Digelar Pertama Kali dalam 70 Tahun, Ini 4 Fakta Miss Universe Arab
·waktu baca 3 menit

Miss Universe membuat gebrakan baru di ranah kontes kecantikan dunia. Untuk pertama kalinya, kontes kecantikan internasional ini akan menyelenggarakan Miss Universe Uni Emirat Arab (UAE) setelah 70 tahun diselenggarakan oleh berbagai negara di dunia.
Kabar ini diumumkan oleh pihak penyelenggara Miss Universe pada awal Oktober lalu. Untuk acara Miss Universe UAE pertama ini mereka memilih Dubai sebagai tuan rumah. Miss Universe UAE akan diselenggarakan di La Perle di Al Habtoor City, Dubai.
Berbeda dengan ajang kecantikan lainnya, Miss Universe UAE ini akan menghilangkan salah satu kontes ikonis, yaitu kontes baju renang atau bikini. Selain itu, pihak komite juga mengumumkan para kontestan dengan cara yang tak biasa.
Jika biasanya para peserta tampil dalam balutan gaun glamor dan terbuka, kontestan Miss Universe UAE dipotret mengenakan busana tertutup dan mengenakan hijab.
Nah, buat kamu yang penasaran dengan informasi lengkap seputar Miss Universe UAE, kumparanWOMAN telah merangkumnya. Dilansir berbagai sumber, simak selengkapnya berikut ini.
1. Miss Universe pertama yang diselenggarakan oleh Arab Saudi
Pihak penyelenggara Miss Universe pada awal Oktober lalu mengumumkan bahwa ajang kontes kecantikan ini akan menjadi ajang kompetisi bagi perempuan Arab Saudi. Ini merupakan yang pertama kalinya dalam 70 tahun sejarah Miss Universe.
Rencananya, Miss Universe Uni Emirat Arab (UAE) ini akan digelar di La Perle di Al Habtoor City, Dubai. Dalam acara konferensi pers yang sama, panitia komite Miss Universe juga mengatakan kalau peserta harus perempuan asli Arab Saudi berusia antara 18-28 tahun.
Saat ini, pendaftaran peserta Miss Universe UAE sudah dibuka sejak 7 Oktober lalu. Pemenang Miss Universe Arab Saudi ini nantinya akan mewakili negaranya di ajang utama Miss Universe pada Desember mendatang.
2. Digelar tanpa sesi bikini atau baju renang
Pagelaran Miss Universe UAE ini akan sangat berbeda dari negara lainnya. Sebagai negara yang mayoritas penduduknya adalah Muslim, ajang ini tidak akan menyelenggarakan kontes bikini atau baju renang.
Menurut laporan Arabnews, keputusan ini diambil untuk menghormati budaya dan tradisi Arab Saudi. "Untuk menghormati budaya dan tradisi Arab Saudi, kontes bikini tidak akan diselenggarakan," tulis pihak penyelenggara dalam siaran pers resmi mereka.
Para peserta nantinya akan mengenakan busana couture berupa activewear dan gaun malam seperti kontes Miss Universe lainnya.
3. Menjadi kontes kecantikan yang mendobrak stereotip
Josh Yugen, penerbit dan pemimpin redaksi majalah Xpedition ditunjuk sebagai Presiden dan National Director Miss Universe UAE. Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, Josh mengatakan bahwa ia senang bisa menghadirkan hal baru dan perubahan positif di Arab Saudi.
Ia juga mengatakan pada Gulf News bahwa Miss Universe UAE ini punya slogan 'Breaking Stereotypes'. Mereka akan mengedepankan keberagaman dan tak mempermasalahkan asal negara para peserta. Hal utamanya adalah mereka merupakan penduduk tetap di sana.
"Kontes ini akan menghadirkan perempuan yang beragam. Bagi kami, semua orang yang tinggal di Arab adalah representasi identitas kami dan Miss Universe UAE ini terbuka untuk semua penduduk dan secara nasional," ungkap salah satu komite Miss Universe UAE Sharihan Al-Mashary, seperti dikutip dari Arabnews.
4. 15 finalis yang telah terpilih tampil pakai hijab
Beberapa waktu lalu, Miss Universe UAE juga telah mengumumkan 15 dari 30 perempuan yang terpilih menjadi kontestan. Melalui akun Instagram resmi, @missuniverseuae, mereka memasang foto para kontestan dengan gaya yang unik dan berbeda.
Masing-masing kontestan dipotret mengenakan busana putih dengan detail payet dan manik-manik perak. Menariknya lagi, mereka mengenakan hijab dengan model yang glamor dan tak biasa. Hijab mereka ini terbuat dari bahan perak dengan detail embellishment nan elegan.
