Curhat Heidi Klum yang Tak Bisa Jalani Pengecekan Corona

14 Maret 2020 18:02 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Heidi Klum. Foto: AFP/Angela Weiss
zoom-in-whitePerbesar
Heidi Klum. Foto: AFP/Angela Weiss
ADVERTISEMENT
Belakangan ini, model asal AS, Heidi Klum, sedang absen dari layar kaca. Sejak diketahui sakit pada Selasa (11/3), ia belum kembali tampil dalam acara America's Got Talent, meski sebenarnya merupakan juri tetap dalam ajang pencarian bakat itu.
ADVERTISEMENT
Pada Jumat (13/3), Heidi akhirnya berterus terang soal kondisinya. Melalui postingan Instagram Story, perempuan berusia 46 tahun ini mengatakan bahwa dia sedang beristirahat di rumah, karena merasa tidak enak badan. Ia juga sedang berusaha tidak menularkan penyakitnya kepada orang lain.
"Ini semua berawal dari rasa meriang, demam, batuk, dan hidung ingusan," ujar Heidi menjelaskan mengenai gejala yang dialaminya, seperti dikutip People.
Heidi Klum. Foto: AFP/LISA O'CONNOR
Sang supermodel melanjutkan, dia berharap agar apa yang dirasakannya hanyalah flu biasa. Sebenarnya, untuk berjaga-jaga, dia sudah berusaha untuk menjalani pengecekan virus Corona di instansi kesehatan terdekat. Tapi, ia tidak bisa melakukannya.
Meski Heidi tidak memperinci alasannya, saat ini, tes untuk Corona memang terbatas di AS. Sebab, jumlah kit atau peralatan tes yang tak memadai di negara tersebut.
ADVERTISEMENT
"Saya akan sangat senang bila bisa melakukan tes Corona, tapi di sini tidak ada tes yang tersedia. Saya sudah mencoba dengan dua dokter yang berbeda, tapi saya tidak bisa mendapatkan tes tersebut," ungkapnya.
Menutup videonya, Heidi mendoakan agar followers-nya mendapatkan keselamatan di manapun mereka berada. Tak lupa, dia menganjurkan agar orang-orang yang sedang tidak enak badan bisa tinggal di rumah untuk sementara waktu.
Saat ini, Corona memang tengah menjadi penyakit pandemi yang melanda berbagai belahan dunia. Menurut New York Times, per Sabtu pagi, di Amerika terdapat lebih dari 2.000 kasus positif Corona, dengan catatan 41 kasus kematian. Sementara itu, di belahan dunia lainnya, termasuk Indonesia, angka kasus ini masih terus meningkat dan menjadi perhatian pemerintah setempat.
ADVERTISEMENT