuhkan penggunaan produk perawatan lengkap yang mampu menguatkan scalp barrier.
“Tidak hanya sampo tapi juga leave-on treatment seperti scalp tonic yang diformulasi khusus untuk menangani ketombe dan memperkuat scalp barrier. Salah satunya yang mengandung Piroctone Olamine dan Niacinamide, dapat menjadi pilihan yang membantu mengelola ketombe lebih efektif dan menjaga kesehatan kulit kepala dalam jangka panjang,” ujarnya.
Memahami kebutuhan ini, tim R&D Clear mengembangkan berbagai studi ilmiah untuk menghadirkan solusi perawatan kulit kepala yang lebih holistik. Setelah melalui riset selama lebih dari lima tahun, Clear pun resmi meluncurkan Clear Anti Dandruff Scalp Tonic.
Produk ini hadir dengan teknologi mutakhir Clear ScalpPro Tech™, yang dirancang khusus untuk memperkuat fungsi scalp barrier dengan perlindungan hingga empat kali lipat. Kandungan Piroctone Olamine sebagai bahan anti-ketombe, serta kombinasi 3,5 persen Niacinamide dan Hyaluron Complex bekerja menjaga kelembapan secara optimal dan efektif dalam mengatasi ketombe.
Head of R&D Beauty & Wellbeing Unilever Indonesia, Matthew Seal, mengatakan, inovasi produk scalp tonic saat ini masih tergolong langka di pasaran. Ia pun meyakini kehadiran Clear Anti Dandruff Scalp Tonic menjadi salah satu terobosan yang dinantikan masyarakat.
“Produk scalp tonic yang dikhususkan untuk mengatasi ketombe masih jarang ditemui di pasaran, sehingga inovasi ini menjadi sebuah breakthrough solution yang sangat dinantikan masyarakat,” ujarnya.
Ia melanjutkan, dengan pemakaian yang praktis tanpa bilas, pengguna Clear Scalp Tonic akan merasakan manfaat secara instan. Produk ini bekerja mengontrol rasa gatal akibat ketombe, menghilangkan bau apek, serta memberikan sensasi dingin dengan aroma yang menyegarkan.
“Dengan penggunaan teratur, inovasi ini dapat secara signifikan mengurangi ketombe yang tampak dengan cara menenangkan kulit kepala dan melindunginya dari agresor lingkungan sehingga kita dapat bebas dari ketombe seharian,” ujarnya.
Karena itulah, keikutsertaan Clear dalam PIT PERDOSKI ke-XX menjadi bagian komitmen brand ini untuk mengedepankan kekuatan sains dan teknologi dalam setiap inovasinya, khususnya dalam menghadirkan solusi perawatan kulit kepala yang efektif.
Sebelumnya Clear telah melakukan kerja sama dengan PERDOSKI Cabang Jakarta melalui “Clear X Scalp Derma Expert” berupa rangkaian program yang 100 persen berkomitmen membantu masyarakat Indonesia mengatasi ketombe dengan scalp barrier yang kuat.
Ke depan, Clear akan terus berkolaborasi dengan mitra-mitra terpercaya seperti PERDOSKI untuk mengembangkan penelitian, memperkaya pengetahuan para dermatologist, serta menyebarluaskan edukasi tentang kesehatan kulit maupun kulit kepala kepada masyarakat yang lebih luas.
Hal ini juga sejalan dengan pernyataan Ketua Panitia 1st Pan Asia Conference of Dermatology dan PIT PERDOSKI ke-XX , Dr. dr. Ketut Kwartantaya Winaya, Sp.D.V.E., Subsp.O.B.K., FINSDV, FAADV. Ia menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan pelaku industri seperti Unilever Indonesia, sangat diperlukan untuk mempercepat inovasi dan memperluas jangkauan edukasi.
“Harapannya, kolaborasi ini dapat meningkatkan pengetahuan para dokter sekaligus memberikan akses yang lebih merata bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi maupun produk yang berkualitas,” ujarnya.
