Kumparan Logo

Kenali Manfaat dan Risiko Paparan Sinar Matahari untuk Tubuh

kumparanWOMANverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Perempuan Berjemur di bawah Sinar Matahari Foto: Dok. Shuttertsock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Perempuan Berjemur di bawah Sinar Matahari Foto: Dok. Shuttertsock

Di tengah kondisi social distancing seperti sekarang ini dan diimbau untuk berdiam diri di rumah, kita tentu tak boleh lupa untuk sesekali keluar dari rumah untuk mendapatkan sinar matahari. Melakukan aktivitas berjemur singkat di bawah sinar matahari penting dilakukan agar tubuh mendapat asupan vitamin D yang sangat dibutuhkan untuk kesehatan, salah satunya dalam meregulasi sistem imun.

Berbicara soal sinar matahari, sinar matahari sendiri mengandung radiasi ultraviolet (UV) yang terdiri dari berbagai jenis sinar; seperti UVA, UVB dan UVC. Namun dari ketiga jenis sinar itu, UVA dan UVB adalah jenis sinar ultraviolet yang cukup familiar di telinga kita.

Melansir Healthline, sinar UVA merupakan 95 persen cahaya matahari yang sampai di bumi. Sinar UVA ini bisa menembus awan hingga kaca, dan efeknya pada kulit adalah terjadinya sunburn. Selain itu, sinar UVA berkontribusi pada munculnya penuaan dini dan kerutan pada kulit.

Berbeda dengan UVA, paparan UVB justru tidak dapat menembus pada bagian dalam epidermis kulit. Namun, kulit yang terpapar sinar UVB terlalu lama tanpa perlindungan sama sekali rentan terhadap iritasi, merah, dan terasa terbakar, bahkan tinggi resiko kanker kulit.

“Perbedaan antara UVA dan UVB itu pertama dari panjang gelombangnya. Kalau UVA itu lebih panjang ketimbang UVB. Selain itu, perbedaan selanjutnya juga dari efek kronisnya. Kalau banyak sinar UVA yang masuk ke dalam kulit maka bisa menyebabkan photoaging (penuaan), sementara kalau UVB hanya bisa menyebabkan sunburn,” ungkap dr. Indah Widyasari, SpKK, dokter kulit yang bekerja di klinik Bamed Skin Care Menteng, Jakarta, saat dihubungi kumparanWOMAN pada Kamis (26/3).

Kita semua tahu kalau paparan sinar matahari memiliki segudang manfaat untuk tubuh. Namun di samping itu, paparan sinar matahari yang berlebihan juga bisa meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan. Lalu, seperti apa manfaat dan risiko dari paparan sinar matahari bagi tubuh? Melansir Healthline, berikut kumparanWOMAN rangkum untuk Anda.

Ilustrasi sinar matahari Foto: dok. Unspslash

Manfaat paparan sinar matahari untuk tubuh

1. Meningkatkan produksi vitamin D

Paparan sinar matahari bisa membantu tubuh memproduksi vitamin D, yang merupakan nutrisi penting bagi kesehatan tulang dan otak. Tingkat vitamin D yang cukup bisa membantu tubuh menyerap kalsium, yang merupakan nutrisi penting untuk kesehatan tulang, mengurangi risiko terkena penyakit kardiovaskular, kanker pankreas, dan kanker payudara.

2. Memperbaiki suasana hati

Terlalu banyak terpapar sinar matahari memang berbahaya untuk kulit Anda, namun, jika Anda mendapatkannya secara cukup, sinar matahari justru bisa memperbaiki dan meningkatkan suasana hati. Menurut Mayo Clinic, paparan sinar matahari yang cukup bisa membantu tubuh memproduksi hormon serotonin, yang berperan dalam meningkatkan perasaan bahagia, tenang, dan fokus.

3. Memperbaiki kualitas tidur

Ilustrasi tidur. Foto: Shutterstock

Paparan sinar matahari pagi bisa merangsang produksi hormon melatonin di dalam tubuh. Melatonin adalah hormon yang berperan mengatur siklus tidur. Jika kadar melatonin di dalam darah rendah, maka siklus tidur Anda juga bisa terganggu.

4. Mengobati beberapa kondisi kulit

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebut bahwa paparan sinar matahari bisa mengobati beberapa kondisi kulit; psoriasis, eksim, dan jerawat. Namun, untuk memastikannya, Anda perlu berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter. Sebab, tidak semua orang bisa menggunakan matahari untuk mengobati gangguan kondisi kulit yang dialami.

5. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh

Sinar matahari juga bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Saat terpapar sinar matahari, tubuh akan menghasilkan lebih banyak sel darah putih yang berfungsi sebagai perlindungan tubuh. Sel darah putih ini memegang peranan penting dalam melawan berbagai penyebab infeksi.

Risiko paparan sinar matahari untuk tubuh

1. Kulit memerah

Terlalu lama menghabiskan waktu di bawah sinar matahari (tanpa pakaian pelindung ataupun tabir surya) bisa menimbulkan kemerahan di beberapa area kulit, bahkan mungkin terjadi secara permanen dan sulit disembuhkan.

2. Penglihatan memburuk

Ibu hamil perlu memeriksakan matanya Foto: Shutterstock

Sebuah penelitian menemukan fakta bahwa terkena sinar matahari dalam waktu yang lama bisa memperparah penglihatan (terutama bagi pria dan wanita berusia lebih dari 40 tahun).

Menurut studi dari Fordham University, sinar ultraviolet (UV) berdampak buruk bagi mata karena meningkatkan peluang terserang katarak yang dapat berujung pada kebutaan. Tidak hanya itu, bahaya sinar matahari langsung juga bisa mengganggu fungsi retina yang lama-lama akan menurunkan fungsi penglihatan.

3. Kulit menua

Pancaran sinar UV ternyata bisa mengakibatkan kulit menua lebih cepat. Ini karena sinar matahari bisa menembus langsung ke lapisan tengah kulit (dermis) yang menyebabkan sel elastin dalam kulit menumpuk secara abnormal.

Ketika jumlah sel elastin telah cukup banyak, maka suatu jenis enzim akan memecah kolagen serta elastin kulit, yang kemudian muncul perubahan pada struktur kulit. Proses ini kemudian akan mempercepat proses penuaan yang mengarah pada kerutan, flek, serta kerusakan kulit lainnya.

4. Timbul ruam parah

ilustrasi ruam pada tangan Foto: Shutter Stock

Risiko yang keempat ini biasanya terjadi kepada mereka yang memiliki alergi terhadap sinar matahari. Saat kulit terkena paparan matahari, biasanya kulit akan mengalami reaksi kemerahan. Reaksi alergi yang lebih parah bahkan bisa menyebabkan penyakit porfiria, yakni kondisi yang membuat seseorang takut berlebihan pada sinar matahari.

----

kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran virus Corona. Yuk, bantu donasi sekarang!