LAKON Rayakan Anniversary Ke-8, Hadirkan Nostalgia Lewat Kegiatan Interaktif

Perjalanan sebuah label mode tidak hanya diukur dari banyaknya koleksi yang telah dirilis, tetapi juga dari bagaimana sebuah identitas terus dibangun dari waktu ke waktu. Hal itu yang tengah dirayakan LAKON Indonesia saat memasuki usia delapan tahun.
Melalui anniversary gathering yang digelar di LAKON Store, Summarecon Mall Kelapa Gading, brand lokal tersebut mengajak pengunjung melihat kembali perjalanan mereka sejak berdiri pada 2018 hingga konsisten menghadirkan koleksi ready-to-wear berbasis wastra Indonesia mulai 2020.
Daripada sekadar merayakan pertambahan usia, momen ini menjadi refleksi atas proses kreatif yang melibatkan para perajin, desainer, hingga berbagai pihak dalam ekosistem fashion Indonesia.
Dalam acara tersebut, LAKON menghadirkan instalasi mini yang menampilkan delapan koleksi yang pernah menjadi bagian dari perjalanan kreatif mereka.
Perjalanan itu dimulai dari Pakaiankoe yang diperkenalkan pada 2020 sebagai koleksi perdana. Koleksi bertema A Journey to Java tersebut mengangkat kembali tekstil dan kerajinan Jawa dalam siluet yang lebih modern sehingga dapat dikenakan dalam keseharian.
Setahun kemudian hadir Gantari, koleksi yang dipresentasikan di Candi Prambanan dalam rangka Hari Batik Nasional. Lewat perpaduan batik, jumputan, dan tenun lurik, koleksi ini menjadi penghormatan terhadap wastra Nusantara sekaligus menampilkan interpretasi yang lebih kontemporer.
Masih pada 2021, LAKON memperkenalkan Aradhana, koleksi yang mengangkat tema Seen and Unseen. Melalui lebih dari 30 tampilan berbahan batik, tenun ikat, songket, hingga ulos, koleksi ini menyoroti proses panjang di balik lahirnya sebuah karya, serta dedikasi para pengrajin yang menjaga tradisi.
Eksplorasi tersebut berlanjut lewat Lorong Waktu yang ditampilkan di JF3 Fashion Festival 2022. Berkolaborasi dengan maestro batik Pekalongan, Cahyo, LAKON menghadirkan koleksi yang menggabungkan motif flora dan fauna khas batik Pekalongan dengan pendekatan desain yang lebih modern.
Pada JF3 Fashion Festival 2023, LAKON menutup rangkaian acara melalui koleksi RIK 062324 L bersama desainer Irsan. Berbeda dari koleksi sebelumnya yang banyak mengeksplorasi batik, kali ini tenun lurik menjadi fokus utama dengan lebih dari 100 tampilan bergaya urban.
Di tahun yang sama, LAKON juga memperkenalkan The Tailor Made 01, koleksi privé pertama yang dibuat dengan konsep made-to-order. Koleksi ini menjadi bentuk penghormatan terhadap seni jahit tangan dan craftsmanship yang sebagian besar dikerjakan secara manual.
Eksplorasi berlanjut lewat Pasar Malam yang hadir di JF3 Fashion Festival 2024. Terinspirasi dari kehidupan urban, koleksi ini memadukan motif batik karya maestro batik Pekalongan Dudung Alisyahbana dengan siluet streetwear yang kasual dan nyaman dikenakan.
Sementara pada JF3 Fashion Festival 2025, LAKON memperkenalkan Urub, koleksi yang terinspirasi dari filosofi Jawa "Urip iku urup" atau hidup yang memberi terang bagi sesama. Melalui perpaduan batik, tenun, warna-warna hangat, dan potongan longgar, koleksi ini mengangkat nilai empati sekaligus penghargaan terhadap para pengrajin Nusantara.
Koleksi Anniversary Dibuat dari Arsip Kain Delapan Tahun
Sebagai bagian dari perayaan delapan tahun, LAKON juga meluncurkan koleksi anniversary yang dibuat menggunakan potongan-potongan sisa kain dari berbagai koleksi yang telah diproduksi selama delapan tahun terakhir.
Material tersebut kemudian diolah kembali menjadi busana yang mudah dipadupadankan untuk berbagai kesempatan. Karena menggunakan kombinasi potongan kain yang berbeda-beda, setiap busana hadir dalam jumlah terbatas dan memiliki karakter yang tidak dapat direplikasi secara persis.
Selain peluncuran koleksi, perayaan ini juga menghadirkan layanan Up-Cycle by LAKON Indonesia Repair Service sebagai bentuk komitmen terhadap praktik fashion yang lebih berkelanjutan. Pengunjung juga diajak mengikuti Interactive Scrapbook Activity, ruang interaktif untuk berbagi cerita dan perjalanan bersama LAKON.
Bagi LAKON, delapan tahun menjadi penanda perjalanan yang dibangun melalui kolaborasi dengan para perajin, eksplorasi wastra Nusantara, serta upaya menghadirkan kain tradisional dalam bentuk yang tetap relevan bagi gaya hidup masa kini.
