Kumparan Logo

Dolly Parton, Musisi Country & Ikon Perempuan Kuat, Meninggal di Usia 80 Tahun

kumparanWOMANverified-green

·waktu baca 5 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Dolly Parton. Foto: AFP/ROBYN BECK
zoom-in-whitePerbesar
Dolly Parton. Foto: AFP/ROBYN BECK

Musisi Country dan aktris asal Amerika Serikat, Dolly Parton, meninggal dunia pada Selasa (25/8). Terkenal berkat lagu-lagu hits dan tampilan yang eksentrik, Dolly merupakan ikon perempuan kuat dan entertainer legendaris yang masih disanjung sampai sekarang. Kepergiannya di usia 80 tahun pun meninggalkan duka mendalam.

Kabar duka ini diumumkan lewat keterangan resmi. Dilansir People, dalam keterangan tersebut, dijelaskan bahwa Dolly berpulang usai perjuangan singkat melawan kanker. Tidak dijelaskan jenis kanker apa yang dialami oleh perempuan asal Tennessee tersebut.

“Setelah perjuangan singkat melawan kanker, Dolly meninggalkan dunia ini hari ini di Vanderbilt-Ingram Cancer Center, dikelilingi oleh orang-orang tersayangnya,” ungkap keterangan resmi tersebut pada Selasa (25/8).

Dolly Parton. Foto: AFP/VALERIE MACON

Para penggemar Dolly hingga rekan-rekan musisi pun turut mengungkapkan belasungkawa. Dikutip dari The Hollywood Reporter, Taylor Swift mengenang Dolly sebagai “hadiah” yang tak henti memberikan kebahagiaan dalam hidup.

“Dunia tanpa Dolly terasa tidak memungkinkan, tidak nyata, dan tidak benar. Namun, berkat hati murni yang dia curahkan selama hidupnya di Bumi dan hidup orang-orang yang dia ubah menjadi lebih baik, warisan Dolly akan kekal,” ucap Taylor.

Datang dari Kesederhanaan

Dolly Parton di usia muda. Foto: Callie Shell/USA Today Network via REUTERS

Dolly Parton, bernama lengkap Dolly Rebecca Parton, adalah anak keempat dari 12 bersaudara. Dia lahir pada 19 Januari 1946 di Tennessee, Amerika Serikat. Ia tumbuh besar di keluarga yang serba kekurangan. Saat sang ibu melahirkan Dolly, mereka hanya bisa membayar dokter menggunakan tepung jagung. Keluarga besar ini pun hanya tinggal di sebuah kabin satu kamar.

Ibu Dolly berprofesi sebagai penyanyi dan ayahnya petani. Sejak kecil, Dolly diajarkan menyanyi oleh sang ibu dan bermain gitar oleh pamannya, Bill Owens. Dolly kecil sudah terbiasa menyanyi di gereja, siaran radio lokal, serta stasiun televisi lokal.

Musik sudah menjadi bagian besar dalam hidup Dolly sejak belia. Meskipun tidak bisa membaca partitur, Dolly bisa memainkan berbagai instrumen, seperti gitar, piano, banjo, harpa, hingga saksofon.

Dolly Parton di usia muda. Foto: Ron Hill/USA Today Network via REUTERS

Saat remaja, Dolly memilih untuk pindah ke Kota Nashville untuk menyeriusi kariernya. Dilansir Time, ia sempat hidup sangat susah setelah pindah ke Nashville. Bahkan, untuk bertahan hidup, dia terpaksa makan sup yang terbuat dari kecap dan mustard selama beberapa minggu. Beruntung, mimpi buruk tersebut segera berakhir. Sebab, di usia 19 tahun, dia berhasil menandatangani kontrak rekaman.

Di usia yang sama, Dolly bertemu dengan pujaan hatinya. Pria itu bernama Carl Dean, yang akhirnya menjadi suaminya hingga ajal menjemput pada 2025.

