Kumparan Logo

Ladies, Ini 5 Cara untuk Menghilangkan Bekas Luka di Kulit

kumparanWOMANverified-green

ยทwaktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi bekas luka. Foto: BLACKDAY/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bekas luka. Foto: BLACKDAY/Shutterstock

Sebagian perempuan mungkin merasa tidak nyaman dan kurang percaya diri akibat bekas luka di kulit wajah. Munculnya bekas luka pada kulit memang bisa disebabkan oleh banyak hal, mulai dari luka karena kecelakaan, lecet karena terjatuh, tergores, teriris benda tajam, luka bakar, hingga luka karena iritasi pada kulit.

Mengutip Healthline, bekas luka sebenarnya terbentuk sebagai bagian dari proses penyembuhan alami setelah cedera. Ketika dermis lapisan kedua kulit rusak, tubuh akan membentuk serat kolagen untuk memperbaiki kerusakan, yang menghasilkan bekas luka pada kulit.

Dalam banyak kasus, semakin cepat luka sembuh, semakin sedikit kolagen yang disimpan, dan semakin sedikit bekas luka yang terlihat.

Biasanya, tingkat keparahan bekas luka didasarkan pada tingkat keparahan cedera atau kerusakan. Luka-luka terbentuk secara berbeda di berbagai bagian tubuh dan berdasarkan usia orang yang terluka.

Bekas luka pada kulit tentu saja bisa dihilangkan dengan berbagai cara. Namun, menghilangkan bekas luka secara medis tentunya akan lebih cepat dan menghilangkan bekas luka dengan membentuk kulit baru, sehingga bekas luka akan hilang dan bersih.

Yuk Ladies, kita simak cara menghilangkan bekas luka di kulit secara medis seperti yang sudah kumparanWOMAN rangkum dari Healthline.

1. Dermabrasi

Ilustrasi prosedur dermabrasi. Foto: dimid_86/Shutterstock

Dermabrasi adalah teknik pengelupasan kulit menggunakan alat khusus, dan alat tersebut bekerja dengan cara berputar di area permukaan kulit wajah dengan tujuan untuk mengangkat kulit terluar wajah. Perawatan ini mulai menjadi populer di kalangan perempuan. Perawatan dermabrasi ini sudah banyak tersedia di berbagai klinik kecantikan.

Dengan ini, sel-sel kulit baru yang lebih sehat dapat muncul dan kulit akan tampak lebih halus. Dermabrasi bisa dilakukan untuk mengatasi berbagai masalah kulit yang meliputi bekas jerawat, warna kulit yang gelap, dan terutama untuk mengatasi bekas luka di kulit.

Ladies, prosedur ini dilakukan dengan cara mengikis bagian permukaan kulit bekas luka dan merangsang pertumbuhan jaringan kulit baru, sehingga lapisan kulit yang tadinya tidak merata akan jauh tampak lebih rata dan sehat.

2. Mikrodermabrasi

Ilustrasi prosedur mikrodermabrasi. Foto: Focus and Blur/Shutterstock

Cara lain untuk menghilangkan bekas luka adalah dengan mikrodermabrasi. Ini merupakan prosedur perawatan estetika non-invasif/non bedah yang bertujuan untuk mengangkat lapisan sel kulit mati yang menumpuk, membantu revitalisasi kulit. Revitalisasi kulit merupakan proses penghidupan kembali kulit yang sudah mati, sehingga warna kulit lebih merata dan membuat tekstur kulit lebih halus, lembap, kenyal, sehat serta mengurangi tanda-tanda penuaan. Prosedur ini aman bagi semua orang.

Prosedur ini biasanya dilakukan pada bagian luka yang lebih kecil atau dangkal, seperti luka bekas jerawat yang ringan, garis halus, bintik penuaan, dan wajah kusam. Baik dermabrasi maupun mikrodermabrasi dapat dilakukan oleh dokter kecantikan atau dokter spesialis kulit.

3. Suntikan kortikosteroid

Ilustrasi Menyuntik. Foto: Shutter Stock

Suntikan kortikosteroid cocok bagi kamu yang memiliki bekas luka hipertrofik atau luka keloid. Suntikan ini efektif membantu melunakkan jaringan bekas luka dan mengecilkan benjolan di kulit yang muncul akibat bekas luka.

Kortikosteroid disuntikkan langsung ke jaringan parut untuk membantu mengurangi rasa gatal, kemerahan, dan sensasi terbakar yang mungkin dihasilkan oleh bekas luka. Prosedur ini tidak digunakan pada jenis bekas luka lain karena dapat menyebabkan lekukan permanen jika disuntikkan langsung ke bekas luka yang rata.

Namun, cara menghilangkan bekas luka ini perlu dilakukan beberapa kali dan membutuhkan waktu cukup lama agar hasilnya bisa terlihat.

4. Laser resurfacing

Ilustrasi prosedur laser resurfacing untuk mengatasi bekas luka di kulit Foto: ZephyrMedia/Shutterstock

Alternatif lain untuk mengatasi bekas luka adalah dengan prosedur laser resurfacing atau laser scar revisi. Ini merupakan terapi laser yang menargetkan pembuluh darah yang dapat mengurangi munculnya bekas luka.

Meskipun tidak dapat menghilangkan bekas luka sepenuhnya, pancaran cahaya dapat membuat bekas luka menjadi lebih rata, serta mengurangi kemerahan, rasa sakit, dan gatal.

Cara ini hampir sama dengan dermabrasi, serta membutuhkan waktu pemulihan yang lebih singkat dibandingkan perawatan dengan jenis laser terdahulu.

Penggunaan laser jenis baru dalam perawatan kulit ini dapat memberikan hasil yang lebih halus, karena bekerja pada jaringan kolagen dalam dermis tanpa menghilangkan lapisan atas kulit.

5. Pengelupasan kimia

Ilustrasi kondisi kulit setelah chemical peeling. Foto: tugol/Shutterstock

Pengelupasan kimia adalah teknik pembersihan kulit yang paling banyak dipergunakan saat ini. Dalam tindakan ini, cairan kimia tertentu dioleskan pada kulit oleh dokter kulit dan dibiarkan hingga beberapa menit agar meresap sebelum dilakukan tindakan lanjutan.

Pengelupasan kimia dapat digunakan untuk mengobati jaringan parut ringan. Larutan kimia melarutkan lapisan terluar kulit untuk membantu meningkatkan pergantian sel dan memperlihatkan kulit yang lebih halus.

Perawatan ini bekerja lebih baik untuk kamu yang memiliki kulit lebih terang. Jika kamu memiliki kulit yang lebih gelap, pengelupasan asam glikolat mungkin lebih efektif. Asam azelaic juga merupakan pilihan yang baik untuk mengobati jerawat dan pigmen di wajah.

Ladies, itu dia beberapa cara medis yang bisa kalian pilih untuk menghilangkan bekas luka. Metode apa pun yang kamu pilih, baik menggunakan bahan alami maupun prosedur medis, pastikan kamu telah berkonsultasi dengan dokter kulit untuk mendapatkan rekomendasi penanganan bekas luka yang tepat.

Penulis: Nadya Zahira