List Pertanyaan yang Sering Ditanya saat Lebaran dan Cara Menjawabnya

Lebaran memang identik dengan silaturahmi bersama keluarga dan kerabat yang sudah lama tidak dijumpai. Setiap tahunnya, agenda yang dilakukan kurang lebih hampir sama. Bermaafan, berkumpul, menyantap makanan, dan memberikan salam tempel alias angpau.
Tetapi selain itu, ada pula hal yang sebenarnya ingin dihindari oleh banyak orang. Yakni pertanyaan-pertanyaan 'basa-basi' yang terkadang malas untuk dijawab. Tetapi jika tidak dijawab, Anda akan merasa tidak enak dan dianggap kurang menghargai orang yang bertanya.
Apakah Anda salah satu yang sering menghadapi pertanyaan khas tersebut, seperti ‘Kapan Menikah?’ Jika ya, berikut kami berikan saran untuk memberi jawaban terbaik.
"Sudah punya pacar belum?"
Pertanyaan ini tampaknya paling umum ditanyakan oleh keluarga besar. Entah itu sebagai pembuka perbincangan, sekadar basa-basi atau memang ingin tahu tentang kehidupan Anda. Anda bisa menjawab apa adanya, dengan jawaban 'sudah’ atau 'belum’. Jika tidak ingin ditanya-tanya lebih mendalam, cukup layangkan senyum atau mintalah izin untuk keluar dari perbincangan.
"Kok calonnya enggak dikenalin, sih?"
Dalam situasi ini, keluarga Anda mungkin saja sudah mengetahui jalinan asmara yang Anda jalin bersama pasangan. Tetapi bisa juga, mereka tidak mengetahui bahwa Anda belum memiliki pasangan dan hanya sekadar bertanya untuk mencairkan suasana.
Apa yang harus Anda jawab? Tidak perlu jawab panjang lebar, cukup jawab 'tunggu tanggal mainnya' atau 'tunggu saatnya'.
"Kapan nikah?"
Pertanyaan yang satu ini memang menjadi pertanyaan 'horor' yang tidak ingin didengar, terutama oleh para perempuan yang memang belum kunjung menikah. Sebenarnya, tidak perlu tersinggung atau diambil hati jika ditanya pertanyaan seperti ini. Siapkan berbagai alternatif jawaban, mulai dari yang bernada bercanda seperti 'tunggu saja, mungkin Sabtu atau Minggu', atau justru mintalah mereka untuk mendoakan dengan menjawab 'doakan saja secepatnya'.
"Belum hamil juga?"
Pertanyaan ini terdengar agak sedikit sensitif dan sebaiknya dihindari. Jika Anda yang sering bertanya seperti ini, cobalah untuk belajar lebih peka karena tidak semua orang bisa menerima pertanyaan ini dengan lapang dada. Ada yang terus-terusan mencoba tapi selalu gagal, ada pula yang memang ditakdirkan untuk tidak bisa memiliki momongan.
Daripada bertanya pertanyaan seperti ini, gantilah pertanyaan tersebut menjadi sebuah doa, seperti 'saya doakan kamu sehat selalu' atau 'mudah-mudahan kamu diberikan rezeki yang berlimpah'.
Tetapi jika Anda ditanya pertanyaan seperti ini, jawab saja 'mohon doanya' atau cukup sunggingkan senyum penuh makna yang berarti Anda tidak ingin ditanya hal tersebut.
"Berapa gajinya?"
Biasanya, pertanyaan seperti ini ditanyakan oleh keluarga kepada orang-orang yang baru saja diterima kerja. Pertanyaan ini sebenarnya memiliki makna ganda, bisa saja yang bertanya sekadar ingin tahu atau ingin mengajak berdiskusi tentang besaran gaji zaman sekarang, atau malah ada maksud tersembunyi ingin diberi angpau.
Jangan terlalu sensitif jika ditanya pertanyaan seperti ini, Anda bisa menjawabnya dengan kisaran angka, atau bisa juga dengan, 'belum sampai dua digit' atau 'cukup untuk biaya hidup sehari-hari'.
"Kayanya makin subur ya?" atau "Kamu gendutan ya?"
Komentar tentang fisik hampir pasti tidak pernah luput dari pertanyaan yang dilontarkan saat Lebaran. Entah itu pertanyaan 'makin subur ya?' atau 'kayanya kamu menghitam?' atau 'mukamu kenapa, kok jadi jerawatan?'.
Satu yang perlu diketahui, tidak semua orang suka dikomentari tentang fisiknya. Terlebih lagi jika komentar tersebut bernada negatif. Daripada bertanya pertanyaan seperti itu, gantilah pertanyaan bernada positif. Misalnya 'bagaiman perjalanan liburanmu kemarin?' atau sekadar 'lagi sibuk apa sekarang?' sudah cukup mewakili untuk memulai pertanyaan 'basa-basi'.
"Kapan rencana tambah momongan?"
Sama seperti pertanyaan mengenai kehamilan, pertanyaan tentang tambah momongan terkadang menjadi hal yang sensitif. Sebaiknya hindari pertanyaan seperti ini karena sebenarnya, itu adalah hal pribadi masing-masing orang, sekalipun yang ditanya adalah keluarga sendiri.
Dan untuk Anda yang ingin menjawabnya, katakan saja apa yang ingin Anda katakan. Misalnya 'belum saatnya', 'tunggu anakku besar sedikit' atau jawablah dengan jawaban yang diplomatis: 'minta doanya, ya'.
Dari seluruh pertanyaan ini, mana yang paling sering ditanyakan pada Anda saat Lebaran?
