Kisah Penjahit Gaun Pengantin Kate Middleton yang Hampir Jadi Tunawisma

Seorang perempuan bernama Chloe Savage belum lama ini mencuri perhatian karena kisahnya yang mengharukan. Ia hampir tak punya rumah dan harus siap menjadi tunawisma lantaran bisnisnya terdampak sejak pandemi 2020 lalu.
Chloe merupakan penjahit bordir yang pernah mengerjakan proyek untuk lini busana Victoria Beckham. Karyanya juga pernah muncul dalam film 'Harry Potter'.
Namun, karyanya paling dikenal ketika ia membordir gaun pengantin Kate Middleton saat menikah dengan Pangeran William 2011 lalu. Ia menyulam bunga dan renda pada gaun pengantin rancangan Alexander McQueen untuk Kate Middleton dan membordir veil sepanjang 4,8 meter untuk gaun pengantin rancangan Givenchy yang dipakai Meghan Markle. Karyanya yang terbilang ikonis ini menjadi perbincangan para penikmat mode di seluruh dunia.
Namun sayang, pandemi yang muncul pada 2020 lalu membuat bisnisnya terhambat. Saat lockdown diberlakukan di Inggris dan syuting film ditunda, ketika itulah ia kehilangan pekerjaan dan penghasilannya. Perempuan 43 tahun ini bahkan hampir menjadi tunawisma karena tak bisa membayar sewa rumah.
"Saya seperti dianggap tidak ada. Orang-orang itu (Kerajaan Inggris) menganggap kami tidak penting dan mengabaikan kami," kata Chloe seperti dikutip dari Insider.
Chloe menceritakan, pandemi sangat berat baginya. Semua pekerjaannya hilang begitu saja, bahkan anaknya yang berusia 14 tahun harus makan sehari sekali agar mereka bisa menghemat.
"Saya menjadi stres dan anak saya ingin melukai diri sendiri. Sekarang dia mendapatkan bimbingan mental di Child Mental Health Services," lanjut Chloe lagi.
Kisah Chloe Savage ini pun viral dan ia kebanjiran orderan yang mayoritas datang dari Amerika Serikat. Ia pun menjual hasil karyanya di Instagram, sekaligus membuat situs donasi untuk membantu dirinya dan keluarganya.
Chloe mengaku ia hanya mendapatkan sedikit bantuan dari pemerintah Inggris karena pemilik usaha kecil seperti dirinya tidak termasuk ke dalam golongan yang dibiayai oleh pemerintah. Bantuan itu pun harus dibagi untuk biaya pengobatan di rumah sakit karena ia sempat terkena COVID-19 pada Januari lalu.
"Saya sering merenung apakah saya perlu melanjutkan hidup dengan mencari pekerjaan lain? Saya sudah berusia 40 tahunan dan merupakan pembordir bersertifikat. Saya tak ada keahlian lain selain membordir," tutup Chloe Savage.
Sementara itu, Insider telah menghubungi Istana Kensington dan Buckingham untuk meminta komentar terkait hal ini. Namun pihak kerajaan tidak merespons hingga saat ini.
