Ketemu Keluarga pas Lebaran Malah Anxiety, Wajar Nggak Sih?

28 Maret 2025 19:30 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ketemu Keluarga pas Lebaran Malah Anxiety, Wajar Nggak Sih?. Foto: Branislav Nenin/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ketemu Keluarga pas Lebaran Malah Anxiety, Wajar Nggak Sih?. Foto: Branislav Nenin/Shutterstock
ADVERTISEMENT
Lebaran identik dengan agenda kumpul bersama keluarga. Momen ini seharusnya menjadi waktu yang tepat untuk saling menebar kehangatan di antara anggota keluarga. Setuju nggak, Ladies?
ADVERTISEMENT
Tapi, sayangnya momen ini nggak jarang menjadi momok buat sebagian orang. Ya, banyak dari kita yang khawatir diserang sama beragam pertanyaan basa-basi yang menimbulkan perasaan tidak nyaman. Pertanyaan soal jodoh lah, kemajuan karier, hingga pendidikan biasanya menjadi menu utama mereka.
Sebenarnya fenomena ini wajar, karena di momen Lebaran biasanya kita memang bertemu dengan orang-orang yang sudah lama tidak berjumpa. Jadi pertanyaan seperti itu tampaknya sudah menjadi template.
Karena itu, nggak sedikit juga orang yang justru mengalami anxiety saat harus datang di acara kumpul keluarga. Ini terjadi karena kita bingung dan takut bagaimana harus merespons berbagai pertanyaan yang muncul.

Tergantung bagaimana kita memaknai pertanyaan

Ilustrasi perempuan Foto: Shutterstock
Meski ada kekhawatiran, tapi menurut psikolog dewasa dari Rumah Dandelion, Nadya Pramesrani, jika ada pertanyaan tertentu yang menimbulkan perasaan cemas, maka kita yang perlu merefleksi ulang. Sebab, bagaimana cara kita memaknai berbagai pertanyaan itu yang sebenarnya menjadi sumber kecemasan.
ADVERTISEMENT
Bila ada pertanyaan yang menimbulkan perasaan terancam, coba pahami diri dulu lebih jauh. Apa yang membuat pertanyaan itu mengancam? Lalu siapkan respons bernada netral tanpa membuang energi dengan terpancing emosi.
Kendati begitu, kita juga perlu paham bahwa tidak semua orang memiliki kekuatan untuk memberi respons netral atau datar. Belum tentu juga orang lain mengerti yang mereka tanyakan adalah kelemahan kita.
“Tiap orang pasti punya kekuatan dan kelemahannya masing-masing. Mereka punya value yang berbeda saja dengan kita and that's fine. As long as you are happy and secure with yourself, tidak merugikan siapa-siapa, dan memiliki caramu sendiri untuk berkontribusi positif terhadap society secara umum, you're good!” ujar Nadya kepada kumparanWOMAN.

Tips agar kita nggak anxiety pas kumpul keluarga

Ilustrasi perempuan. Foto: Ronnachai Palas/Shutterstock
Nadya sebagai psikolog juga memberikan beberapa tips sederhana agar kita nggak anxiety lagi ketika berada di tengah keluarga tercinta. Gimana caranya?
ADVERTISEMENT