Kumparan Logo

Masih Jarang Didengar, 5 Merek Tas Ini Jadi Favorit Fashionista

kumparanWOMANverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi perempuan mengenakan tas. Foto: Maria Markevich/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi perempuan mengenakan tas. Foto: Maria Markevich/Shutterstock

Tas-tas klasik seperti Hermes Birkin, Lady Dior, dan Chanel 11.12 bisa saja menjadi pujaan perempuan. Namun, perhatian insan mode saat ini juga tertuju pada tas-tas yang trendi, segar, dan membawa keriangan baru.

Dipengaruhi oleh serial tv hingga gaya selebritas dan influencer, muncullah sederet tas trendi dari label baru maupun yang berusia hampir 200 tahun. Semuanya siap meramaikan isi lemarimu, Ladies!

Thaden

Salah satu koleksi tas dari jenama Thaden. Foto: Thaden

Diluncurkan secara global pada Paris Fashion Week 2022, label asal Swiss ini menjadi buah bibir setelah kemunculannya di serial Emily in Paris. Diinspirasi oleh ilosofi Jepang Ma yang mengagungkan jeda dalam ruang dan waktu, seniman Kristina Thaden menciptakan tas seperti karya seni patung.

Salah satu koleksi tas dari jenama Thaden. Foto: Thaden
Koleksi tas Thaden yang muncul di Serial Emily in Paris. Foto: Netflix

“Saya terpikat dengan jeda. Di saat-saat hening, gerakan yang terhenti, di tengah kevakuman objek,” kata Thaden. Tas bertajuk The Whole yang dikenakan tokoh Emily, adalah gambaran energi yang memancar dari gerakan yang membeku.

Delvaux

instagram embed

Label tas Delvaux didirikan pada 1829, lahir sebelum Kerajaan Belgia berdiri satu tahun kemudian, yakni pada 1830. Dengan sejarahnya yang panjang, label ini telah mendesain lebih dari 3.000 tas tangan yang setiap kreasinya dikatalogkan dalam Buku Emas Delvaux, Livre d’Or. Tas Delvaux apa yang paling popular saat ini? Tas Brilliant adalah tas terpopuler dari label Delvaux.

instagram embed

Diciptakan pada 1958, tas ini mengambil inspirasi dari Philips Pavilion, sebuah bangunan yang dirancang oleh Le Corbusier saat Brussel menjadi tuan rumah World Fair. Ciri khasnya, gesper berhuruf D yang merupakan inisial Delvaux tersemat tepat di tengah. Tas ini terbuat dari 64 potongan kulit dan logam yang terpisah, dibutuhkan lebih dari 8 jam kerja untuk menyatukannya.

DeMellier

instagram embed

Tas berbasis di London ini didirikan oleh Mireia Llusia-Lindh. DeMellier melambangkan perpaduan antara warisan lama dan modernitas. 'De' berasal dari nenek Mireia, keturunan bangsawan yang keluarganya dapat ditelusuri kembali lebih dari 500 tahun di selatan Spanyol. 'Mellie' berasal dari nama Mireia dari keturunan Prancis, yang mencerminkan semangat kreatif modern.

instagram embed

Kate Middleton, Megan Markle, dan Beyoncé adalah pribadi ternama yang pernah terlihat mengenakan tas dari label ini. Vancouver, New York, dan Tokyo adalah nama-nama dari koleksi tas best seller mereka. Dibuat secara etikal di Eropa, untuk setiap tas yang terjual, label ini mendanai vaksin dan perawatan yang bertujuan untuk menyelamatkan nyawa anak yang membutuhkan.

Atelier de Production et de Création (A.P.C)

instagram embed

Atelier de Production et de Création alias A.P.C adalah merek pakaian asal Prancis yang terkenal karena kreativitas, keaslian, dan daya tahan produknya. Denim mentah mengangkat nama label yang diciptakan oleh pasangan suami-istri Jean dan Judith Touitou ini.

Yang paling menonjol dari label ini adalah gaya estetika yang sengaja dibuat tidak ramai. Lebih pada gaya keseharian yang mengedepankan esensi.

instagram embed

Tak hanya pakaian, tas-tas keluaran A.P.C menemukan penggemarnya sendiri. Tas Grace yang terinspirasi dari gaya vintage dan Demi-Lune yang berbentuk setengah bulan menjadi tas-tas terpopuler dari label ini. Katie Holmes, Kristen Bell, Jennifer Lawrence merupakan penggemar tas-tas A.P.C.

Pierre Hardy

instagram embed

Nama Pierre Hardy telah lama dikenal di dunia mode. Mengawali karier sebagai ilustrator majalah, Pierre pernah menjadi desainer sepatu untuk rumah mode Dior. Pada 1990, ia bergabung dengan Hermès untuk mendesain sepatu wanita dan pria. Ia lalu meluncurkan label aksesori atas namanya sendiri pada 1999, memikat insan mode dengan karya-karya grafis dan inovatif.

instagram embed

Tas karyanya yang paling ikonik, tas Alpha, merupakan tas wanita yang serba guna, dapat diselempangkan di siang hari atau menjadi tas genggam malam hari. Desainnya bersih, tanpa logo dan tanpa ritsleting. Diciptakan pertama kali pada 2006, tas ini semakin menjadi hit, lagi-lagi berkat tokoh Emily in Paris.

Teks: Rifina Marie