Kumparan Logo

Gaun Legendaris Putri Diana ‘Revenge Dress’ Dilelang Lagi Usai Hampir 3 Dekade

kumparanWOMANverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Putri Diana tiba di Galeri Serpentine, London, Juni 1994. Foto: Jayne Fincher/Getty Images
zoom-in-whitePerbesar
Putri Diana tiba di Galeri Serpentine, London, Juni 1994. Foto: Jayne Fincher/Getty Images

Gaun hitam legendaris Putri Diana yang dikenakan pada 1994 lalu, dikenal dengan nama ‘revenge dress’, segera kembali masuk ke pasar lelang. Dress tersebut terakhir dilelang hampir 30 tahun lalu, beberapa bulan sebelum sang Putri meninggal dunia.

Dress hitam berdetail off-the -shoulder dan draping di pinggul tersebut dirancang oleh desainer Yunani, Christina Stambolian. Diana memakai busana tersebut pada 29 Juni 1994 untuk menghadiri acara di Serpentine Gallery. Hari itu bertepatan dengan momen suaminya, Pangeran Charles—kini Raja Charles III—mengakui perselingkuhannya dengan Camilla.

Dilansir The Guardian, gaun hitam itu bakal dilelang oleh rumah lelang Sotheby’s pada Desember mendatang. Nilai lelang dress legendaris tersebut ditaksir mencapai 110 ribu—220 ribu Poundsterling, atau setara dengan Rp 2,6 miliar–5,2 miliar.

instagram embed

Di bulan ini, gaun tersebut akan dipamerkan di rumah lelang Sotheby’s di London, dilanjutkan dengan Hong Kong, Jenewa, dan New York pada Desember.

Ini menjadi kali pertama “revenge dress” dilelang kembali sejak 29 tahun lalu. Pada Juni 1997, Diana sendirilah yang melelang gaun Christina Stambolian ini bersamaan dengan 78 gaun miliknya. Hasil lelang tersebut didonasikan untuk yayasan AIDS dan riset kanker.

Signifikansi Revenge Dress Putri Diana

Putri Diana tiba di Galeri Serpentine, London, Juni 1994. Foto: Jayne Fincher/Getty Images

Sekilas, gaun hitam tersebut tampak seperti gaun elegan pada umumnya. Namun, konteks dan cerita di baliknya menjadikan gaun tersebut sebagai ikon budaya populer yang bertahan hingga sekarang.

Gaun Christina Stambolian tersebut dikenakan tepat usai momen besar antara Diana dan Charles. Saat itu, Charles mengakui perselingkuhannya lewat wawancara di stasiun televisi ITV.

Dikutip dari The Guardian, awalnya Diana sudah memiliki gaun lain yang lebih tradisional—lansiran Valentino—untuk dikenakan ke Serpentine Gallery. Namun, Diana akhirnya memilih gaun Christina Stambolian itu yang memiliki siluet pundak terbuka dan rok asimetris yang cukup pendek; sangat berkontras dengan busana modest yang biasa dikenakan sang Putri.

Desainer gaun tersebut pun menyamakan pilihan berbusana Diana tersebut dengan kisah balerina dalam pertunjukan Swan Lake.

Patung lilin Mendiang Putri Diana "Lady Di" yang mengenakan "revenge dress" dipajang saat peresmiannya di Musee Grevin, Paris, Prancis, Kamis (20/11/2025). Foto: SEBASTIEN DUPUY/AFP

“Diana memilih untuk tidak memainkan adegan tersebut seperti tokoh Odette yang suci berbalut putih. Sangat jelas dia marah. Dia memainkannya seperti Odile dalam kelambu hitam. Dia memakai kuteks merah terang; sesuatu yang belum pernah dilihat publik sebelumnya. Di situ, Diana seperti mengatakan: ‘Mari menjadi nakal malam ini’,” ucap Christina Stambolian kepada Harper’s Bazaar pada 2022 lalu.

Permainan citra dan gaya fashion yang berkontras dalam situasi pilu mendorong publik memandang gaun hitam tersebut sebagai cara Putri Diana untuk “balas dendam”.

Saking ikonisnya, ketika dilelang untuk pertama kalinya pada 1997, gaun tersebut berhasil terjual seharga 30.089 Poundsterling, setara dengan 100 ribu Poundsterling dalam kurs saat ini (Rp 2,3 miliar).