Kumparan Logo

Lebih Sustainable di 2023, Ini 3 Cara Kamu Terapkan Konsep Slow Fashion

kumparanWOMANverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi wanita memilih pakaian. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi wanita memilih pakaian. Foto: Shutterstock

Ladies, selamat datang di tahun baru 2023. Di hari-hari baru ini, banyak hal buruk yang harus ditinggalkan dan hal baik yang dimulai. Salah satunya adalah menerapkan gaya hidup yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan, alias sustainable.

Ada berbagai hal yang bisa kamu lakukan untuk menjadi lebih sustainable. Mulai dari perubahan gaya hidup yang lebih sadar soal lingkungan, mengurangi penggunaan plastik, menggunakan produk-produk skin care yang ramah lingkungan dan etis, hingga menerapkan sustainable fashion.

Salah satu terusan dari sustainable fashion adalah slow fashion. Slow fashion merupakan respons dari merebaknya fast fashion, industri fashion yang mengedepankan kecepatan produksi dan kurang baik untuk keberlanjutan bumi.

Sejumlah pembeli memilih baju di salah satu gerai pakaian bekas di kawasan Jati Asih, Bekasi, Jawa Barat (29/10). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Dikutip dari Earth.org, slow fashion berfokus pada mendesain pakaian, memproduksi dengan lebih baik, dan mengenakan pakaian dengan lebih baik. Pendekatan slow fashion dan fast fashion berbeda, karena di slow fashion, desainer, produsen, dan konsumen lebih sadar akan dampak produk terhadap pekerja, masyarakat, dan ekosistem.

Para konsumen slow fashion lebih sadar atau conscious atas pembelian pakaian mereka. Mereka berbelanja secara mindful dan memerhatikan apa pengaruh dari pakaian yang mereka beli terhadap lingkungan.

Nah, untuk menjalani 2023 yang lebih baik dan sustainable, kamu bisa mencoba menerapkan gaya hidup slow fashion ini, Ladies. Simak cara-cara yang bisa kamu terapkan di sini.

1. Rawat pakaian dengan baik, betulkan jika rusak

Ilustrasi noda di pakaian. Foto: Kabardins photo/shutterstock

Cara pertama yang bisa kamu terapkan adalah merawat pakaian yang kamu punya dengan baik. Dilansir Earth.org, kamu bisa merawat baju-baju milikmu dengan mengikuti instruksi perawatan baju yang biasanya tertera di label bagian dalam pakaian.

Lewat internet, kamu juga bisa mempelajari langkah terbaik untuk merawat bahan baju atau kain tertentu. Jika bajumu kena noda, hilangkan noda tersebut dengan produk-produk penghilang noda. Tak hanya itu, kamu juga bisa belajar menjahit pakaian, supaya kamu bisa membetulkan pakaian yang rusak atau robek.

Dengan merawat pakaian dan belajar membetulkan pakaian yang rusak, kamu meminimalisir jumlah pakaian baru yang dibeli dan berkontribusi dalam mengurangi limbah tekstil. Kamu juga jadi lebih menghargai pakaian yang kamu miliki.

2. Mengenakan pakaian bekas

Jwana mendaur ulang pakaian bekas menjadi desain baru, di Sulaimaniyah, Irak. Foto: STR/REUTERS

Tidak ada salahnya mengenakan pakaian bekas, Ladies. Tren thrift shopping masih terus populer hingga saat ini, sehingga kesempatan kamu untuk menemukan toko-toko thrift shop lebih besar.

Opsi lainnya untuk mengenakan pakaian bekas selain thrift shopping adalah dengan mengenakan pakaian lama orang tua atau nenekmu, Ladies. Dengan ini, kamu tidak hanya mengurangi belanja baju baru, tetapi juga belajar mix and match baju bekas dengan baju-baju milikmu.

Selain itu, kamu juga bisa mencoba jasa rental baju. Selain harganya lebih murah ketimbang beli baru, pilihan busananya juga luas dan berkualitas.

3. Belanja baju secara mindful

Ilustrasi wanita berbelanja pakaian. Foto: Shutter Stock

Terakhir, langkah yang bisa kamu terapkan adalah berbelanja baju secara mindful. Artinya, saat kamu berbelanja, kamu tidak membelinya secara spontan dan gegabah.

Jadi, sebelum membeli suatu pakaian, tanyakan ini pada diri sendiri: Apakah kamu butuh pakaian ini? Apakah kamu sudah pasti akan mengenakannya? Apakah kamu belum punya pakaian ini di lemarimu? Apakah pakaian ini bisa di-mix and match dengan item fashion lainnya yang kamu miliki?

Selain itu, pertimbangkan juga bahan baju yang ingin kamu beli. Pastikan kamu membeli pakaian yang bahannya bagus dan tidak mudah rusak, supaya shelf life atau usia pakainya bisa lebih lama. Langkah-langkah ini bisa mengurangi pembelian baju yang tidak perlu, Ladies.

Pastikan juga kamu mendukung perusahaan yang benar-benar menerapkan sustainable fashion. Lakukan riset mendalam soal brand-brand fashion dan dukunglah mereka yang betul-betul berupaya dalam melindungi lingkungan dan kesejahteraan pekerja.