Ingin Terhindar dari Toxic Relationship? Kamu Perlu Hentikan 5 Kebiasaan Ini

15 Agustus 2022 18:51
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Ilustrasi pasangan bertengkar. Foto: Kmpzzz/shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pasangan bertengkar. Foto: Kmpzzz/shutterstock
ADVERTISEMENT
Apakah kamu pernah menemukan kebiasaan-kebiasaan yang sebenarnya keliru, tapi masih dilakukan dalam sebuah hubungan asmara? Atau, apakah kamu dan pasangan yang justru melakukan hal itu?
ADVERTISEMENT
Pola-pola toxic relationship memang bisa ditemukan dalam film, buku, atau budaya yang pada akhirnya diwajarkan oleh masyarakat. Padahal, pola-pola tersebut sebenarnya bukan hal romantis dan tidak membawa pengaruh baik untuk diri.
Pada akhirnya, ada saja yang terpengaruh oleh kebiasaan toksik dalam hubungan asmara. Melansir dari Herway, ada beberapa kebiasaan yang masih dinormalisasi sehingga membuat seseorang rentan terjebak dalam toxic relationship.

1. Bad boy tiba-tiba berubah jadi laki-laki yang sangat baik

 Ilustrasi pasangan. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pasangan. Foto: Shutter Stock
Ladies, kamu secepatnya harus berhenti menormalisasi konsep seputar bad boy. Selama ini, pola pikir kita mungkin telah dipengaruhi oleh konsep Beauty and The Beast, di mana laki-laki yang kasar akan berubah menjadi baik, seiring berjalannya waktu.
Dalam film dan budaya populer, sering dimunculkan secara berlebihan mengenai kecocokan antara perempuan baik-baik dengan bad boy. Padahal, kamu telah dibesarkan sebaik mungkin oleh keluarga, kemudian terpengaruh oleh laki-laki pemberontak. Akhirnya, kamu malah akan terjerumus dalam toxic relationship. Hal klise ini harus dihentikan, Ladies.
ADVERTISEMENT
Alih-alih mengubah bad boy yang tertarik padamu menjadi laki-laki yang sangat baik, kemungkinan terbesarnya justru akan membuatmu berurusan dengan hal-hal terlarang seperti narkoba, dan terjebak hubungan dengan laki-laki yang tidak bisa bersikap dewasa.

2. Kecemburuan merupakan hal positif

Ilustrasi pasangan bertengkar. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pasangan bertengkar. Foto: Shutterstock
Saat pasangan cemburu pada mantan atau teman laki-laki kamu, kamu mungkin akan senang dan berpikir bahwa dia sangat menyayangi kamu. Sejujurnya, hal itu hanyalah tanda bahwa dia sangat takut kehilangan kamu. Dia menginginkan kamu sepenuhnya untuk dirinya sendiri dan tidak ingin kamu membagi perhatian dengan siapa pun.
Kecemburuan yang berlebihan justru bisa berbahaya. Ini juga bukanlah hal yang romantis. Awalnya, laki-laki yang cemburu akan membuatmu senang, tetapi mereka akan melarang dan mengatur hidup kamu.
ADVERTISEMENT
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Mereka bisa saja menentukan cara berpakaian, bersikap, bersenang-senang, hingga membatasi hubungan sosial kamu. Sifat cemburu hanya akan membuat kamu terkekang dan terikat. Pada akhirnya, kamu dan pasangan bisa terjebak dalam toxic relationship.

3. Laki-laki tidak siap secara emosional (emotionally unavailable)

Ilustrasi pasangan bertengkar. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pasangan bertengkar. Foto: Shutterstock
Banyak yang bilang bahwa cinta dapat mengubah laki-laki. Hal ini belum tentu, ya, Ladies. Jadi, alih-alih tersanjung pada pria yang tidak siap mental dan secara emosional, sebaiknya kamu lari sebelum terjebak dalam toxic relationship.
Mengutip Everyday Health, orang yang emotionally unavailable adalah mereka yang cenderung takut dan menghindari keintiman serta sensitif terhadap perasaan dikendalikan oleh pasangan. Faktanya, sebagian besar laki-laki memiliki masalah emotionally unavailable atau ketidaktersediaan emosional, Ladies.
Mereka tidak ingin berkomitmen dan hanya akan mempermainkan kamu. Laki-laki seperti ini sering bermain cinta untuk menyakiti siapa saja dan selalu mencari target berikutnya.
ADVERTISEMENT

4. Tidak menghormati batasan

Ladies mungkin pernah menemukan cerita dalam film tentang seorang perempuan yang selalu diikuti oleh laki-laki dengan alasan si laki-laki memiliki cinta yang kuat dan sifat pantang menyerah.
Kondisi tersebut merupakan salah satu hal keliru. Ketahuilah bahwa batasan dalam sebuah hubungan itu sangat penting. Tidak ada hal-hal yang memaksa seperti itu di dalam kehidupan nyata, ya, Ladies.

5. Modal cinta saja cukup

Ilustrasi pasangan yang sedang kencan di kafe. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pasangan yang sedang kencan di kafe. Foto: Shutterstock
Hidup di dunia cukup dengan bermodalkan cinta yang tulus dan sejati, inilah yang sering diajarkan oleh dongeng dan novel cinta, bukan? Berhenti mengikuti pola pikir seperti ini, ya, Ladies, karena masih ada hal-hal lain yang patut dilihat selain cinta.
Kamu dan pasangan perlu memperhatikan rasa saling menghormati, komunikasi yang sehat, kompromi, perspektif yang sejalan, dan aspek lain yang diperlukan agar berhasil membina hubungan asmara.
ADVERTISEMENT
Ketahuilah bahwa bila ada cinta sejati, ada pula kerja keras untuk membangun hubungan asmara yang sehat. Ingat, cinta adalah fondasi dan ada aspek lain yang harus dipertimbangkan dalam sebuah hubungan.