Kisah Perempuan Asal Spanyol Tinggal di Gua Selama 500 Hari
·waktu baca 2 menit

Atlet perempuan asal Spanyol, Beatriz Flamini (50), berhasil keluar dengan selamat usai diisolasi di gua selama 500 hari. Masuk pada November 2021, ia dikeluarkan dari gua dengan kedalaman 70 meter tersebut pada Jumat (14/4), sebagaimana dikutip dari Associated Press dan Reuters.
Di gua, perempuan yang suka panjat tebing itu mengisi waktu luangnya dengan berolahraga, membaca buku, menggambar, melukis, dan merajut. “Sebenarnya, saya tidak ingin keluar,” ujar Beatriz.
Dikutip dari AP, pengalamannya ini merupakan bagian dari proyek Timecave. Tujuannya untuk menilai bagaimana manusia hidup di bawah tanah dalam waktu yang lama. Lebih lanjut, para ahli ingin meneliti dampak isolasi sosial dan disorientasi sementara yang ekstrem pada tubuh manusia dari percobaan tersebut.
Selama masa percobaan, Beatriz dipantau oleh psikolog, peneliti, dan speleolog tanpa kontak langsung. Gua tempat tinggalnya dipantau dengan kamera pengawas atau CCTV.
Ia tidur di tenda yang khusus dibangun untuknya. Para peneliti secara teratur mengantarkan makanan dan minuman ke salah satu area gua yang telah ditandai sebelumnya.
Setelah sekitar dua bulan, Beatriz merasa lupa waktu. Ia mengira dirinya hanya berada di bawah tanah selama 160 atau 170 hari.
“Saya masih stuck di 21 November 2021. Aku tidak mengetahui apa-apa tentang dunia,” kata Beatriz kepada wartawan saat keluar dari gua.
Walaupun tampak senang berada di dalam gua, penelitian ini berdampak pada kondisi tubuh Beatriz. Ia mengalami halusinasi pendengaran dan kesulitan untuk berdiri karena masalah keseimbangan.
People melansir, Beatriz Flamini dan timnya percaya bahwa ia telah mencetak rekor dunia untuk bertahan hidup paling lama di bawah tanah. Meskipun begitu, sampai saat ini Guinness Book of Records belum mengonfirmasi hal tersebut.
Sudah berusia 50 tahun, atlet perempuan yang satu ini tangguh banget, ya, Ladies?
