Kumparan Logo

Kulit Sedang Berjerawat, Bolehkah Lakukan Eksfoliasi?

kumparanWOMANverified-green

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi perempuan menggunakan toner. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi perempuan menggunakan toner. Foto: Shutter Stock

Eksfoliasi kulit merupakan salah satu perawatan yang kerap kali diperbincangkan. Beberapa dari kalian pasti juga kerap melakukan perawatan ini. Namun, apakah boleh melakukan eksfoliasi saat kulit sedang berjerawat?

Sebelum membahas lebih jauh soal ini, Ladies mungkin perlu memahami terlebih dahulu soal eksfoliasi. Dikutip dari Bustle, eksfoliasi kulit adalah proses yang membantu mengelupas dan mengangkat sel-sel kulit mati yang bisa menyebabkan jerawat.

Eksfoliasi, jika dilakukan dengan benar, akan membuat kondisi kulit kita sangat baik. Namun, bila tidak dilakukan dengan benar, justru bisa menyebabkan rentetan masalah kulit yang memusingkan.

Terkait melakukan eksfoliasi saat kulit sedang berjerawat, Ladies bisa melakukannya. Menurut Healthline, perempuan dengan kulit yang sedang berjerawat tetap dapat melakukan eksfoliasi tanpa memperburuk kondisi kulitnya. Namun, syaratnya, Ladies harus mengeksfoliasi kulit dengan menggunakan chemical exfoliator atau eksfoliator kimia.

embed from external kumparan

Eksfoliator sendiri terbagi menjadi dua jenis, yaitu physical exfoliator dan chemical exfoliator. Physical exfoliator merupakan eksfoliator yang berupa scrub atau kain bertekstur yang memerlukan kita menggosok kulit dan “mengelupas” sel kulit mati secara manual.

Bagi kulit yang berjerawat dan berminyak, ini berisiko menyebabkan micro tears atau robekan kecil di kulit, yang bisa berujung pada memburuknya kondisi kulit. Jadi, kulit yang sedang break out dan cenderung sensitif dan berminyak, tidak disarankan untuk menggunakan eksfoliator jenis physical.

Sedangkan chemical exfoliator adalah eksfoliator kulit yang menggunakan bahan-bahan aktif tertentu sebagai pengangkat sel-sel kulit mati. Tiga bahan aktif yang kerap digunakan sebagai chemical exfoliator adalah AHA (Alpha Hydroxy Acids), BHA (Beta Hydroxy Acids), serta PHA (Polyhydroxy Acids). Masing-masing pun memiliki keunggulannya sendiri, Ladies.

AHA, BHA, dan PHA, mana yang paling baik untuk kulit berjerawat?

Sejatinya, ketiga bahan aktif ini sangat baik untuk mengeksfoliasi kulit kita. Namun, ada baiknya, Ladies memahami terlebih dahulu bagaimana cara kerja dari masing-masing kandungan.

Ilustrasi melakukan chemical exfoliation dengan menggunakan serum. Foto: Zigres/Shutterstock

1. AHA mampu memperbaiki tekstur kulit

Dikutip dari Healthline, AHA merupakan bahan aktif yang mengeksfoliasi permukaan kulit. Bahan ini mampu memperbaiki tekstur serta meningkatkan elastisitas dan densitas kulit kita. Namun, AHA bisa meningkatkan sensitivitas terhadap sinar UV, sehingga Ladies tak boleh lupa memakai sunscreen.

2. BHA bisa memasuki lapisan kulit yang dalam

BHA membantu mengeksfoliasi permukaan kulit dan bisa memasuki lapisan kulit yang dalam. Ini dapat membantu memperbaiki tekstur, membersihkan pori-pori dari kotoran, serta mengangkat minyak berlebih. Salicylic acid, salah satu kandungan yang mungkin akrab di telinga kita, termasuk ke dalam kandungan BHA.

3. PHA bahan aktif yang bekerja seperti AHA

PHA merupakan bahan aktif yang bekerja layaknya AHA, tapi dengan risiko iritasi kulit yang lebih ringan. Kandungan ini tidak masuk ke dalam lapisan kulit terlalu dalam dan cenderung lebih lembut bagi kulit sensitif.

Nah, di antara ketiga kandungan di atas, mana yang paling baik untuk kulit berjerawat? Menurut Healthline dan Neutrogena, bahan aktif yang paling cocok untuk kulit yang sedang break out adalah BHA, Ladies. Sebab, tak hanya bisa membersihkan pori-pori dari minyak berlebih, BHA juga memiliki sifat anti-peradangan dan comedolytic—menekan pembentukan komedo atau noda.

embed from external kumparan

Bagaimana cara terbaik eksfoliasi bagi kulit berjerawat?

Perlu diingat, chemical exfoliator adalah bahan aktif, Ladies. Jika digunakan berlebihan, ketiga bahan itu justru bisa mengiritasi kulit kita dan menyebabkan over-exfoliating atau eksfoliasi berlebih. Nah, jika kulit sudah tereksfoliasi berlebihan, kulit akan lebih rentan berjerawat, mengalami kemerahan atau peradangan, dan iritasi.

1. Melakukannya 2-3 kali dalam sepekan

Oleh sebab itu, menurut Allure, langkah eksfoliasi yang paling tepat adalah melakukannya 2-3 kali dalam sepekan. Jangan lakukan setiap hari meskipun klaim kandungannya gentle, karena tetap bisa berisiko mengiritasi kulit. Perlu dicatat, Ladies tidak disarankan melakukan eksfoliasi ketika kulit dalam keadaan over-exfoliated, ya!

2. Lakukan eksfoliasi setelah membersihkan wajah

Dikutip dari Kate Somerville, Ladies bisa memulai eksfoliasi setelah membersihkan wajah secara menyeluruh. Caranya, tuang produk chemical exfoliator-mu (bisa berupa toner atau serum) ke tangan atau kapas, lalu aplikasikan ke wajah dengan gerakan memutar yang lembut. Jangan ditekan atau digosok terlalu keras, karena bisa mengiritasi kulit.

Ilustrasi perempuan menggunakan toner. Foto: Shutter Stock

Jika Ladies menggunakan chemical exfoliator berupa serum, ikuti petunjuk penggunaan. Biasanya, eksfoliator berupa serum mengharuskan Ladies untuk membilasnya setelah penggunaan. Jika Ladies menggunakan eksfoliator berupa toner, setelahnya bisa langsung dilanjutkan dengan hydrating toner.

3. Pakai pelembap

Nah, penting bagi Ladies untuk menggunakan produk-produk pelembap selepas melakukan eksfoliasi. Selain untuk melembabkan kulit, moisturizer dapat membantu menenangkan kulit setelah berjibaku langsung dengan bahan aktif.

Dikutip dari Bustle, eksfoliasi kulit secara benar dan rutin akan membantu meningkatkan kondisi kulit kita, Ladies. Mulai dari mencegah dan mengatasi jerawat, meminimalisir tampilan pori-pori, menghaluskan tekstur, mencerahkan dan meratakan warna kulit, hingga memudarkan bekas jerawat berupa hiperpigmentasi (Post-Inflamation Hyperpigmentation).