Kumparan Logo

Fenomena 'Eyepatch Gate': Saat Tiga Brand Kosmetik Raksasa Rilis Produk Serupa

kumparanWOMANverified-green

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tiga brand kosmetik raksasa, Fenty Skin, Huda Beauty dan Glow Recipe merilis produk eyepatch serupa dalam waktu hampir bersamaan. Foto: Instagram @fentyskin
zoom-in-whitePerbesar
Tiga brand kosmetik raksasa, Fenty Skin, Huda Beauty dan Glow Recipe merilis produk eyepatch serupa dalam waktu hampir bersamaan. Foto: Instagram @fentyskin

Sejumlah raksasa kosmetik global meluncurkan produk masker mata gel dengan kemasan pemotong mekanis yang serupa di pasar internasional sepanjang pekan ini.

Fenomena yang kini populer dengan sebutan eyepatch-gate atau perang eyepatch tersebut memicu perdebatan sengit di kalangan pencinta kecantikan setelah konsumen menyadari bahwa merek-merek papan atas menggunakan wadah tabung yang identik.

Alih-alih menawarkan inovasi formula eksklusif yang revolusioner, drama ini justru membongkar bagaimana rantai pasok global bekerja di balik layar industri kecantikan modern.

instagram embed

Kejadian ini bermula saat Fenty Skin lini milik Fenty Beauty, meluncurkan Dew N Plump Fresh-Sliced Hydrogel Eye Patches, sebuah produk bermekanisme putar yang diklaim sebagai yang pertama di dunia.

Namun, dalam waktu hampir bersamaan, Glow Recipe memperkenalkan Exopeptide Caffeine Brightening and Depuffing Fresh Slices dengan tabung silinder yang sama persis. Kejutan tidak berhenti di situ karena Huda Beauty dan label Vitamasques juga turut meramaikan pasar dengan konsep kemasan pemotong yang serupa, memicu pertanyaan besar tentang siapa yang sebenarnya meniru siapa.

Meski demikian belakangan diketahui bahwa bukan ketiganya yang mempelopori inovasi tersebut, melainkan sebuah brand kecantikan asal Korea Selatan, Samhwa.

Dalang di Balik Kemasan Pemotong yang Identik

Ilustrasi eyepatch gel. Foto: Istimewa

Penyelidikan mendalam akhirnya menyingkap bahwa kesamaan kemasan ini bukanlah akibat dari pencurian formula kosmetik, melainkan karena penggunaan penyuplai wadah yang sama. Sumber internal yang dekat dengan grup LVMH mengungkapkan kepada media bahwa cetakan wadah tersebut bukanlah milik eksklusif Fenty Skin.

“Itu bukan cetakan khusus Fenty. Jika memang demikian, pihak LVMH atau Kendo tidak akan pernah mengizinkan cetakan tersebut masuk ke dalam katalog terbuka penyuplai,” ujar sumber tersebut.

Produsen kemasan asal Korea Selatan bernama Samhwa Co., Ltd. teridentifikasi sebagai dalang di balik maraknya wadah unik tersebut. Perusahaan yang berbasis di Uiwang-si, Gyeonggi-do, dan didukung oleh firma ekuitas swasta KKR ini, memasarkan produk Samhwa 100ml PP Fresh-Slice Hydrogel Eye Patch Dispenser secara bebas.

Dengan jumlah pesanan minimum sebanyak 5.000 unit, pabrikan mana pun dapat membeli wadah ini dan mengisinya dengan formula ciptaan mereka sendiri dalam waktu singkat.

Sistem mekanis wadah ini bekerja mirip dengan alat pengiris daging di toko deli. Di dalam tabung terdapat cetakan berbentuk angka delapan tempat cairan hydrogel dituangkan dan dibiarkan memadat menjadi satu balok besar.

Ketika pengguna memutar bagian atas wadah, bilah pisau di dalam tutupnya akan maju beberapa milimeter untuk mengiris gel padat tersebut menjadi selembar masker mata berbentuk bulan sabit yang segar dan siap pakai tanpa kontaminasi tangan.

Kebohongan Eksklusivitas dan Reaksi Para Pendiri Merek

instagram embed

Pendiri Huda Beauty, Huda Kattan, memberikan pernyataan terbuka yang sangat blak-blakan melalui akun Instagram pribadinya mengenai kisruh kemasan ini.

Huda menyampaikan kekecewaannya terhadap pihak penyuplai yang dianggap tidak jujur mengenai hak eksklusif distribusi wadah tersebut kepada para jenama kecantikan.

Huda Kattan. Foto: dok. Instagram @hudakattan

“Saya pikir sangat jelas bahwa kami semua telah dibohongi oleh pemasok kemasan yang sama. Formulasinya memang berbeda, tetapi kami dibohongi tentang eksklusivitas wadah ini. Ini sangat gila,” tutur Huda dengan nada kesal.

instagram embed

Di sisi lain, produsen kosmetik asal Korea Selatan bernama Wonder Bath sebenarnya telah menjual produk serupa dengan nama Slice Serum sejak Juli 2026.

Sebagai pelopor asli yang menggunakan wadah rancangan Samhwa tersebut, Wonder Bath menanggapi situasi persaingan global ini dengan kepala dingin.

Melalui unggahan di media sosial, mereka hanya menuliskan pesan singkat yang menenangkan bahwa industri kecantikan masih memiliki ruang yang cukup luas bagi semua merek untuk tumbuh bersama.

Formula Berbeda di Dalam Cetakan yang Sama

instagram embed

Meskipun kemasan yang digunakan sepenuhnya seragam, konsumen perlu memahami bahwa kandungan aktif di dalam setiap produk tetap berbeda. Samhwa hanya menjual wadah kosong yang inovatif, sedangkan racikan kimia di dalamnya murni merupakan hasil pengembangan laboratorium masing-masing merek.

Fenty Skin, misalnya, memperkaya masker mata mereka dengan niacinamide, semangka Kalahari, dan belimbing, sementara Glow Recipe memilih fokus pada kandungan peptida dan kafein untuk mengatasi mata sembap.

Tren kemasan pemotong instan ini diprediksi akan terus membanjiri pasar global hingga tahun 2027 mendatang, mirip dengan ledakan tren cushion compact beberapa tahun lalu.

Berdasarkan data pengiriman barang, Samhwa diketahui telah mengirimkan komponen kemasan serupa ke berbagai raksasa kosmetik lain seperti Maybelline, YSL, Innisfree, Dr. Jart+, hingga L'Oreal.

Oleh karena itu, para pencinta kecantikan disarankan untuk tetap bersikap kritis dalam menyaring klaim pemasaran inovasi produk yang sering kali hanyalah strategi pengemasan ulang kosmetik yang sudah ada.