Kumparan Logo

Mengenal 4 Tipe Attachment Style untuk Hubungan yang Lebih Bahagia

kumparanWOMANverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Mengenal 4 Tipe Attachment Style untuk Hubungan yang Lebih Bahagia. Foto: Prostock-studio/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Mengenal 4 Tipe Attachment Style untuk Hubungan yang Lebih Bahagia. Foto: Prostock-studio/Shutterstock

Pernah merasa pasanganmu terlalu menuntut perhatian, atau justru terlalu menjaga jarak? Atau mungkin kamu tipe yang nyaman-nyaman saja dengan kedekatan dan keintiman? Ternyata, pola ini bukan kebetulan, melainkan bagian dari attachment style atau cara kita membangun kedekatan emosional yang terbentuk sejak kecil dan terbawa hingga dewasa, Ladies.

Menurut Dr. Tara Suwinyattichaiporn, PhD, relationship coach sekaligus profesor komunikasi hubungan di California State University Fullerton, attachment style memengaruhi banyak hal dalam hubungan: mulai dari cara kita menyelesaikan konflik, mengekspresikan cinta, hingga membangun keintiman. Kalau tidak disadari, pola ini bisa memicu siklus perilaku yang kurang sehat.

Kenapa Penting Mengenali Attachment Style?

Ilustrasi Mengenal 4 Tipe Attachment Style untuk Hubungan yang Lebih Bahagia. Foto: Shutterstock

Attachment style memengaruhi cara kita merespons konflik, mengekspresikan rasa sayang, dan menjaga hubungan tetap sehat. Tipe secure cenderung memiliki hubungan lebih stabil, sementara tipe lain mungkin menghadapi tantangan seperti takut penolakan, menarik diri secara emosional, atau sulit menetapkan batasan.

Berita baiknya, attachment style tidak permanen. Dengan bantuan terapi, kesadaran diri, dan pengalaman hubungan yang sehat, siapa pun bisa bergerak dari pola yang tidak aman menjadi lebih secure.

Kalau kamu ingin hubungan yang lebih harmonis, mulailah dengan mengenali pola dirimu dan pasangan. Ingat, ini bukan vonis seumur hidup, tapi titik awal menuju hubungan yang lebih sehat dan penuh pengertian. Nah maka dari itu, kenali dulu empat jenis attachment style berikut ini, Ladies.

1. Secure Attachment

Ilustrasi Secure Attachment. Foto: Shutterstock

Orang dengan secure attachment biasanya nyaman dengan cinta dan keintiman. Mereka percaya pada pasangan, mampu berkomunikasi terbuka, dan tidak takut ditinggalkan. Pola ini biasanya terbentuk dari masa kecil yang penuh dukungan di mana orang tua atau pengasuh konsisten hadir dan responsif terhadap kebutuhan anak.

2. Anxious (Preoccupied) Attachment

Ilustrasi Anxious (Preoccupied) Attachment. Foto: Antonio Guillem/Shutterstock

Tipe ini cenderung khawatir akan ditinggalkan dan sering merasa dirinya “tidak cukup” bagi pasangan. Mereka haus akan kepastian, tetapi bisa jadi terlalu bergantung atau clingy. Penyebabnya sering kali karena pengalaman masa kecil dengan pengasuh yang kadang hadir, kadang tidak yang membuat anak tumbuh dengan rasa tidak aman terhadap cinta dan perhatian.

3. Avoidant (Dismissive) Attachment

Ilustrasi Avoidant (Dismissive) Attachment. Foto: Shutterstock

Orang dengan avoidant attachment sangat menghargai kemandirian dan sering menjaga jarak emosional. Mereka cenderung menganggap hubungan terlalu menuntut atau membatasi. Pola ini biasanya terbentuk dari pengasuh yang dingin atau kurang terhubung secara emosional, sehingga anak belajar hanya mengandalkan dirinya sendiri.

4. Fearful-Avoidant (Disorganized) Attachment

Ilustrasi Fearful-Avoidant (Disorganized) Attachment. Foto: Shutterstock

Tipe ini adalah campuran antara cemas dan menghindar. Mereka ingin dekat, tapi juga takut keintiman. Hubungan sering terasa naik-turun dan tidak stabil. Akar permasalahannya sering berasal dari trauma atau pengabaian di masa kecil, yang membuat kepercayaan sulit dibangun.