Kumparan Logo

“Give To Gain” Jadi Tema International Women's Day 2026

kumparanWOMANverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
“Give To Gain” Jadi Tema International Women's Day 2026. Foto: Pixel-Shot/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
“Give To Gain” Jadi Tema International Women's Day 2026. Foto: Pixel-Shot/Shutterstock

Tanggal 8 Maret diperingati sebagai International Women’s Day (IWD) setiap tahunnya. Peringatan itu jadi momen untuk menyoroti isu kesetaraan gender sekaligus merayakan kontribusi perempuan di berbagai bidang. Pada 2026, IWD mengangkat tema “Give To Gain”, yang mengajak masyarakat melihat kesetaraan bukan hanya sebagai tujuan, tetapi sebagai hasil dari dukungan bersama.

Tema ini berangkat dari gagasan sederhana: ketika seseorang memberi dukungan bagi perempuan, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh individu tersebut, tetapi juga oleh masyarakat secara luas. Memberi dalam konteks ini tidak terbatas pada donasi atau bantuan materi. Dukungan bisa hadir dalam berbagai bentuk, seperti berbagi pengetahuan, membuka akses, memberikan mentoring, hingga memperluas jaringan dan peluang bagi perempuan.

Pendekatan ini menekankan pentingnya kolaborasi. Ketika individu, organisasi, dan komunitas berkontribusi secara konsisten, ruang bagi perempuan untuk berkembang akan semakin terbuka. Lingkungan yang suportif juga membantu perempuan untuk berpartisipasi lebih aktif dalam berbagai sektor, mulai dari pendidikan, ekonomi, hingga kepemimpinan.

“Give To Gain” Jadi Tema International Women's Day 2026. Foto: Pixel-Shot/Shutterstock

Tema “Give To Gain” juga mengingatkan bahwa kemajuan perempuan tidak hanya berdampak pada satu kelompok saja. Ketika perempuan memiliki kesempatan yang setara untuk belajar, bekerja, dan memimpin, manfaatnya dapat dirasakan oleh keluarga, komunitas, hingga perekonomian secara lebih luas. Dengan kata lain, kesetaraan gender bukan sekadar agenda sosial, tetapi juga bagian dari pembangunan yang berkelanjutan.

Dalam kehidupan sehari-hari, dukungan ini sebenarnya dapat dimulai dari langkah sederhana. Menantang stereotip gender, mengoreksi bias yang masih terjadi di lingkungan kerja atau sosial, hingga merayakan pencapaian perempuan adalah bentuk kontribusi yang nyata. Berbagi pengalaman dan membuka peluang bagi perempuan lain juga menjadi cara penting untuk menciptakan ekosistem yang lebih inklusif.

Melalui tema ini, IWD 2026 ingin menegaskan bahwa kesetaraan tidak akan tercapai hanya melalui wacana. Dibutuhkan aksi kolektif yang berkelanjutan agar perempuan memiliki ruang yang sama untuk berkembang dan berkontribusi.

Sejarah International Women’s Day

Sejarah International Women’s Day. Foto: Suney munintrangkul/Shutterstock

International Women’s Day memiliki sejarah panjang yang berakar pada gerakan buruh perempuan pada awal abad ke-20. Gagasan peringatan ini pertama kali diperkenalkan pada 1910 dalam Konferensi Perempuan Sosialis Internasional di Kopenhagen, Denmark. Saat itu, para aktivis perempuan mengusulkan adanya satu hari khusus untuk memperjuangkan hak-hak perempuan, termasuk hak bekerja dan hak memilih dalam politik.

Usulan tersebut kemudian diwujudkan pada 1911, ketika beberapa negara di Eropa mulai memperingati Hari Perempuan Internasional untuk pertama kalinya. Sejak saat itu, IWD berkembang menjadi momentum global untuk menyuarakan isu kesetaraan, mulai dari hak politik hingga perlindungan terhadap perempuan dari kekerasan dan diskriminasi.

Pada 1975, PBB secara resmi memperingati International Women’s Day setiap 8 Maret, menjadikannya bagian dari agenda internasional dalam memperjuangkan kesetaraan gender. Sejak saat itu, berbagai negara, organisasi, dan komunitas memanfaatkan momen ini untuk mengangkat isu perempuan yang relevan dengan konteks sosial masing-masing.

Kini, lebih dari satu abad sejak pertama kali digagas, International Women’s Day tidak hanya menjadi hari peringatan, tetapi juga gerakan global yang terus berkembang. Setiap tahunnya, tema yang diangkat berfungsi sebagai pengingat bahwa perjuangan menuju kesetaraan masih berlangsung dan membutuhkan partisipasi bersama dari berbagai pihak.