Jadi Klaster Baru Covid-19, Kontes Kecantikan di Thailand Ini Tuai Kontroversi
·waktu baca 2 menit

Kontes kecantikan Miss Grand Samut Sakhon di Thailand, baru-baru ini menuai kontroversi lantaran diduga menjadi wadah penyebaran virus COVID-19. Akibatnya, kontes kecantikan tersebut tengah menjalani masalah hukum dan juga penyelidikan.
Sebelumnya, kontes kecantikan ini digelar pada bulan Juni lalu di Bangkok, Thailand, dan sudah mendapatkan izin. Sayangnya, pihak penyelenggara tidak mengikuti protokol kesehatan yang berlaku. Hal tersebut terbukti dari tidak ada satu pun kontestan yang menggunakan masker.
Mengutip Bangkok Post, akibat dari kelalaian tersebut, setidaknya sebanyak 22 orang, yang terdiri dari 13 kontestan dan 9 orang lainnya yang terlibat di acara tersebut dinyatakan terjangkit virus Covid-19.
"Kemungkinan ada banyak orang yang terlibat dalam kontes kecantikan tersebut, termasuk kontestan yang melanggar aturan dan protokol kesehatan," jelas wakil komisaris kepolisian di Thailand, Mayjen Pol Piya Tawichai.
Selain itu, orang-orang yang hadir dan meramaikan acara tersebut diketahui tidak menggunakan masker dan menjaga jarak. Hal ini sangat mengkhawatirkan terlebih karena Thailand tengah menghadapi gelombang ketiga dari kasus Covid-19.
Bahkan, pemerintah Thailand sudah memberlakukan jam malam dan melarang siapa pun untuk keluar di jam 9 malam hingga 4 pagi. Tak sampai situ, beberapa rumah sakit yang ada di Thailand pun telah penuh dan semua orang sedang berebut untuk mendapatkan tempat di rumah sakit.
Oleh karena itu, pihak kepolisian menangani kasus kontes kecantikan ini dengan sangat serius. Kini, penyelidikan sudah dilakukan untuk mengungkap siapa saja yang kemungkinan mendapat tuntutan pidana atas apa yang dilakukan.
Terlebih kini berbagai bukti juga sudah dikantongi, termasuk foto-foto yang diunggah di laman akun Facebook milik kontes kecantikan tersebut. Dalam foto tersebut, terlihat bahwa kontestan dari Miss Grand Samut Sakhon tidak menjaga jarak dan menggunakan masker.
"Orang-orang yang hadir dan mengikuti kontes kecantikan tersebut tidak memakai masker juga dan undang-undang pengendalian penyakit," tutup Mayjen Pol Piya Tawichai.
Penulis: Johanna Aprillia
