Kenapa Baju Perempuan Jarang Punya Saku? Ini Sejarah di Baliknya
6 Januari 2026 17:29 WIB
·
waktu baca 2 menit
Kenapa Baju Perempuan Jarang Punya Saku? Ini Sejarah di Baliknya
Ternyata, ada sejarah dan kepentingan industri di balik alasan kenapa baju perempuan jarang punya saku.kumparanWOMAN

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Detail yang tampak sepele ini ternyata menyimpan cerita panjang tentang sejarah, standar kecantikan, hingga kepentingan industri mode.
Sejarah di Balik Baju Perempuan yang Minim Saku
Sejak lama, pakaian perempuan dirancang dengan pertimbangan estetika yang lebih dominan dibanding fungsi. Padahal, jika menengok ke belakang, perempuan pernah memiliki ruang simpan yang cukup di pakaian mereka. Pada abad ke-16 hingga 17, perempuan menggunakan tie-on pockets, yaitu kantong kain yang diikat di pinggang dan disembunyikan di balik rok. Kantong ini dipakai untuk menyimpan uang, kunci, hingga barang pribadi dan pada masanya, menjadi simbol kemandirian.
Perubahan mulai terjadi ketika dunia mode mengagungkan siluet ramping dan pinggang kecil. Saku dianggap mengganggu bentuk tubuh dan merusak garis busana. Sejak saat itu, saku perlahan dihilangkan dari pakaian perempuan.
ADVERTISEMENT
Selain estetika, faktor industri juga memainkan peran besar. Tanpa saku, perempuan menjadi lebih bergantung pada tas tangan. Hal ini menciptakan pasar aksesori bernilai besar dalam industri fashion, dari tas harian hingga statement bag mewah.
Akademisi mode dari University of the Arts London, Caroline Stevenson, menyebut saku sebagai elemen yang bersifat politis.
“Membatasi ruang simpan di pakaian perempuan secara tidak langsung membatasi kebebasan bergerak dan kemandirian mereka,” ujar Stevenson.
Dari sisi bahasa tubuh, penulis Elizabeth Evitts Dickinson juga menjelaskan bahwa meletakkan tangan di saku sering diasosiasikan dengan rasa percaya diri dan otoritas. Ketika perempuan tidak diberi ruang itu, secara harfiah, ada makna simbolik yang ikut hilang.
ADVERTISEMENT
