Kumparan Logo

Inspiring Hijaber: Jamilatus Sadiyah, Sosok Bidan Bertalenta Langganan Selebriti

kumparanWOMANverified-green

ยทwaktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Jamilatus Sadiyah. Foto: Dok. Pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Jamilatus Sadiyah. Foto: Dok. Pribadi

Nama Jamilatus Sa'diyah memang sudah dikenal publik sebagai bidan, pendamping persalinan, pre-postnatal yoga & pilates dan hypnobirthing coach di @bumilpamil.id. Perempuan yang akrab disapa Mila ini juga sudah menjadi langganan beberapa artis, seperti Nikita Willy, Aurel Hermansyah, Lesti Kejora hingga Dea Ananda.

Perjalanan Mila rutin membagikan konten edukasi hingga dikenal publik tentu bukan dengan cara yang instan. Saat diwawancarai oleh kumparanWOMAN, sebagai sosok perempuan berhijab yang menginspirasi, Mila menceritakan pengalamannya memulai pekerjaan menjadi bidan, pendamping persalinan, pre-postnatal yoga & pilates dan hypnobirthing coach hingga perjalanan spiritualnya saat memutuskan untuk memakai hijab. Ia membuktikan bahwa hijab tidak pernah menghalangi langkahnya.

Awal mula tertarik menjadi bidan

Mila bercerita bahwa sejak duduk di bangku SMP, ia sangat menyukai dunia kesehatan, hal-hal yang berbau biologi serta kesehatan reproduksi. Kemudian saat SMA, Mila sering menjuarai lomba-lomba di dunia kesehatan.

Keluarga Mila kemudian melihat bahwa ia memiliki bakat di dunia kesehatan. Awalnya Mila mengaku ingin kuliah kedokteran atau kesehatan masyarakat. Namun, pada saat itu Mila mengaku memiliki kesempatan yang lebih besar untuk kuliah kebidanan,

"Kalau kita lihat dulu, waktu zaman SMA kayaknya yang kita lihat itu cuma dokter, ya. Aku juga tidak tahu bidan itu kerjanya apa. Tapi setelah kuliah akhirnya aku tahu ternyata bidan ini justru pondasi seorang nakes yang menjadi teman, pendamping utama dan pertama perempuan untuk menghadapi dunia sebagai seorang ibu. Karena pada saat persalinan itu lahir generasi yang akan jadi calon wakil Tuhan atau calon khalifah di bumi," ujarnya.

"Mungkin karena memang aku suka, pada saat aku menjalani, ternyata ilmunya juga bermanfaat. Jadi sampai sekarang passion banget di dunia kebidanan. Ditambah setelah lulus, ada banyak inovasi-inovasi dalam ilmu kebidanan. Nah, dari situlah yang buat aku semakin semangat," sambungnya.

Perjalanan kariernya hingga dikenal banyak orang

Mila mengungkapkan awal mulanya dikenal banyak orang karena sempat bekerja di Pro V Clinic. Di situ ada Lanny Kuswandi yang mengembangkan hypnobirthing di Indonesia dan memiliki klien yang beragam, mulai dari kelas bawah, kelas atas hingga publik figur. Mila berkesempatan untuk mengenal beberapa publik figur hingga pada akhirnya mereka mulai memakai jasa Mila untuk kelas pre natal yoga dan pendamping persalinan.

"Mungkin mereka puas dan memiliki pengalaman yang baik pada saat bersalin, akhirnya share di instagram dan buat orang lain atau publik figur lain makin tahu. Sampai sekarang aku tidak sulit untuk memberikan ilmu-ilmu baru di dunia kebidanan karena bantuan publik figur," katanya.

instagram embed

Cerita awal mula memutuskan untuk berhijab

"Waktu SMA aku anak dance dan harus pakai baju mini. Lanjut kuliah kebidanan awalnya aku tidak berhijab. Tapi, karena lingkungan di kebidanan menurutku secara spiritual dan agama itu cukup bagus sehingga aku jadi punya panggilan untuk berhijab. Terus juga ngelihat teman-teman aku pada berhijab," ucapnya.