Namanya Meroket

Dolly Parton Foto: REUTERS/Mario Anzuoni

Nama Dolly perlahan mulai dikenal ketika dia bergabung sebagai duo bersama Porter Wagoner. Dinamika love-hate relationship antara Dolly dan Porter bekerja dengan baik. Tak hanya nama mereka yang kian meroket, lagu-lagu ciptaan mereka pun menjadi hit.

Dikutip dari Time, selama kolaborasi profesional mereka, Dolly menulis lagu-lagu beken seperti I Will Always Love You, Jolene, The Coat of Many Colors, hingga Joshua. Lagu I Will Always Love You ditulis Dolly sebagai lagu perpisahan ketika Dolly memutuskan untuk mengakhiri kolaborasinya dengan Porter. Namun, lagu ini mencapai titik popularitas tertinggi saat Whitney Houston menyanyikannya di 1992.

“Ketika saya mendengar Whitney menyanyikannya dari bagian a cappella ke bagian yang diiringi musik, saya kira saya kena serangan jantung. Saya rasanya sangat kewalahan,” ucap Dolly, menceritakan kesan pertama mendengarkan I Will Always Love You versi Whitney.

Bercerita lewat Lagu

Dolly Parton Foto: REUTERS/Cathal McNaughton

Dolly Parton menjadikan musik sebagai buku diari. Lagu-lagu yang dia tulis merupakan wujud storytelling dari cerita-cerita hidup yang relevan. Lagu The Coat of Many Colors disebut sebagai lagu “autobiografi” yang menceritakan hidup susah Dolly di waktu muda.

Lagu-lagu Dolly juga merupakan suara hati perempuan. Jolene, misalnya, merupakan lagu yang berisi permohonan seorang perempuan kepada perempuan lainnya agar tidak merebut suaminya. Just Because I’m a Woman mengungkapkan keresahan perempuan yang diremehkan; The Bridge, sebuah lagu yang bercerita soal bunuh diri; Down From Dover, mengisahkan kelahiran mati bayi (stillborn birth).

Nama Dolly semakin mentereng saat dia membintangi film bertajuk 9 to 5, di mana dia turut menciptakan soundtrack dengan judul yang sama. Beradu peran dengan Jane Fonda dan Lily Tomlin, film ini menceritakan diskriminasi yang dihadapi perempuan di tempat kerja serta perjuangan mereka melawan ketimpangan tersebut.

Bertabur Penghargaan

Dolly Parton Foto: REUTERS/Mario Anzuoni

Karier enam dekade Dolly Parton tentunya bertabur penghargaan. Ia telah meraih 11 Grammy Awards dan 54 nominasi dari beragam kategori bergengsi; 10 piala Country Music Association Awards, termasuk kategori Entertainer of the Year; 5 piala Academy of Country Music Awards; 4 piala American Music Awards; dan masih banyak lagi.

Tak hanya itu, nama Dolly juga sudah diabadikan di tiga Hall of Fame bergengsi, yaitu Country Music Hall of Fame, Rock and Roll Hall of Fame, dan Hollywood Walk of Fame. Lagu-lagu Dolly juga sudah merajai berbagai tangga musik bergengsi, seperti Billboard Hot 100.

Sepanjang karier, Dolly sudah menulis lebih dari 3 ribu lagu dan merilis 49 album. Total albumnya yang terjual capai 100 juta kopi.

Warisan Filantropi Dolly

Dolly Parton Foto: REUTERS/File Photo

Semasa hidup, Dolly juga aktif dalam bidang filantropis. Dikutip dari Time, berkaca pada kurangnya pendidikan yang diterima sang ayah, Dolly memberikan beasiswa senilai USD 15 ribu (Rp 272 juta) untuk anak-anak SMA.

Ia juga mendonasikan ribuan buku untuk anak-anak lewat program Imagination Library. Selain itu, Dolly turut menyumbangkan seluruh keuntungan yang ia terima dari lagu I Will Always Love You untuk komunitas kulit hitam. Di masa COVID-19, Dolly mendonasikan USD 1 juta (Rp 17 miliar) untuk pengembangan vaksin Moderna pada 2020.