Kumparan Logo

Kisah Pasangan yang Terjebak di Resor Mewah Maldives karena Corona

kumparanWOMANverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Maldives (Maladewa). Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Maldives (Maladewa). Foto: Pixabay

Di saat pandemi Corona seperti ini, ada baiknya Anda membatalkan semua rencana bepergian yang ada. Meski akan rugi, ini lebih baik daripada harus terjebak di negara tujuan, seperti dialami oleh Olivia dan Raul de Freitas, pasangan Afrika Selatan yang terjebak di sebuah resort mewah Maldives karena Corona.

Berdasarkan laporan People, pasangan ini terjebak di Maldives sejak 22 Maret lalu. Seharusnya, mereka menjalani bulan madu selama enam hari di salah satu resort bintang lima, menikmati pantai Maldives yang indah dan resort yang menawarkan privasi.

Sayangnya, kini mereka terjebak di pulau itu, tanpa kepastian waktu kepulangan ke negaranya. Sebab, Afrika Selatan masih memberlakukan lockdown setidaknya hingga 16 April mendatang.

"Semua orang mengatakan ingin terjebak di pulau tropis, sampai mereka benar-benar merasakannya sendiri. Ide itu hanya terdengar menyenangkan karena Anda tahu bisa pergi dari pulau itu," ujar Olivia kepada The New York Times.

instagram embed

Ketika akan berangkat pada 22 Maret, travel agent yang mengurus kepergian pasangan ini meyakinkan bahwa tidak akan ada masalah dalam perjalanan mereka. Mereka juga mengatakan, terlepas dari kebijakan yang mungkin berubah, Olivia dan suaminya pasti bisa pulang ke Afrika Selatan.

Namun, kepulangan ini tidak kunjung terjadi. Pada 25 Maret, pasangan ini mendapat kabar bahwa bandara Afrika Selatan akan ditutup pada 26 Maret tengah malam. Sementara, rute kepulangan dari Maldives menuju Afrika Selatan cukup rumit. Sekalipun bergegas pulang, mereka tidak akan bisa sampai di negaranya tepat waktu.

X post embed

Maka, Olivia dan Raul de Freitas pun tetap tinggal di Maldives. Menurut The New York Times, mereka berusaha menghubungi konsulat Afrika Selatan di Maldives, juga kedutaan besar Afrika Selatan terdekat yang berada di Sri Lanka untuk mencari bantuan. Ternyata, pasangan ini termasuk dari 40 orang warga Afrika Selatan yang di terjebak di kepulauan tersebut.

kumparan post embed

Karena bandara belum akan dibuka dalam waktu dekat, mereka ditawari untuk pulang ke negaranya menggunakan perahu jet sewaan. Namun, harga sewa yang begitu tinggi, yaitu 104 ribu dolar AS (sekitar Rp 1,7 miliar), membuat mereka dan orang-orang Afrika Selatan lainnya memilih untuk mundur dari opsi itu.

Pasangan yang bekerja sebagai guru dan tukang daging ini pun terus menunggu di Maldives. Mereka menghabiskan waktu bersama para pegawai penginapan yang terpaksa masuk kerja demi melayani mereka, satu-satunya tamu di tempat itu. Karena tak memiliki opsi lain, mereka pun menghabiskan waktu untuk tidur, menyelam, menjalani makan bersama yang romantis di pinggir pantai, menonton pertunjukan dari para staf, juga ikut bermain bola dengan para pegawai lokal.

Maldives (Maladewa) Foto: Pixabay

Walaupun terdengar menyenangkan, menghabiskan waktu yang begitu lama di Maldives terus menguras uang Olivia dan Raul de Freitas. Sebagai gambaran, biasanya, biaya untuk menginap di resort itu adalah sebesar 750 dolar AS (Rp 12,2 juta) per malam. Walau sudah mendapatkan diskon, pasangan muda ini terpaksa merogoh kocek dalam-dalam dan memakai uang tabungan rumah untuk membayar biaya penginapan tersebut.

Setelah hampir dua minggu terombang-ambing dalam ketidakpastian, pasangan itu sempat mendapat harapan. Mereka menerima kabar bahwa izin penerbangan dan kepulangan ke Afrika Selatan akan diterbitkan pada Senin (6/4).

kumparan post embed

Sayangnya, harapan itu kembali pupus. Pada Minggu (5/4), pihak kedutaan menghubungi pasangan ini dan justru meminta agar mereka meninggalkan resort, untuk pindah ke penginapan bintang lima lain dan berkumpul dengan warga Afrika Selatan lainnya. Pemerintah daerah setempat berjanji untuk menanggung sebagian besar dari biaya penginapan mereka.

Hingga saat ini, belum jelas kapan persisnya mereka bisa kembali ke Afrika Selatan. Seperti negara-negara lainnya, ada kemungkinan bahwa Afrika Selatan akan memperpanjang masa lockdown untuk memerangi virus Corona.

---------

kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran virus Corona. Yuk, bantu donasi sekarang!