Kumparan Logo

Ladies, Ini Tanda-tanda Komunikasi Kamu dengan Pasangan Buruk

kumparanWOMANverified-green

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi pasangan bertengkar. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pasangan bertengkar. Foto: Shutterstock

Ladies, kamu mungkin sudah tahu bahwa kunci dari hubungan yang harmonis dan bahagia dengan pasangan adalah komunikasi yang baik. Jika sepasang kekasih mampu berkomunikasi dengan baik, potensi terjadinya kesalahpahaman dan pertengkaran hebat tentu bisa dicegah.

Hal ini didukung oleh seorang psikolog klinis asal Amerika Serikat, Shelley Sommerfeldt. Dikutip dari Healthline, menurut Sommerfeldt, komunikasi sangatlah penting karena komunikasi mampu memelihara kepercayaan dan koneksi antara sepasang kekasih.

Namun, ternyata masih ada pasangan yang belum menyadari apakah komunikasi di antara keduanya berjalan dengan baik atau tidak. Pasangan yang tidak memiliki komunikasi baik biasanya akan merasakan perubahan yang tidak baik dalam hubungannya, seperti berkurangnya kepercayaan, sering bertengkar, saling menjauh, hingga putus hubungan.

Tentu Ladies tidak ingin hal tersebut terjadi. Nah, oleh sebab itu, kumparanWOMAN telah merangkum sejumlah hal yang menjadi pertanda komunikasi kamu dengan pasangan buruk. Berikut penjelasannya.

1. Pasif Agresif

Ilustrasi pasif agresif. Foto: Shutter Stock

Salah satu hal yang menunjukkan bahwa komunikasimu dengan pasangan buruk adalah salah satu, atau keduanya, cenderung bersikap pasif agresif. Mengutip Healthline, pasif agresif adalah perilaku yang mengekspresikan perasaan negatif dengan tidak berbicara, melainkan lewat beragam tindakan.

Contohnya, ketika kamu kesal pasanganmu selalu terlambat datang menjemput untuk kencan, kamu justru membuat candaan dengan tujuan untuk menyindir. Padahal, kamu bisa saja mengungkapkan secara langsung bahwa kamu tidak suka dengan kebiasaan terlambat pasanganmu.

2. Mengabaikan masalah yang terjadi dalam hubungan

Ilustrasi pasangan mengabaikan masalah. Foto: Shutterstock

Beberapa pasangan mungkin memilih untuk mengabaikan masalah yang sedang terjadi antara keduanya, karena terlalu malas untuk berdebat. Ini merupakan salah satu tanda bahwa komunikasi kamu dan pasangan buruk, Ladies. Dikutip dari Healthline, jika terlalu lama didiamkan dan dipendam, masalah tersebut bisa menjadi semakin besar dan rumit.

Jadi, jika kamu dan pasangan menemui masalah, seperti tidak bisa sepakat dalam mencapai suatu keputusan, ada baiknya kamu dan pasangan langsung berdiskusi dan mencari jalan tengah. Sebab, selain menghindari terjadinya masalah besar di kemudian hari, kamu dan pasangan akan bisa menemui solusi yang baik yang berujung pada perasaan lega.

3. Defensif dalam berargumen

Ilustrasi pasangan bertengkar. Foto: Shutterstock

Dikutip dari Bustle, tanda lainnya dari komunikasi yang buruk adalah kamu atau pasangan cenderung defensif ketika berargumen. Perilaku defensif berarti kamu atau pasanganmu terus membela diri tanpa mendengarkan satu sama lain.

Ketika berargumen, memang sulit untuk menghindari diri dari berlaku defensif. Namun, komunikasi seperti ini bukanlah komunikasi yang sehat dan hanya menciptakan lebih banyak masalah ke depannya.

4. Menyimpulkan isi pikiran pasangan terlalu cepat

Ilustrasi Pasangan Egois Foto: Dok. Shutterstock

Jika kamu menyimpulkan isi pikiran pasanganmu terlalu cepat, atau bahkan berasumsi bahwa kamu mengetahui isi pikiran dia, hal tersebut merupakan pertanda bahwa kamu harus memperbaiki komunikasi dengan si dia. Hal ini juga berlaku bagi pasanganmu.

“Mengharapkan pasangan bisa membaca pikiran, berarti orang tersebut akan berperilaku tidak bahagia hingga pasangannya berhasil menebak apa yang dia inginkan. Perilaku mengontrol justru mengunci pasangannya dan membuat dia cemas, sebab dia akan merasa gagal sebagai pasangan jika tidak berhasil menebak isi pikiran dengan benar,” kata Dr Fran Walfish, seorang psikoterapis keluarga dan hubungan, sebagaimana dikutip dari Bustle.

Jadi, jika ada suatu hal yang mengganggu pikiranmu, maka jalan satu-satunya adalah dengan membicarakannya dengan pasangan. Dengan begitu, kamu akan bisa mencari solusi bersama-sama yang menguntungkan kedua belah pihak.

5. Silent treatment

Ilustrasi pasangan memberikan silent treatment. Foto: Shutterstock

Ketika kamu atau pasanganmu sedang kesal, apakah kalian saling mendiamkan? Jika ya, berarti komunikasi antara kalian berdua tidak berjalan dengan baik. Dilansir Bustle, setiap orang berhak untuk memperoleh ruang untuk sendiri ketika sedang merasa marah atau kesal. Namun, ini bukan berarti kamu bisa memberikan silent treatment kepada pasangan.

Dr Fran Walfish melihat silent treatment sebagai sebuah hukuman yang diberikan oleh seseorang terhadap pasangannya. Hal ini, selain menyakitkan, juga bisa berdampak buruk pada hubungan.

Jika memang butuh waktu sendiri untuk menenangkan diri, beri penjelasan kepada pasangan bahwa kamu ingin sendiri terlebih dahulu. Setelah merasa lebih tenang, barulah kamu bisa berkomunikasi dengan pasangan untuk menyelesaikan masalah.

6. Menolak untuk terbuka soal perasaan

Ilustrasi pasangan tak harmonis. Foto: Shutterstock

Privasi adalah hak setiap orang. Namun, ketika berkaitan dengan hubungan dan pasangan, ada baiknya kamu tetap terbuka soal perasaanmu. Dikutip dari Bustle, dalam sebuah hubungan, jika kamu dan pasanganmu mau terbuka soal perasaan, tentu jalan untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi akan terbuka lebar.

Namun, jika kamu atau pasangan memutuskan untuk memendam seluruh perasaan sendiri, seperti rasa marah, kesal, atau tidak nyaman, hal tersebut dapat berujung pada terciptanya konflik laten yang tidak terselesaikan. Jadi, ketimbang terus-menerus berkata, “Aku tidak apa-apa,” ada baiknya kamu mengungkapkan perasaanmu yang sebenarnya.