Woman9 September 2020 21:05

Kisah Perempuan yang Pasangannya Ganti Kelamin: Suamiku Kini Jadi Istriku

Konten Redaksi kumparan
Kisah Perempuan yang Pasangannya Ganti Kelamin: Suamiku Kini Jadi Istriku (626352)
Jenni Barrett dan Sean saat menikah pada 2005. Foto: dok. Jenni Barrett
Kisah unik datang dari pasangan suami istri, asal Phoenix, Arizona, Amerika Serikat, Jenni Barrett (37) dan Sean (38). Keduanya menikah 15 tahun yang lalu dan menjalani hidup yang bahagia bersama dengan dua anak mereka, Morgan (13) dan Toby (11).
ADVERTISEMENT
Jika dilihat dari foto-foto pernikahan mereka yang beredar di internet, baik Jenni maupun Sean sama sekali tidak menunjukkan kejanggalan. Jenni tampil anggun mengenakan gaun strapless warna putih dan Sean mengenakan setelan jas hitam dan putih.
Namun kemudian menurut laporan Daily Mail, hubungan pasangan yang sama-sama berprofesi sebagai guru ini mulai berubah pada 2016 lalu ketika Sean, suami Jenni, mengaku bahwa dirinya adalah seorang transgender.
"Saat sedang berdua, dia (Sean) ingin mengungkapkan sesuatu. Dia bilang, 'Sepertinya saya adalah seorang transgender'," kenang Jennie kala itu.
Mendengar pernyataan sang suami, Jenni tidak menanggapinya dengan perasaan terkejut atau marah. Jenni pun menyadari bahwa selama menjalin hubungan dengan Sean, ia tertarik pada Sean bukan karena fisiknya, melainkan karena jiwanya - yang ternyata adalah seorang perempuan. Ia pun akhirnya juga mengungkapkan bahwa dirinya sebetulnya adalah penyuka sesama jenis perempuan, atau lesbian.
ADVERTISEMENT
"Tidak apa-apa, sepertinya saya gay," ungkap Jenni seperti dikutip dari Daily Mail.
Setelah proses pengakuan tersebut, kini Sean sudah berganti nama menjadi Sarah dan mengubah penampilan menjadi seorang perempuan. Ia pun menjalani serangkaian terapi hormon dan pembesaran payudara, serta akan secara resmi mengubah alat kelaminnya menjadi perempuan. Saat ini, penampilan Sarah pun sudah berubah drastis. Rambut yang tadinya pendek, kini sudah panjang dan berewoknya pun sudah dicukur. Ia juga mengenakan busana-busana feminin layaknya perempuan lain.
Perubahan penampilan ini juga terjadi pada Jenni. Perempuan yang tadinya feminin itu kini tampil lebih tomboy. Rambutnya dipotong model skin-head, memasang tindik di hidung, serta gaya busananya jadi lebih boyish.
Sehingga saat ini Sarah dan Jenni tidak lagi menjadi pasangan suami istri, melainkan keduanya berstatus istri untuk masing-masing.
ADVERTISEMENT

Dulu suami Jenni suka membeli baju perempuan

Kisah cinta Jenni dan Sarah sendiri berawal sejak 2004 saat duduk di bangku kuliah. Keduanya bertemu di sebuah pesta yang diselenggarakan oleh teman mereka.
Kisah Perempuan yang Pasangannya Ganti Kelamin: Suamiku Kini Jadi Istriku (626353)
Kisah Perempuan yang Pasangannya Ganti Kelamin: Suamiku Kini Jadi Istriku Foto: dok. Instagram @jennibarr
Pada September 2004, Jenni dan Sarah memutuskan untuk tinggal bersama dan menikah setahun kemudian pada 18 Desember 2005. Waktu itu, Jenni sama sekali tak menyadari bahwa sang suami mengalami kebingungan soal status kelaminnya. Namun setelah Sarah mengaku, ia baru menyadari ada beberapa momen yang menjadi tanda-tanda kalau Sarah adalah transgender.
"Saya baru menyadari kalau dari dulu Sarah selalu ingin mengenakan baju-baju perempuan dan dia tidak pernah merasa malu. Diam-diam dia akan mencoba bikini dan baju-baju milik ibu dan kakaknya," cerita Jenni.
ADVERTISEMENT
Menurut Jenni, dulu Sarah pernah membeli piyama berbahan sutera khusus untuk perempuan dan membeli banyak baju yang universal, bisa dipakai perempuan ataupun laki-laki.
"Saya tahu ada yang salah, tapi karena tidak menyakiti salah satu diantara kami, jadi saya diamkan saja. Perlahan, ia mulai mengganti boxer dengan lingerie. Saya tidak berkomentar apa-apa. Mungkin itu adalah cara kami untuk bertahan kala itu," jelasnya.
Hingga pada suatu titik, Jenni menyadari bahwa suaminya transgender tapi keduanya memutuskan untuk tidak mendiskusikan hal tersebut. Bahkan menurut penuturan Jenni, ia dan Sarah sempat mencari tahu tentang hal yang sama, yaitu 'Apakah pasangan saya transgender?', sedangkan Sarah mencari tahu soal dirinya sendiri, 'Apakah saya transgender?'. Keduanya mencari tahu jawaban tersebut melalui internet.
Momen-momen tersebut membuat Jenni merasa sedih untuk suaminya karena merasa kebingungan dengan identitasnya. Meski begitu, Jenni telah berjanji pada dirinya sendiri akan tetap setia bersama Sarah apapun yang terjadi.
"Saya telah memutuskan akan bersama Sarah apapun yang terjadi, dia belahan jiwa saya," ungkap Jenni.
Teman, keluarga, dan anak-anak mereka sangat mendukung Sarah ketika ia memutuskan untuk mengumumkan status dirinya sebagai transgender di Facebook pada 2017. Kini, pasangan ini hidup bahagia dan kerap membagikan kisah cinta mereka melalui media sosial. Mereka berharap pasangan di luar sana mengetahui bahwa cinta adalah segalanya.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-whitesosmed-facebook-whitesosmed-twitter-whitesosmed-line-white