La Roche-Posay Hadirkan Anthelios UVAIR™ SPF50+, Sunscreen untuk Iklim Tropis
·waktu baca 3 menit

Ladies, sunscreen mungkin sudah jadi bagian dari rutinitas skincare-mu. Tapi seberapa rutin sunscreen tersebut benar-benar dipakai setiap hari?
Berdasarkan data dari Journal of the European Academy of Dermatology and Venereology pada tahun 2023, penggunaan sunscreen di Indonesia memang terus bertumbuh, namun tingkat penetrasinya masih relatif rendah, baru sekitar 23%.
Artinya, masih banyak orang yang belum menjadikannya sebagai kebiasaan harian. Sebuah studi global terhadap 17 ribu responden di 17 negara juga menemukan bahwa hampir setengah masyarakat Indonesia belum memahami perbedaan sinar UVA dan UVB, dan 24% belum menyadari paparan matahari bisa memicu penuaan dini. Di sisi lain, 58% mengaku menyesal tidak melindungi kulit mereka lebih baik.
Di tengah kondisi tersebut, ditambah fakta bahwa Jakarta termasuk salah satu kota dengan tingkat polusi tertinggi di dunia, La Roche-Posay menghadirkan inovasi terbarunya, Anthelios UVAIR™ SPF50+.
Produk ini resmi diperkenalkan pada Rabu (25/2) di Central Park Mall, Jakarta Barat sebagai sunscreen dermatological-grade yang dirancang ringan untuk pemakaian sehari-hari, terutama di iklim lembap seperti Indonesia.
Mengapa Sunscreen Jadi Rangkaian Skincare yang Masih Sering Terlewat?
Menurut data internal L’Oréal Dermatological Beauty Indonesia, alasan paling umum orang tidak rutin memakai sunscreen adalah tekstur yang terasa berat, lengket, sulit menyatu dengan makeup, atau sekadar lupa. Padahal, paparan kombinasi sinar UV dan polusi, yang dikenal sebagai photopollution, dapat memicu oxidative stress, mempercepat penuaan kulit (photoaging), memicu gangguan pigmentasi, hingga meningkatkan risiko kanker kulit.
Melihat kebutuhan tersebut, Anthelios UVAIR™ SPF50+ dirancang sebagai #SunscreenSatSet yang mudah dipakai, ringan, dan nyaman untuk aktivitas dinamis.
Marketing Director L’Oréal Dermatological Beauty Indonesia Pandu Brodjonegoro mengatakan sunscreen kini telah menjadi bagian penting dari rutinitas skincare. Konsumen tidak lagi hanya mencari perlindungan terhadap sinar UV, tetapi juga manfaat tambahan seperti membantu mencerahkan kulit, memberikan hidrasi, hingga berfungsi sebagai primer makeup.
"Seluruh kebutuhan utama ini dapat dijawab di inovasi Anthelios UVAIR™ SPF50+, sunscreen dengan sensasi seringan udara yang dirancang agar terasa ringan, nyaman, dan sat set digunakan setiap hari,” ujar Pandu.
Apa yang Membuat Anthelions UVAIR™ SPF50+ Berbeda?
Anthelios UVAIR™ SPF50+ dibekali teknologi UVAIR™ yang telah dipatenkan. Salah satu keunggulannya adalah Zero Gram Film Technology, yang membentuk lapisan perlindungan ultra-tipis sekitar 0–0,1 gram. Teksturnya diklaim tidak lengket, tidak berminyak, tanpa white cast, breathable, serta makeup-friendly tanpa cracking atau pilling.
Produk ini juga menawarkan perlindungan ganda terhadap sinar UV dan polusi melalui Cell-Ox B3 Shield® Technology dengan klaim perlindungan antioksidan hingga 16 jam.
Dari sisi formula, 50% kandungannya berbasis serum, termasuk Niacinamide, Hyaluronic Acid, dan La Roche-Posay Thermal Spring Water. Kombinasi ini membantu mengontrol minyak hingga 16 jam serta memberikan hidrasi hingga 48 jam. Formulanya dirancang nyaman untuk kulit sensitif, kemerahan, hingga acne-prone, dan aman digunakan mulai usia 12 tahun.
Bisa Dicoba Langsung di Central Park Mall
Untuk memperkenalkan pengalaman teksturnya yang ringan, La Roche-Posay menghadirkan Anthelios UVAIR™ SPF50+ di Central Park Mall, Jakarta, pada 25 Februari–8 Maret 2026. Pengunjung bisa mencoba langsung melalui berbagai aktivitas seperti Skin Check, eksplorasi rangkaian Anthelios, hingga area khusus untuk merasakan tekstur sunscreen yang diklaim seringan udara.
Produk ini juga tersedia melalui official shop La Roche-Posay di berbagai platform e-commerce serta jaringan retailer seperti Guardian Indonesia dengan harga Rp 395 ribu.
