Kumparan Logo

Kenali Infeksi Saluran Kemih, Penyakit yang Sering Diderita Perempuan

kumparanWOMANverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi perempuan yang terkena infeksi saluran kemih. Foto: Peter Dazeley/Getty Images
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi perempuan yang terkena infeksi saluran kemih. Foto: Peter Dazeley/Getty Images

Ladies, tahukah kamu bahwa infeksi saluran kemih (ISK) merupakan salah satu penyakit yang paling sering diderita oleh perempuan? Mengutip Medical News Today, penyakit ini terjadi karena adanya mikroba seperti bakteri yang masuk ke dalam saluran kemih. Bakteri ini dapat memengaruhi ginjal, kandung kemih, dan saluran yang ada di antara keduanya.

Mengutip laman Women’s Health, perempuan terkena ISK hingga 30 kali lebih sering daripada laki-laki. Sebanyak empat dari sepuluh perempuan yang pernah menderita ISK akan mendapatkan setidaknya satu lagi dalam waktu enam bulan.

Hal ini terjadi karena uretra perempuan lebih pendek daripada laki-laki, sehingga bakteri akan lebih mudah masuk ke kandung kemih. Pembukaan uretra perempuan juga lebih dekat ke vagina dan anus, yang merupakan sumber utama masuknya kuman. Uretra sendiri merupakan saluran yang membawa kencing dari kandung kemih ke luar tubuh.

Oleh karena itu, perempuan disarankan untuk menyeka dari depan ke belakang setelah menggunakan kamar mandi. Bakteri dari usus besar, seperti E.coli terkadang bisa keluar dari anus dan masuk ke uretra. Jika dibiarkan, bakteri akan masuk ke kandung kemih dan terjadi infeksi.

Selain itu, perempuan dengan diabetes juga berisiko lebih tinggi untuk terkena infeksi, karena sistem kekebalannya yang lemah, sehingga kurang mampu melawan infeksi. Kondisi lain yang dapat menyebabkan ISK adalah perubahan hormon, batu ginjal, stroke, dan cedera tulang belakang.

Gejala infeksi saluran kemih

Ilustrasi wanita sakit. Foto: aslysun/Shuttterstock

Penderita ISK biasanya akan mengalami beberapa gejala. Untuk mengetahuinya, kumparanWOMAN telah merangkum seperti berikut ini.

  • Terbakar ketika buang air kecil

  • Frekuensi buang air kecil meningkat tanpa banyak buang air kecil

  • Kencing berdarah, keruh, gelap, atau berbau tidak sedap

  • Nyeri panggul

  • Merasa lelah, goyah, dan gemetar

  • Demam atau kedinginan, yang menandakan ginjal telah terinfeksi

Cara mengatasi infeksi saluran kemih

Ilustrasi obat-obatan yang harus dibawa ketika traveling. Foto: Shutter Stock

Jika seseorang didiagnosis dengan penyakit ISK, biasanya akan diberikan antibiotik. Penderitanya disarankan untuk meminum semua obat yang diresepkan, bahkan ketika kondisi sudah membaik. Minum air putih yang banyak juga dapat berkontribusi untuk mengatasi infeksi saluran kemih, karena akan membantu membilas bakteri di dalam tubuh.

Mengutip WebMD, para ahli juga mencari cara baru untuk mengobati dan mencegah ISK, termasuk dengan melakukan vaksinasi dan hal-hal yang meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dan terapi penggantian hormon pada perempuan pascamenopause.

Cara mencegah terkena kembali infeksi saluran kemih

Ilustrasi Minum Air Putih. Foto: Shutter Stock

Ladies, meskipun perempuan lebih sering terkena infeksi saluran kemih, ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar penyakit ini tidak terulang. Mengutip dari WebMD, berikut adalah beberapa tips pencegahan terkena ISK.

  • Jangan menahan buang air kecil dan pastikan telah mengeluarkan kencing sepenuhnya.

  • Usap dari depan ke belakang setelah menggunakan toilet.

  • Minum banyak air.

  • Gunakan jet shower, sebisa mungkin hindari menggunakan gayung.

  • Jauhi semprotan pembersih kewanitaan, cairan pembersih beraroma, dan produk mandi beraroma, ini hanya akan meningkatkan iritasi.

  • Bersihkan area genital sebelum berhubungan seks.

  • Kencing setelah berhubungan seks untuk membuang bakteri yang mungkin masuk ke uretra.

  • Gunakan kondom yang dilumasi ketika berhubungan seksual agar meminimalisir terjadinya iritasi pada saluran kemih.

  • Jaga agar area genital tetap kering dengan mengenakan pakaian dalam berbahan katun dan pakaian yang longgar. Jangan memakai jeans ketat dan celana dalam berbahan nilon, karena dapat meningkatkan kelembapan, sehingga menjadi tempat pertumbuhan bakteri.

Ladies, setelah mengetahui beberapa hal terkait penyakit infeksi saluran kemih (ISK), kamu perlu lebih berhati-hati. Jika mengalami beberapa gejala seperti yang dijelaskan, segera lakukan pemeriksaan ke dokter agar dapat ditangani lebih dini dan sesuai dengan kebutuhan.