Kumparan Logo

Melakukan Yoga dapat Membuat Kita Lebih Emosional, Ini Alasannya

kumparanWOMANverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
com-Ilustrasi melakukan yoga di rumah. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
com-Ilustrasi melakukan yoga di rumah. Foto: Shutterstock

Yoga memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh. Selain untuk meningkatkan kebugaran, memperbaiki postur tubuh hingga menguatkan tulang, yoga juga mampu mengatasi stres, depresi dan memperbaiki kesehatan mental.

Namun, ada satu hal yang mungkin secara tak sadar sering kita alami, yakni kita merasa tenggelam dalam emosi yang disebabkan karena pose saat melakukan yoga, termasuk juga suasana yang mendukung. Tanpa disadari kita menjadi lebih emosional, ketika mencoba ingin fokus sambil menutup mata dan menarik napas dalam-dalam. Kadang kita mengingat berbagai permasalahan hidup, atau hal yang sedang mengganggu pikiran yang akhirnya membuat emosi membuncah.

Ladies, apakah Anda pernah merasakan hal ini? Jika iya, jangan sedih. Anda bukan satu-satunya orang yang mengalaminya. Karena menurut instruktur yoga asal Amerika Serikat, Kathryn Budig, ada banyak orang yang awalnya baik-baik saja saat melakukan gerakan yoga, Tetapi kemudian menjadi emosional seiring dengan banyaknya gerakan yang dilakukan.

Ilustrasi yoga di rumah. Foto: Shutterstock

"Saya telah melihat banyak orang menjadi lebih emosional saat melakukan yoga. Membiarkan air mata mengalir yang bercampur dengan keringat, sementara yang lainnya menangis pelan hingga ada yang izin keluar dari ruangan. Semua perasaan emosional ini sangat wajar dialami, meskipun Anda tidak menduganya," jelas Kathryn seperti dikutip dari Bustle.

Mengapa hal ini bisa terjadi? Dituturkan oleh instruktur yoga dari YogaSix, Clifton Turner, ada lonjakan perasaan yang ditimbulkan saat Anda melakukan beberapa gerakan yoga, seperti saat meregangkan pinggul, melakukan pose merpati (kedua tangan di lantai dengan satu kaki naik ke atas), melakukan namaste atau saat telentang.

Lonjakan perasaan yang membuat kita menjadi cukup emosional ini dapat menjadi intens bila kita melakukan setiap gerakan dengan fokus sambil membuat tubuh lebih rileks.

"Pose lain seperti camel atau backbends dan pose savasana juga membuat banyak orang lebih emosional. Walaupun kelihatannya mudah, kita hanya berbaring di atas matras, tetapi banyak yang menjadikan momen relaksasi ini sebagai ajang untuk introspeksi diri," ujar Clifton.

Yoga dapat melepaskan emosi dan perasaan yang berkecamuk di dalam diri

Downward Facing Dog yoga Foto: Shutterstock

Pada dasarnya, yoga adalah latihan yang memberikan ketenangan pada tubuh. Sehingga wajar, di awal-awal melakukan yoga, rasa emosional yang muncul akan memuncak karena Anda sedang beradaptasi.

Namun sebenarnya, rasa emosi ini berguna untuk membuat latihan yoga Anda semakin bermanfaat. Kathryn mengatakan, ada satu teori yang mengatakan bahwa rasa emosi dan ketakutan yang ada di dalam tubuh, banyak disimpan di area panggul dan otot-otot sekitarnya.

"Sehingga, saat seseorang meregangkan otot-otot panggulnya, tak heran bila rasa emosi yang Anda simpan selama ini juga ikut lepas. Ini adalah kesempatan untuk Anda yang ingin berhenti menyimpan rasa emosi dalam menghadapi suatu hal yang mengganggu," jelas Kathryn lagi.

Gerakan yoga warrior pose untuk mengecangkan payudara Foto: Shutterstock

Ketika rasa emosi menjalar di dalam tubuh saat sedang melakukan yoga, Clifton menyarankan untuk membiarkan perasaan tersebut mengalir di tubuh Anda. Dengan demikian, Anda bisa menjadi lebih tenang dan pikiran lebih jernih.

"Mungkin ini tidak mudah dilakukan, tetapi bila emosi Anda mengalir dengan sendirinya, maka ruang yoga harus menjadi tempat yang aman untuk memproses emosi dan menenangkan Anda, sama seperti ketika Anda bercerita tentang masalah Anda kepada keluarga atau teman dekat," demikian tutup Clifton.