Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8

ADVERTISEMENT
Kabar duka datang dari dunia penyiaran dan komunikasi. Mantan penyiar televisi senior, Maria Dinariati Natanegara atau yang lebih dikenal Inke Maris, meninggal dunia di usia 72 tahun, pada Kamis (31/12) pukul 19.20 WIB.
ADVERTISEMENT
Menurut keterangan resmi dari pihak Inke Maris & Associates yang didapat kumparanWOMAN pada Kamis (31/12), Inke Maris menderita serangan stroke. Sebelumnya, Inke Maris sempat menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Medistra, hingga menghembuskan nafas terakhirnya pada Kamis (31/12) malam.
“Ibu Inke senantiasa menunjukkan perjuangan sejak menjalani perawatan intensif di RS Medistra karena kondisi kritis serangan stroke. Segala upaya telah dikerahkan untuk memulihkan kesehatan beliau, namun Sang Maha Pencipta telah menentukan lain dan semua milik-Nya akan kembali kepada-Nya,” demikian keterangan tertulis yang diterima kumparanWOMAN.
Jenazah akan disemayamkan di rumah duka Jl. MPR Raya Kav. 8 No.8 Cilandak Barat, Jakarta, pada Jumat (1/1).
Selama masa hidupnya, perempuan kelahiran Bogor, Jawa Barat ini dikenal sebagai sosok penyiar berita (TV) profesional yang populer. Mantan penyiar BBC dan TVRI itu juga diketahui sebagai salah satu perempuan asal Indonesia yang berhasil mewawancarai tokoh-tokoh ternama di dunia, salah satunya Mantan Perdana Menteri Inggris Margaret Thatcher.
ADVERTISEMENT
Selain dikenal sebagai salah satu penyiar TV terkemuka di Indonesia, Inke juga dikenal sebagai pebisnis dan konsultan komunikasi yang sukses. Perempuan yang memegang gelar Master di bidang Komunikasi Massa dari Universitas Leicester, London itu mendirikan perusahaan konsultan komunikasi & jasa Public Relations (PR) pada 1986, yang diberi nama Inke Maris & Associates.
Pada November 2020 lalu, Inke menerima penghargaan dari International Women’s Entrepreneurial Challenge Foundation (The IWEC Foundation) yang berbasis di New York, Amerika Serikat. Ini merupakan penghargaan khusus bagi perempuan-perempuan pemilik bisnis di seluruh dunia. Tahun 2020 lalu, penghargaan itu diberikan kepada 51 entrepreneur perempuan seluruh dunia, termasuk Indonesia.
Mengutip situs resmi Inkemaris.com, Inke pernah diangkat menjadi staf ahli di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI pada 2001, dan staf ahli di Kementerian Pemberdayaan Perempuan pada 2004. Selain itu, Inke juga berperan penting dalam pendirian dan pengoperasian media center SBK-JK (Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla) pada masa kampanye pemilihan presiden RI 2004 silam. Inke juga menjadi staf ahli untuk Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia tahun 2000 - 2001.
ADVERTISEMENT
Selamat jalan Inke Maris.