Masalah Gigi dan Mulut Bisa Berdampak pada Kesehatan Mental, Ini Kata Ahli
·waktu baca 2 menit

Kesehatan gigi dan mulut sering kali tidak dianggap sebagai aspek penting oleh sebagian orang. Terkadang sikat gigi dua kali sehari saja sudah dianggap cukup untuk menjaga kesehatan gigi, namun kenyataannya ada banyak perawatan lain yang diperlukan.
Apalagi, kesehatan gigi punya keterkaitan yang erat dengan kondisi kesehatan mental kamu lho, Ladies. Dokter Spesialis Gigi di Audy Dental Clinic, drg. Yulita Bong mengatakan bahwa masalah gigi bisa berpengaruh setidaknya pada tiga hal penting, yakni pola makan, bau mulut, dan kepercayaan diri seseorang.
“Nggak jarang kita ketemu pasien yang kalau setiap kali senyum prefer nggak kelihatan giginya atau kalau ketawa sambil ditutupi gitu karena nggak confident, either karena bau mulutnya atau giginya nggak rapi. Hal-hal itu yang sebenarnya bisa mempengaruhi confidence-nya seseorang ya sehingga memengaruhi kualitas hidupnya,” ujar Yulita saat jumpa media di Audy Dental Clinic Kemang, Jumat (12/1).
Senada dengan itu, mengutip laman Kemenkes RI, kesehatan gigi yang buruk seperti infeksi atau penyakit gusi dapat menyebabkan rasa sakit yang parah. Hal ini pada akhirnya bisa merusak penampilan seseorang dan kualitas hidupnya secara keseluruhan. Ya, Ladies, seseorang dengan masalah gigi sering merasa malu atau rendah diri, sehingga memicu gangguan kesehatan mental seperti depresi.
Sebaliknya, kondisi kesehatan mental yang buruk juga memengaruhi perilaku perawatan gigi seseorang. Mereka yang mengalami depresi misalnya, sering kali tidak memiliki motivasi untuk merawat gigi dan mulutnya dengan baik. Pada akhirnya, ini akan mengarah kepada kebiasaan sikat gigi yang tidak teratur dan keengganan berkonsultasi dengan dokter gigi saat muncul masalah.
Gangguan kesehatan mental seperti kecemasan dan stres berlebihan juga dapat menimbulkan kebiasaan yang bisa merusak gigi. Saat merasa cemas dan stres, menggigit kuku atau menggertakkan gigi mungkin jadi cara seseorang untuk menenangkan diri. Padahal, keduanya justru bisa mengakibatkan kerusakan pada enamel gigi dan menyebabkan rasa sakit di rahang.
Penelitian yang terbit di Journal of Dental Research and Scientific Development juga menunjukkan bahwa stres juga dapat memengaruhi pola makan seseorang, seperti mendorong konsumsi makanan yang tidak sehat dan peningkatan konsumsi gula yang dapat berpengaruh pada kesehatan gigi.
Karenanya, kesehatan gigi dan mulut sangat beriringan dengan kondisi mental seseorang. Ketika kamu dapat menjaga kesehatan gigi dengan baik, maka secara alami kepercayaan dirimu juga akan meningkat dan kualitas hidupmu pun terjaga. Jadi, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter setiap kali kamu memiliki masalah gigi dan mulut, ya.
