Dikritik Eksploitasi Jabatan, Putri Norwegia Lepas Gelar Kerajaannya

Menjadi anggota dari keluarga kerajaan bisa menjadi suatu hal yang menguntungkan, tetapi di satu sisi juga bisa menjadi boomerang bagi siapa saja yang menyandangnya. Dua hal tersebut sepertinya dialami betul oleh Putri Martha Louise dari Keluarga Kerajaan Norwegia, anak pertama sekaligus anak perempuan satu-satunya dari Raja Herald V dan Ratu Sonja.
Putri Martha memutuskan untuk melepas gelarnya sebagai putri setelah mendapat banyak kritikan. Kritikan-kritikan tersebut berdatangan ketika Putri Martha dan kekasihnya, Shaman Durek (seorang tabib dan guru spiritual asal Amerika), tengah melakukan speaking tour bertajuk 'The Princess and the Shaman'. Putri Martha dianggap telah mengeksploitasi jabatannya sebagai putri untuk kepentingan komersial pribadi.
Oleh karena itu, untuk kedepannya, ia hanya akan menggunakan nama Martha Louise untuk keperluan komersial. Kabar tersebut ia umumkan lewat akun Instagram miliknya @princessmarthalouise pada Rabu (7/8).
“Diskusi soal hal ini menjadi hal yang sangat serius bagi saya, dan bersama dengan keluarga kami berpikir akan lebih baik jika kami membuat perubahan. Kami sampai pada keputusan bahwa saya hanya akan menggunakan title putri saat saya sedang merepresentasikan keluarga kerajaan, melakukan kegiatan resmi di rumah maupun di luar negeri, dan dalam konteks pribadi," begitu tulis Putri Martha dalam caption.
Tak hanya itu, sebagai bentuk komitmennya dalam membedakan kepentingan pribadi dan kerajaan Norwegia, Putri Martha juga membuat akun Instagram baru yang tidak menggunakan gelar putri, yaitu @martha.louise.intuitive.
"Saya merasa ini bisa menjadi solusi yang baik untuk mengatasi perbedaan antara kegiatan bisnis dan peran saya sebagai perwakilan dari Royal House. Dengan begini, saya juga telah menciptakan ruang kebebasan yang lebih besar untuk kegiatan bisnis saya," tutup Putri Martha.
Sepertinya gelar putri atau pangeran memang bisa membuat anggota keluarga kerajaan kurang bebas dalam melakukan berbagai hal. Zara Tindall, anak perempuan Putri Anne dari Inggris, mengaku ia sangat beruntung orang tuanya memutuskan untuk tidak menggunakan title kerajaan kepada dirinya.
"Saya sangat beruntung bahwa kedua orang tua saya memutuskan untuk tidak memakai title tersebut, dan memberikan kesempatan bagi kita untuk tumbuh dan bisa melakukan banyak hal," ungkap Zara seperti dikutip dari People.
Alasan ini juga sepertinya yang mendasari keputusan Pangeran Harry dan Meghan Markle untuk tidak memberikan gelar pangeran kepada Archie. Belakangan ini diiketahui bahwa ternyata Duke and Duchess of Sussex menginginkan agar anaknya memiliki kehidupan yang normal.
