kumparan
search-gray
Woman3 Juni 2020 17:27

Luhan Eks EXO Pakai Rompi Kalimat Syahadat, Brand Fashion China Minta Maaf

Konten Redaksi kumparan
Luhan Eks EXO
Luhan Eks EXO Foto: Instagram @7_luhan_m
Mantan personel EXO asal Tiongkok, Luhan, baru-baru ini menjadi perbincangan hangat di media sosial. Hal itu terkait dengan busana yang dipakainya memicu kontroversi dan juga kecaman dari banyak orang.
ADVERTISEMENT
Dilansir Koreaboo, baru-baru ini tersebar foto Luhan mengenakan vest atau rompi berbahan denim. Bila diperhatikan, pada salah satu bagian rompi itu tertera tulisan Arab yang diketahui merupakan kalimat syahadat 'Asyhadu al la ilaha illallah wa asyhadu anna muhammadar rasulullah'.
Bagi umat Islam, kalimat ini sangat sakral dan selalu diucapkan saat seseorang ingin memeluk agama Islam. Maka dari itu, kalimat syahadat tidak bisa dipergunakan sembarangan tempat, apalagi menjadi tambalan estetik.
Tak pelak, penampilan Luhan eks EXO itu pun langsung menuai kritikan dan kecaman dari banyak orang, terutama netizen yang beragama Islam. Mereka beranggapan bahwa busana yang dikenakan Luhan dianggap kurang menghormati umat Islam.
"Apapun itu pilihannya atau style-nya, ini adalah hal yang bodoh. Aku harap mereka menyadari kesalahannya dan lebih berhati-hati," kata akun @Taskyuuw.
ADVERTISEMENT
"Saya sangat kecewa & kesal karena Luhan mengenakan syahadat sebagai aksesori, agama saya bukan estetika," sahut @UgotNoJams_RM.
Sementara, tak sedikit juga berpendapat bahwa ini bukan sepenuhnya kesalahan Luhan. Ia dianggap tidak mengerti mengenai apa yang dikenakannya, karena itulah sejumlah penggemar pun meminta netizen untuk tidak menyalahkan laki-laki berusia 30 tahun itu melainkan sang desainer atau stylist-nya.
Mengetahui protes dan kecaman tersebut, baru-baru ini label busana SANKUANZ yang mengeluarkan rompi tersebut buka suara. Dalam sebuah pernyataan yang diunggah di jejaring Twitter pada Selasa (2/6), brand fashion asal China itu mengaku bahwa rompi yang dikenakan Luhan merupakan bagian dari koleksi Fall/Winter 2020 yang diberi nama ‘The Century’.
Masih dalam pernyataannya, SANKUANZ menyebut bahwa koleksi itu ingin menyoroti latar belakang sejarah dan budaya. Dengan menggabungkan berbagai simbol dari militer, agama, dan kultur pop, sang desainer berniat untuk mengekspresikan hormatnya keberagaman budaya di abad ini melalui koleksi tersebut.
ADVERTISEMENT
“Sayangnya, karena kurangnya kesadaran akan budaya muslim, kami mengutip kalimat syahadat secara tidak tepat dalam desain kami. Kami benar-benar minta maaf kepada semua muslim dan kami tidak akan menggunakan kalimat syahadat dalam desain kami di masa depan,” tulis SANKUANZ dalam pernyataan resminya.
----
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona.
*****
Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white