Kumparan Logo

drh. Citantyaning Kirana Patahkan Stereotipe soal Perempuan Jadi Dokter Ikan

kumparanWOMANverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Dokter ikan drh. Citan saat ditemui kumparan di kantornya di kawasan Bekasi pada Jumat (22/5/2026). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Dokter ikan drh. Citan saat ditemui kumparan di kantornya di kawasan Bekasi pada Jumat (22/5/2026). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Beberapa waktu belakangan, dunia maya diramaikan dengan profesi unik yang jarang diketahui banyak orang, yakni dokter ikan. Sosok yang berhasil menyorot profesi tersebut adalah drh. Citantyaning Kirana, seorang dokter hewan yang berfokus pada medis ikan hias.

Di media sosial, ia membangun platform bernama Dokter Ikan Indonesia yang membahas edukasi terkait kesehatan ikan hias. Setiap foto dan video yang drh. Citan unggah menunjukkan bahwa ikan hias sejatinya juga hewan peliharaan yang bisa merasa tidak nyaman saat sakit.

Citan mengatakan, minatnya mendalami medis ikan hias atau aquatic veteriner lahir dari hobi memelihara ikan hias seperti ayahnya. Meski sempat muncul keraguan karena khawatir studinya masih terbatas, Citan berhasil melawan rasa cemas tersebut.

Dokter ikan drh. Citan saat ditemui kumparan di kantornya di kawasan Bekasi pada Jumat (22/5/2026). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

“Yang bikin aku mendalami aquatic veteriner itu awalnya dari hobi. Jadi karena ngeliat Papa hobi (pelihara ikan), aku ikut hobi juga. Nah, setelah hobi itulah aku mulai mendalami aquatik veteriner atau medis ikan hias lebih tepatnya, dan melihat peluang juga,” jelas Citan dalam wawancara eksklusif bersama kumparanWOMAN.

Citan pun berhasil mengembangkan platform Dokter Ikan Indonesia di media sosial Instagram hingga diikuti oleh lebih dari 362 ribu pengguna. Edukasi terkait ikan hias ini pun semakin meluas, sehingga tidak terbatas pada penghobi ikan hias dalam komunitas tertentu.

Sayangnya, sepanjang perjalanan kariernya, Citan pernah menemui sejumlah tantangan. Salah satunya adalah stereotipe terkait gender. Ia menjelaskan, ada beberapa orang yang menganggap perempuan tidak bisa menjadi dokter ikan karena secara fisik tidak mampu.

“Dokter ikan di Indonesia awalnya itu semuanya laki-laki, yang perempuan tadinya belum ada. Aku sempat belajar ke beberapa dokter ikan yang sudah lebih dulu berkarier daripada aku, tapi salah satu dari mereka itu langsung punya pendapat bahwa perempuan itu bakal susah banget jadi dokter ikan karena main fisik. Kita harus nyerok ikan, mengangkat ikan, dan itu berat,” jelas Citan.

Suasana pengobatan ikan di dokter ikan drh. Citan di kawasan Bekasi pada Jumat (22/5/2026). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Namun, stereotipe tersebut justru tidak membuat Citan berhenti bergerak. Dia semakin termotivasi karena ia sadar, profesi ini masih sangat mungkin dilakukan oleh perempuan.

“Aku langsung punya tekad yang kuat untuk membuktikan bahwa perempuan juga bisa punya profesi yang sama, yaitu dokter ikan di Indonesia,” imbuhnya.

Dalam skala yang lebih personal, Citan juga pernah dipandang sebelah mata terkait profesinya ini. Dia mengaku, orang di sekitarnya pernah meremehkan dan mempertanyakan pilihan Citan untuk menjadi dokter yang mengobati ikan.

“Aku pernah diremehkan sama beberapa orang selama aku hidup menjalani profesi ini, menjalani profesi dokter hewan yang dibilang profesinya kurang lebih di Indonesia ini gak terlalu keren. ‘Lo ngapain jadi dokter ikan, pasiennya siapa?’” ujarnya.

Dokter ikan drh. Citan saat ditemui kumparan di kantornya di kawasan Bekasi pada Jumat (22/5/2026). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Memilih untuk mengabaikan komentar negatif, Citan pun membuktikan bahwa ia bisa sukses. Setelah membuktikan bahwa dia mampu, tidak ada lagi yang mempertanyakan kemampuan maupun pilihan Citan.

Kini, dia mengatakan tidak pernah kehabisan pasien dan hampir selalu melakukan visit (kunjungan) ke rumah-rumah pasiennya. Menurut Citan, pemahaman atau awareness masyarakat terkait profesi dokter ikan dan kesehatan ikan hias juga semakin tinggi.

“Jadi, cara aku untuk menangani hal itu benar-benar abaikan. Jadi aku memang punya goodwill, aku benar-benar percaya bahwa ini akan berhasil, ini akan menjadi sesuatu hal yang besar kalau misalnya aku fokus di situ. Jadi, aku benar-benar punya keyakinan yang luar biasa terhadap Dokter Ikan Indonesia,” pungkas Citan.