Kumparan Logo

Kontroversi Model Bhavitha Mandava Datang ke Met Gala 2026 Pakai Celana Jeans

kumparanWOMANverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bhavitha Mandava dan Awar Odhiang menghadiri Met Gala 2026 di Metropolitan Museum of Art, New York, Amerika Serikat, Senin (4/5/2026). Foto: Mike Coppola/Getty Images/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Bhavitha Mandava dan Awar Odhiang menghadiri Met Gala 2026 di Metropolitan Museum of Art, New York, Amerika Serikat, Senin (4/5/2026). Foto: Mike Coppola/Getty Images/AFP

Setiap tahunnya, Met Gala menjadi ajang para bintang untuk memamerkan gaya fashion yang tidak biasa. Gaun-gaun spektakuler sampai kostum yang memalingkan perhatian sudah menjadi pemandangan lazim. Namun, red carpet Met Gala 2026 justru kedatangan busana yang tak biasa dan terkesan 'nggak mewah': Celana jeans dan blus.

Di atas karpet merah bergengsi, model keturunan India bernama Bhavitha Mandava hadir dengan penampilan berbeda untuk debut Met Galanya. Ketika rekan model dan selebriti hadir dengan gaun berkilauan dan ekor rok menyapu lantai, Bhavitha justru mengenakan blus transparan dengan ritsleting seperempat yang dipadukan dengan tanktop putih dan celana jeans biru.

Banyak netizen yang beranggapan, tampilan Bhavitha terlalu sederhana untuk malam fashion yang membahana. Terlebih, di tahun ini, Met Gala menghadirkan tema “Costume Art” dengan “Fashion Is Art” sebagai dresscode. Ia dianggap kepalang santai karena jeans dan blus biasa dikenakan di acara nonformal.

Bhavitha Mandava dan Awar Odhiang menghadiri Met Gala 2026 di Metropolitan Museum of Art, New York, Amerika Serikat, Senin (4/5/2026). Foto: Mike Coppola/Getty Images/AFP

Bahkan, akun Instagram Diet Prada menyorot adanya dugaan diskriminasi dan rasisme di balik penampilan Bhavitha. Sebab, sebagai model yang diundang ke Met Gala oleh rumah mode Chanel, Bhavitha mengenakan busana yang sangat berbeda dengan tamu Chanel lainnya yang merupakan perempuan kulit putih. Contohnya, Lily-Rose Depp serta Gracie Abrams dipakaikan gaun Chanel berkilauan dengan payet dan manik-manik.

Sementara itu, Bhavitha—yang merupakan perempuan India dan berkulit cokelat—diberikan setelan berupa blus dan celana jeans. Menurut beberapa netizen, pemberian busana tersebut merupakan bentuk rasisme.

“Saya kasihan terhadapnya. Bayangkan dia melihat selebriti lainnya dari India dan negara lainnya berpakaian sangat luar biasa, sementara dia terjebak dalam balutan baju tersebut. Kalau saya adalah dia, saya akan menangis. Rasanya seperti sebuah sabotase, bahkan rasisme,” tulis seorang pengguna X, dikutip dari Diet Prada.

Apa kata Bhavitha Mandava?

Bhavitha Mandava dan Awar Odhiang menghadiri Met Gala 2026 di Metropolitan Museum of Art, New York, Amerika Serikat, Senin (4/5/2026). Foto: Mike Coppola/Getty Images/AFP

Meskipun busana Bhavitha terlihat kasual, pakaian tersebut seluruhnya merupakan lansiran Chanel. Bahkan, tampilan tersebut dirancang langsung oleh Creative Director Chanel, Matthieu Blazy.

Pun, celana jeans yang ia kenakan bukanlah jeans asli berbahan denim. Sebagaimana dilansir Vogue, celana Bhavitha dibuat dari bahan silk muslin—kain sutra ringan—yang dicetak dengan motif denim biru. Tujuannya adalah menciptakan efek jeans biru belel.

Bhavitha menjelaskan, busana ini juga tidak dirancang begitu saja. Menurutnya, rancangan ini merupakan rekonstruksi dari tampilan ikonis Bhavitha pada Desember 2025. Saat itu, dia menorehkan sejarah sebagai model India pertama yang membuka fashion show bergengsi Chanel, Metiers d’Art, di stasiun subway New York City. Di momen tersebut, Bhavitha melenggang dengan busana serupa: blus dan jeans biru.

instagram embed

“Saya berhenti sejenak ketika saya melihat sketsa rancangannya, karena show di subway itu adalah salah satu malam paling signifikan dalam karier saya,” ucap Bhavitha kepada Vogue. Dia pun merasa bangga bisa mengenakan pakaian yang terinspirasi dari momen besarnya itu.

“Mengubah tampilan malam itu menjadi busana yang diimajinasikan kembali untuk Met Gala, terasa seperti membawa kenangan tersebut; tetapi, dalam gaya yang lebih apik dan tetap menghormati nuansa di baju orisinalnya serta tema Gala,” imbuh perempuan lulusan New York University itu.

Uniknya, sebelum Bhavitha berhasil mencetak sejarah di subway show itu, ia ditemukan oleh agensi modeling di tempat yang serupa: Stasiun kereta subway di Brooklyn, New York City.

“Yang saya tahu adalah subway bukanlah latar belakang cerita saya; subway adalah cerita hidup saya. Saya terus teringat bahwa momen-momen yang dianggap sepele ternyata bermakna segalanya. Pagi itu (ketika direkrut oleh agensi modeling), saya tidak mencoba untuk menarik perhatian. Saya hanya berada di sana. Dan entah bagaimana caranya, itu sudah cukup,” tegas Bhavitha.