Kumparan Logo

Konsumsi Makanan Manis Berlebihan saat Ramadhan, Ini Dampaknya terhadap Kulit

kumparanWOMANverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi takjil. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi takjil. Foto: Shutter Stock

Bulan suci Ramadhan lekat dengan makan-makanan manis atau yang lebih dikenal dengan sebutan takjil, seperti kolak atau biji salak sebagai menu buka puasa. Selain berbagai macam kolak, banyak dari kita yang juga menyiapkan menu buka puasa lainnya yang juga manis, mulai dari minuman hingga ragam makanan lainnya.

Namun, kamu perlu waspada ya, Ladies. Pasalnya terlalu sering mengonsumsi makanan manis bisa berbahaya untuk tubuh lho.

Kulit menjadi salah satu bagian tubuh yang terdampak karena terlalu sering mengonsumsi makanan manis di saat puasa. Kepada kumparanWOMAN, dr. Adelia Wulandari, Sp.KK dari ZAP Premiere pun menjelaskan kaitan makan manis dengan masalah kulit.

"Makanan manis itu berarti glukosanya banyak. Dari makanan manis ini sendiri sudah menunjukkan adanya indeks glikemiks yang berbahaya jika dikonsumsi secara berlebihan. Nah indeks glikemiks ini yang akan berperan serta dalam peningkatan kelenjar minyak di wajah sehingga timbul jerawat," terang Adelia.

Ilustrasi perempuan sedang tumbuh jerawat. Foto: Shutterstock

Dikutip dari Healthline, makanan tinggi karbohidrat olahan, termasuk makanan dan minuman manis, berkaitan erat dengan risiko masalah kulit, yakni timbulnya jerawat.

Makanan manis bisa meningkatkan kadar gula darah dan insulin dengan cepat. Hal ini bisa menyebabkan peningkatan sekresi androgen, produksi minyak, dan peradangan, yang menjadi penyebab jerawat.

Makan makanan manis juga bisa meningkatkan indeks glikemiks yang tidak terkontrol sehingga memicu resistensi insulin. American Academy of Dermatology Association melansir ada satu penelitian yang menunjukkan bahwa resistensi insulin juga dapat mempengaruhi perkembangan jerawat.

Adelia mengatakan bahwa sebenarnya makanan manis boleh dikonsumsi sebagai sumber energi tubuh setelah menjalani ibadah puasa sepanjang hari. Namun, perlu diperhatikan takaran dan juga sumber makanan manis agar tidak berlebihan. Untuk itu, Adelia pun menyarankan beberapa sumber makanan manis yang lebih sehat untuk tubuh, seperti buah kurma.

"Padahal sebenarnya makanan manis untuk berbuka itu baik untuk mengembalikan energi, tapi sumber manis seperti apa dulu yang harus diperhatikan. Misalkan pilih makanan manis dari buah-buahan, seperti kurma," papar Adelia.

Selain itu, Adelia juga mengingatkan bahwa penting untuk mengonsumsi makanan yang tinggi serat dan juga bervitamin agar kulit senantiasa tetap sehat dan terawat saat menjalani ibadah puasa.

"Sebenarnya semua makanan dengan takaran yang cukup dan tidak berlebihan masih banyak untuk kesehatan. Tapi alangkah lebih baiknya mengonsumsi makanan sehat. Pilih makanan yang kadar gulanya rendah, tapi proteinnya tinggi. Dan pemilihan buah-buahan, sayur-sayuran juga penting karena tubuh perlu serat, vitamin dan yang terdapat dalam sayur dan buah," tutupnya.