Lupita Nyong’o dan Mandy Moore Suarakan soal Urgensi Riset Kesehatan Perempuan
·waktu baca 2 menit

Ladies, aktris Lupita Nyong’o dan Mandy Moore baru saja menyuarakan keresahan mereka soal minimnya perhatian terhadap kesehatan perempuan.
Dalam wawancara dengan ABC News Live Prime pada Selasa (16/9), keduanya mengungkapkan pengalaman pribadi sekaligus dorongan untuk mendorong penelitian kesehatan perempuan agar lebih diprioritaskan.
Bagi Lupita, titik balik datang saat ia didiagnosis fibroid lebih dari 10 tahun lalu. Kondisi ini membuatnya mengalami nyeri hebat, pendarahan berat, hingga akhirnya harus menjalani operasi pengangkatan 30 fibroid dari rahimnya.
“Saya merasa sangat sendirian. Dokter hanya memberi dua opsi, yaitu hidup dengan rasa sakit atau operasi. Saya kaget betapa minimnya pengetahuan medis soal kondisi ini,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa membiarkan perempuan menormalisasi rasa sakit adalah hal yang tidak bisa diterima.
Sementara itu, Mandy Moore menuturkan motivasinya semakin kuat sejak menjadi ibu. Ia ingin anak-anaknya, serta generasi berikutnya mendapatkan akses kesehatan yang lebih baik.
“Sejak punya anak, saya makin sadar pentingnya advokasi. Rasanya ini sesuatu yang jelas untuk menggunakan platform yang saya miliki demi mendorong perubahan,” jelasnya.
Dalam kunjungan ke Washington D.C., Lupita dan Mandy juga bergabung dengan para ahli dari Society for Women’s Health Research untuk bertemu legislator. Mereka membahas tiga rancangan undang-undang penting terkait kesehatan maternal dan riset fibroid rahim.
Tak hanya itu, mereka juga mendukung inisiatif Day of Action to Fund Women’s Health yang digelar pada Kamis (18/9) sebagai langkah nyata agar suara perempuan tak lagi diabaikan dalam dunia medis.
