Kumparan Logo

Jarang Diketahui, Ini Perbedaan Hydrating dan Moisturizing untuk Kulit

kumparanWOMANverified-green

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi memakai pelembap Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi memakai pelembap Foto: Shutterstock

Tahukah kamu bahwa menghidrasi kulit penting dilakukan tidak hanya untuk orang dengan kulit kering atau dehidrasi saja. Tapi, hidrasi kulit sangat penting untuk dilakukan sama seperti kamu menghidrasi seluruh tubuh. Tubuh kamu perlu mendapatkan hidrasi yang lebih optimal untuk hasil terbaik.

Ladies pasti sudah tidak asing lagi dengan produk perawatan kulit (skin care) berupa moisturizer atau pelembap. Selain itu, ada juga produk dengan klaim hydrating atau yang mampu menghidrasi kulit.

Dua jenis skin care ini memiliki manfaat yang sama untuk kulit, yaitu melembapkan. Tapi tahukah kamu kalau keduanya sebenarnya berbeda?

Nah, supaya Ladies tidak bingung lagi mengenai perbedaannya, simak selengkapnya dalam artikel berikut ini.

Apa perbedaan moisturizing dan hydrating?

Moisturizer untuk Kulit Kering. Foto: Shutterstock

Secara ilmiah, pelembap (moisturizer) merupakan istilah umum untuk beberapa jenis pelembap, di antaranya yaitu emolien (sejenis lemak dan minyak), squalene (minyak), humektan, dan oklusif. Akan tetapi, dalam industri kecantikan belakangan ini hal tersebut telah mengalami perubahan.

Kini hydrator dan moisturizer telah didefinisikan ulang oleh brand kecantikan sesuai keinginan mereka dengan mengikuti permintaan pasar.

Meskipun tidak ada standar yang baku untuk mendefinisikan hydrating dan moisturizer, beberapa merek telah menggunakan istilah ini untuk membedakan seberapa banyak kelembapan yang dibutuhkan oleh kulit.

Hydrator atau bahan yang mampu menghidrasi biasa disebut humektan, seperti gliserin atau asam hialuronat. Bahan-bahan dengan kekuatan hidrasi ini bekerja dengan menyerap air dari permukaan kulit dan menahannya di kulit.

Sementara pelembap atau moisturizer adalah bahan yang berbasis minyak, seperti petrolatum atau mineral oil, dan minyak emolien lainnya seperti ester serta minyak tumbuhan.

Bahan ini mampu bekerja dengan menahan permukaan kulit agar mencegah air keluar. Moisturizer juga dapat membuat kulit terasa lebih halus dan mengatasi kulit kering.

Kedua bahan ini punya cara kerja yang berbeda. Namun, tujuan akhirnya tetaplah sama, yaitu membuat kulit terasa lebih lembap dan terhidrasi dengan baik. Makanya, penggunaan kedua bahan ini disesuaikan tergantung jenis kulit dan rutinitas skin care dengan kombinasi yang tepat.

Mana yang terbaik untuk kulit kamu, Hydrator atau Moisturizer?

Ilustrasi pakai skin care. Foto: Shutter Stock

Banyaknya varian produk skin care dengan klaim hydrating dan moisturizing memang kerap membuat bingung. Tidak bisa disamakan, kedua jenis perawatan kulit ini punya hasil yang berbeda di kulit kamu.

Untuk memilih produk yang dapat berfungsi dengan baik, kamu perlu menyesuaikannya dengan kondisi kulit saat ini. Berikut beberapa pilihan penggunaan hydrating atau moisturizer yang sesuai dengan jenis kulit.

1. Kulit kering

Ilustrasi Kulit Kering Foto: Shutterstock

Jika kamu punya jenis kulit yang secara alami kering sepanjang waktu dan cenderung mengelupas, kemungkinan kulit kamu bukan dehidrasi karena cuaca. Tapi memang jenis kulit kamu yang sulit mempertahankan kelembapan.

Oleh karena itu, kamu perlu mengaplikasikan moisturizer untuk membuat segel pelindung pada permukaan kulit supaya bisa mengunci kelembapan.

Pilihlah pelembap yang kental dengan jenis emolien untuk membantu kulit mencegah kehilangan kadar air. Petroleum jelly banyak direkomendasikan untuk kulit yang benar-benar kering.

Bahan tersebut bisa berupa minyak nabati, minyak jojoba, minyak kacang, dan minyak kelapa. Namun, kamu juga bisa menggunakan shea butter atau minyak canola sebagai alternatif.

2. Kulit dehidrasi

Ilustrasi kulit dehidrasi. Foto: Shutter Stock

Bagi Ladies dengan jenis kulit dehidrasi, kamu perlu secara aktif menambahkan kadar air ke dalam lapisan kulit. Untuk melakukannya, gunakan hydrating serum yang dapat menghidrasi kulit secara optimal dengan kandungan hyaluronic acid.

Jenis asam tersebut mampu mempertahankan 1.000 kali kelembapan untuk mengatasi kulit yang kekurangan air. Produk yang mampu menghidrasi dan perlu kamu coba lainnya adalah hialuronat, lidah buaya, dan madu.

3. Kulit berminyak

Ilustrasi kulit berminyak Foto: Shutterstock

Nah, jika kamu punya kulit yang berminyak, cobalah menggunakan produk hydrating dan moisturizer yang berbahan dasar air. Kulit berminyak juga tetap membutuhkan pelembap ya Ladies.

Justru, jika kulit mengalami dehidrasi, hal itu akan meningkatkan kadar minyak di kulit yang akan berdampak pada masalah kulit lainnya. Satu-satunya cara agar kulit jadi lebih stabil adalah dengan menghidrasi dan melembapkan kulit sesuai dengan kebutuhan.

Kamu bisa mencari produk hydrating atau moisturizer yang non komedogenik dan bahan dasarnya terbuat dari air. Produk water based akan terasa lebih ringan di kulit, juga tidak akan menyumbat pori-pori kamu.

Nah, Ladies, itulah perbedaan seputar hydrating dan moisturizing. Jangan lupa untuk selalu menggunakan pelembap atau produk yang dapat menghidrasi kulit agar terhindar dari masalah-masalah kulit lainnya ya.