Gaya Fesyen Brigette Macron yang Selalu Curi Perhatian
·waktu baca 3 menit

Ibu negara Prancis Brigette Macron menjadi berita utama di media global. Video yang memperlihatkan Brigitte mendorong wajah suaminya, Presiden Prancis saat pasangan tersebut tiba di Vietnam untuk memulai tur Asia Tenggara menjadi viral.

Terlepas dari kontroversi, Brigette Macron kerap kali menghiasi layar berita. Usianya yang jauh di atas sang suami Emmanuel Macron boleh saja mengulik rasa penasaran tapi gaya fashion yang selalu chic merupakan senjata berdiplomasi yang tak diragukan.
Di momen pelantikan pertama Emmanuel Macron sebagai presiden pada 2017, Brigitte mengenakan setelan rancangan khusus Louis Vuitton. Gaun wol biru langit yang panjangnya di atas lutut itu berpadu jaket ala militer berdetail kancing metalik.
Sepatu hak tinggi warna krem membuat kakinya semakin terlihat jenjang. Tas Louis Vuitton warna senada melengkapi gayanya saat tampil sendiri di Istana Élysée di Paris, Prancis.
Penampilannya ini dielu-elukan pengamat mode, disebut sebagai gaya chic khas Prancis yang menggambarkan masa depan. Usianya saat itu 64 tahun.
Di Prancis, umumnya umur tak terlalu membuat perempuan kehilangan gairah berdandan. Bagi Brigitte Macron, gaya personalnya semakin tahun, semakin kuat.
Sebagai ibu negara, ia seringkali mengenakan setelan warna-warni dengan bawahan celana atau rok di atas lutut yang memperlihatkan kaki rampingnya. Celana legging dengan paduan jaket dan mantel mewah atau gaun indah berpotongan pas di badan disempurnakan dengan gaya rambut bob dan rias wajah yang selaras.
Jika pendahulunya, Carla Bruni-Sarkozy menggemari Dior dan Hermès, Bernadette Chirac dengan Chanel, Brigitte begitu setia dengan Louis Vuitton sejak perkenalannya dengan direktur kreatif Nicolas Ghesquière pada 2015. Menghadiri peragaan busana rumah mode terbesar Prancis itu, ia mengenakan mantel biru navy dengan kerah perak. Tampilan ini segera popular di kalangan wartawan mode, mengundang sorotan insan fashion.
‘Duet’ Brigitte Macron dan Nicolas Ghesquière lewat rumah mode kebanggaan Prancis Louis Vuitton berlanjut setelah dirinya menjadi ibu negara. Hampir di setiap perayaan Bastille Day ia mengenakan gaun Louis Vuitton.
Pada malam suaminya terpilih kembali sebagai presiden memenangkan pemilihan ulang, ia mengenakan setelan celana dan jaket Louis Vuitton biru tua dengan detail militer yang mengingatkan kembali pakaian pelantikan lima tahun sebelumnya. Brigitte rajin menghadiri peragaan busana Louis Vuitton di Paris Fashion Week, duduk di barisan terdepan bersama Bernard Arnault, sang pemilik kerajaan bisnis LVMH yang juga menjadi pendukung Emmanuel Macron.
Imaji Brigitte Macron yang diasosiasikan dengan label mewah tak mengganggunya. Ketika pasangan mantan presiden Prancis François Hollande, Valérie Trierweiler, mengenakan gaun siap pakai Tara Jarmon yang menyimbolkan kesederhanaan, atau istri pertama mantan presiden Sarkozy, Cécilia Sarkozy, dengan gaun duches Prada yang buatan Italia – Brigitte mempertahankan kebesaran nama Prancis lewat pilihan sartorial. Ia menempatkan rumah-rumah mode Prancis di garda terdepan.
Selain Louis Vuitton, ia menyukai perancang adibusana Alexandre Vauthier dan Balmain. Keduanya piawai membuat garis pundak yang tegas berwibawa dan pinggang ramping yang tegas, dua siluet andalan Brigitte yang bertinggi badan 168 cm. Budaya pop tak luput dari kehadiran Brigitte Macron. Pada 2018, ia muncul di Vestiaires, serial komedi Prancis, dengan skinny jeans, ankle boots, dan jaket pendek ala Parisian.
Ia juga tampil cameo dalam serial besar Netflix, Emily in Paris, dengan jaket militer hitam yang dikenakannya di sebuah cafe. Tahun lalu, perusahaan film dan TV Prancis Gaumont mengumumkan pengerjaan film biografi enam episode berjudul Brigitte, une femme libre (Brigitte, seorang wanita bebas).
Kehidupan Brigitte Macron yang tidak konvensional dan kisah asmara dengan suaminya Macron selalu menjadi daya tarik dunia. Yang jelas, stamina berdandannya patut menjadi inspirasi!