Saat kuliah, Mila bercerita sempat ada acara pesantren kilat. Pada saat itu, ada seorang ustaz yang membahas soal hijab dan dikatakan bahwa yang menanggung dosa anak perempuan ketika sudah baligh dan belum menikah adalah ayahnya. Dari situ, Mila langsung tergugah dan terketuk pintu hatinya hingga akhirnya memutuskan untuk berhijab.

"Aku memutuskan pakai hijab saat itu karena berharap semoga bisa menjadi langkah Ayah aku, orang tua aku yang waktu itu bertanggung jawab untuk aku masuk ke surga. Jadi bagiku itu sebuah perjalanan spiritual yang mengetuk pintu banget. Besoknya aku langsung pakai hijab dan sampai sekarang keinginan aku itu jadi pedoman," ungkapnya.

Tantangan mengenakan hijab selama menjadi bidan

Mila bercerita sempat mengalami tantangan ketika bekerja mengenakan hijab. Saat itu, Mila mewakili Indonesia untuk melakukan presentasi di kongres kebidanan Internasional yang pada saat itu diadakan di Spanyol pada tahun 2018.

Saat itu, hanya ada sekitar dua orang yang mengenakan hijab dan Mila mengalami kesulitan untuk beribadah. Karena Islam menjadi agama yang minoritas di sana, tidak ada tempat untuk salat sehingga Mila harus bolak balik ke hotel yang lokasinya cukup jauh.

Itu menjadi pengalaman yang berharga dan tidak terlupakan bagi Mila. Ia merasa bahwa kepergiannya ke Spanyol bukan hanya untuk mewakili Indonesia dalam kongres kebidanan, namun juga membawa agama Islam karena dirinya mengenakan hijab.

Kemudian, Mila juga bercerita sempat ada klien non muslim yang menolak untuk memakai jasanya karena merasa lebih nyaman didampingi oleh bidan atau pendamping persalinan yang satu keyakinan.

Mila menghormati keputusan itu demi kenyamanan pasien saat melakukan proses persalinan. Meski begitu, Mila sendiri tidak pernah pilih-pilih klien. Ia percaya dengan bekerja sepenuh hatinya juga menjadi jalan dakwah dan akan menjadi amal jariyah.

Jamilatus Sadiyah. Foto: Dok. Pribadi

"Sebenarnya kalau dari tahun 2015 sampai tahun 2022 mungkin hanya satu sampai dua pasien yang aku tahu menolak memakai jasaku, tapi aku tidak tahu berapa jumlah aslinya. Dari pengalaman itu aku belajar untuk menghargai keputusan orang lain, karena mungkin beberapa pasien punya prinsip sendiri dan itu mungkin termasuk keputusan atau pilihan yang harus dihormati. Ada yang merasa lebih nyaman jadi pada saat bersalin didampingi bidan yang seagama karena bisa membaca doa yang sama, mengerti ayat mana yang dibacakan gitu," tuturnya.

Segala tantangan yang berhasil dilalui oleh Mila tak luput dari dukungan keluarga. Mila berusaha untuk sifat keteladanan dari sang ayah dengan berbagi segala hal bermanfaat, termasuk dengan ilmu. Oleh sebab itu, Mila juga rutin membagikan konten-konten edukasinya di instagram.

"Aku bukan cuma mau jadi bidan yang berhasil lulus dan sukses, tetapi harapannya juga ingin menjadi bidan yang paham agama, paham Al-Qur'an dan juga membawa rahmat untuk semua umat," tukasnya.

Untuk Ladies ingin mengikuti kelas persiapan kehamilan, persiapan bersalin, persiapan menyusui dan birth support atau pendamping persalinan bisa mengunjungi profil instagram @bumilpamil.id atau @smilebirth.id.