Kumparan Logo

Kisah Cinta Kaisar Jepang Naruhito & Permaisuri Masako yang Penuh Lika Liku

kumparanWOMANverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Putri Masako dan Pangeran Naruhito Foto: JIJI PRESS / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Putri Masako dan Pangeran Naruhito Foto: JIJI PRESS / AFP

Kisah percintaan keluarga kerajaan memang selalu menarik perhatian publik. Apalagi jika kisah percintaan itu melibatkan masyarakat biasa, seperti halnya yang tergambar di film-film atau cerita fiksi.

Kisah percintaan Kaisar Jepang yang sekarang, Naruhito, dan istrinya Permaisuri Masako Owada mungkin bisa menjadi salah satu contoh. Meski kisah cinta mereka tak sepopuler Pangeran Charles dan Putri Diana dari Kerajaan Inggris, namun kisah Kaisar Naruhito dan Masako membuktikan bahwa perjalanan cinta bangsawan juga tak selalu berjalan dengan mulus.

Mengutip BBC, kisah cinta Naruhito dan Masako sendiri bermula pada 1986. Kala itu, Naruhito dan Masako bertemu pertama kali di sebuah pesta untuk menyambut kunjungan Putri Elena dari Spanyol. Naruhito pun dilaporkan jatuh cinta pada pandangan pertama pada Masako.

Putra Mahkota Jepang Naruhito (kanan) dan istrinya Putri Mahkota Masako (kiri) menghadiri upacara turun tahta Kaisar Akihito di ruang negara Matsu-no-Ma di Istana Kekaisaran di Tokyo. Foto: STR / Japan Pool / AFP

Meski bukan berasal dari kalangan bangsawan, namun Masako berasal dari keluarga terpandang. Lahir di Tokyo pada 9 Desember 1963, Masako adalah putri seorang diplomat dan menghabiskan masa kecilnya di Moskow dan New York. Ia juga dilaporkan pernah menempuh pendidikan di dua universitas ternama dunia, yakni Oxford University dan Harvard University.

Nah, usai pertemuan pertama mereka, Naruhito dan Masako pun lalu dekat hingga akhirnya berkencan. Singkat cerita, setelah menjalin asmara selama beberapa tahun, Naruhito kemudian melamar Masako.

Naruhito kabarnya sempat melamar Masako dua kali namun ditolak secara halus. Menurut laporan Hello Magazine UK, salah satu alasan mengapa Masako menolak lamaran Naruhito karena ia tidak ingin melepaskan kariernya yang menjanjikan di bidang diplomasi.

Putri Masako dan Pangeran Naruhito Foto: Pool/ AFP

Meski telah dua kali ditolak, namun Naruhito tak pantang menyerah untuk mengejar cintanya. Ia kemudian melamar Masako lagi pada 9 Desember 1992, atau tepat di hari ulang tahun Masako. Pada lamaran ketiga ini, Masako pun luluh dan akhirnya menerima lamaran Naruhito.

Ternyata, ada cerita menarik dari cerita lamaran itu. Ketika Masako menerima lamaran Naruhito, Naruhito kabarnya sempat membuat sebuah janji manis kepada Masako.

“Melayani dan melindungi (Masako) sebagai Putri Mahkota Jepang akan menjadi bentuk lain dari diplomasi,” kata Naruhito saat itu seperti dikutip dari Hello Magazine UK.

Penampilan Permaisuri Masako saat penobatan Kaisar Naruhito. Foto: Kimimasa Mayama/ AFP

Naruhito dan Masako resmi bertunangan pada 12 April 1993. Acara pertunangan itu digelar di rumah orang tua Masako. Dua bulan kemudian, tepatnya pada 9 Juni 1993, pasangan itu menikah di Kashiko-dokoro, halaman Istana Kekaisaran Tokyo, Jepang, dalam upacara tradisional Shinto.

Foto resmi pernikahan Pangeran Naruhito dan Putri Masako. Foto: PALACE HANDOUT / AFP

Dalam acara itu, Masako tampil mengenakan kimono pengantin dari bahan sutra yang memiliki berat sekitar 14 kilogram dan harga senilai 100 ribu dolar AS (Rp 1,4 miliar). Di sore hari, Masako berganti pakaian dan mengenakan gaun pengantin berwarna gading dengan model ruffle di bagian dada. Penampilannya itu kemudian dipadukan dengan tas berwarna senada, kalung dan tiara berlian.

Setelah menikah selama 8 tahun, pasangan itu kemudian dikaruniai anak pertama dan satu-satunya, yakni Putri Aiko. Sementara itu, Naruhito naik takhta menjadi Kaisar Jepang setelah sang ayah, Kaisar Akihito, turun takhta pada 1 Mei 2019.