kumparan
8 Oktober 2019 18:11

ERHA Perkenalkan Teknologi Microneedle untuk Hilangkan Bekas Jerawat

ERHA Microneedle Therapy
ERHA memperkenalkan terapi Microneedle bersama influencer Rachel Goddard. Foto: dok. ERHA
Jerawat masih terus menjadi masalah kulit yang mengganggu banyak orang. Adanya jerawat pada wajah sering dianggap mengganggu penampilan, bahkan mengurangi rasa percaya diri sebagian orang.
ADVERTISEMENT
Repotnya, masalah ini terus menghantui, bahkan setelah jerawat itu hilang dari wajah. Sebab, sebagian jerawat menimbulkan bekas luka, membuat kulit wajah tampak tidak rata.
ERHA Microneedle Therapy
ERHA memperkenalkan terapi Microneedle untuk menghilangkan bekas jerawat. Foto: dok. ERHA
Bila Anda termasuk orang yang merasa terganggu karena masalah ini, mungkin Anda bisa mencoba teknologi perawatan kulit terbaru dari klinik kecantikan lokal, ERHA. Sejak sebulan terakhir, ERHA memperkenalkan dua jenis teknologi terbaru untuk membantu menghilangkan bekas jerawat, yaitu Auto Microneedle dan Microneedle RF.
Pada dasarnya, kedua teknologi ini memanfaatkan penggunaan jarum-jarum halus (auto microneedle therapy system) untuk memperbaiki kondisi wajah. Auto Microneedle adalah teknologi yang menggabungkan penggunaan jarum-jarum halus dengan elektroporasi (menghantarkan listrik), untuk memasukkan serum ke lapisan bawah epidermis kulit.
Metode yang 'melukai' kulit dengan sengaja ini digunakan untuk merangsang produksi elastin dan kolagen, sehingga terbentuk kulit baru yang lebih halus. Meski tidak bisa membuat kulit kembali 100 persen sempurna, teknologi ini dapat membantu permukaan kulit yang cekung akibat jerawat untuk menjadi lebih rata.
Dr Shinta Damayanti, ERHA Derma Center Pondok Indah
Dr. Shinta Damayanti, SpKK seusai acara media gathering di ERHA Derma Center Pondok Indah, Jakarta, Selasa (8/10). Foto: Masajeng Rahmiasri/kumparan.
"Intinya (microneedle) adalah jarum yang digosokkan ke daerah sekitar wajah. Kedalaman, kecepatan perputaran jarum, juga intensitas energi listrik yang dihantarkan ke kulit bisa diatur. Jadi, kembali kepada masing-masing pasien. Semakin lama kita mengerjakannya, semakin kuat pasien (menahan rasa sakit), biasanya hasilnya akan semakin bagus,” ujar dr. Shinta Damayanti, SpKK, dalam acara media gathering di Erha Derma Center Pondok Indah, Selasa (8/10).
ADVERTISEMENT
Selain teknologi ini, ERHA juga memperkenalkan teknologi Microneedle RF (radio frequency) yang diklaim sudah mendapatkan sertifikasi dari U.S. Food and Drug Administration (FDA). Teknologi ini menggunakan microneedle atau jarum halus berbalut emas murni 24 karat untuk menghantarkan gelombang frekuensi radio pada lapisan kulit terdalam. Hal ini dimaksudkan untuk memancing produksi kolagen dan elastin, tanpa melukai bagian kulit dalam.
ERHA Microneedle Therapy
dr. Shinta Damayanti, SpKK, menjelaskan terapi Microneedle. Foto: dok. ERHA
dr. Shinta menuturkan, kedua teknologi ini relatif aman. Keduanya juga memiliki beberapa kelebihan, seperti efek downtime pada kulit yang lebih singkat, rasa sakit yang lebih sedikit bila dibandingkan dengan penggunaan derma roller, juga lebih efektif dalam memancing kolagen dan elastin.
Secara spesifik, teknologi auto microneedle dianggap higienis karena penggunaan jarum yang sekali pakai saja. Sementara, Microneedle RF memiliki kelebihan utama berupa rasa sakit yang begitu minim dan downtime yang hanya bertahan 1-2 hari saja.
ADVERTISEMENT
Namun, ada beberapa kondisi pemakaian yang perlu diketahui sebelum Anda mencoba teknologi ini. Pertama, teknologi microneedle baru bisa digunakan saat tak ada jerawat aktif pada kulit. Kedua, Anda disarankan tidak menggunakan teknologi ini bila memiliki kulit sensitif dan rentan terhadap terjadinya keloid.
Untuk rentang harga, perawatan dengan teknologi Microneedle RF dimulai dengan harga Rp 3,5 juta. Sementara, teknologi Auto Microneedle bisa dilakukan dengan biaya sekitar Rp 2 juta. Adapun kedua teknologi ini umumnya dilakukan selama beberapa kali pertemuan, tergantung ketahanan terhadap rasa sakit dan kebutuhan kulit.
Tertarik menghilangkan bekas jerawat dengan treatment microneedle?
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan