Kumparan Logo

Mengenal 7 Jenis Pelecehan Verbal dalam Hubungan Asmara, Ladies Wajib Waspada

kumparanWOMANverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi pasangan bertengkar. Foto: Tirachard Kumtanom/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pasangan bertengkar. Foto: Tirachard Kumtanom/Shutterstock

Apakah pasangan kamu sering menggunakan kata-kata yang menyerang, mengejek, memanipulasi, atau merendahkan? Jika ya, kamu bisa jadi tengah mengalami verbal abuse atau pelecehan verbal yang dilakukan oleh pasangan, Ladies.

Mengutip Verywell Mind, pelecehan verbal termasuk dalam jenis pelecehan emosional. dan dapat berdampak negatif pada kesehatan psikologis seseorang. Pelecehan verbal sendiri dilakukan untuk mengendalikan dan mempertahankan kekuasaan atas orang lain.

Kebanyakan orang berasumsi bahwa jika seseorang dilecehkan secara verbal, orang yang menyerangnya mungkin menyerang secara terang-terangan dengan mengejek atau mengancam. Namun, ada beberapa jenis pelecehan verbal yang membuat seseorang tidak menyadarinya.

Pelecehan verbal bisa terjadi tanpa kekerasan fisik. Namun, efeknya bisa sama merusaknya dengan kekerasan fisik. Agar kamu terhindar dari pelecehan verbal dalam menjalani hubungan asmara, simak beberapa jenisnya berikut ini seperti kumparanWOMAN kutip dari Verywell Mind.

1. Menyalahkan

Pelecehan verbal ini membuat korban percaya bahwa mereka bertanggung jawab atas perilaku kasar yang mereka terima.

2. Merendahkan

Meski sering disamarkan sebagai humor, komentar sarkasme yang dimaksudkan untuk meremehkan dan merendahkan orang lain bisa merupakan pelecehan verbal.

3. Kritik

Ilustrasi pasangan bertengkar saat traveling Foto: Shutter Stock

Ini melibatkan komentar kasar dan terus-menerus yang dimaksudkan untuk membuat seseorang merasa buruk akan dirinya sendiri. Kritik yang termasuk dalam pelecehan verbal adalah kritik yang tidak membangun atau sengaja diucapkan untuk menyakitkan hati seseorang.

4. Gaslighting

Gaslighting adalah perilaku menguasai atau mengontrol pasangan dengan manipulasi yang membuat korban menjadi tidak berdaya. Pada akhirnya, korban akan merasa bahwa apa pun yang dikatakan oleh orang lain adalah hal benar hingga korban kehilangan keyakinan diri.

5. Penghinaan

Ilustrasi suami tertekan. Foto: Shutter Stock

Saat seseorang dihina di depan umum oleh teman sebaya, teman, anggota keluarga, atau pasangan kencan, ini bisa sangat menyakitkan dan termasuk dalam pelecehan verbal.

6. Manipulasi

Menggunakan kata-kata untuk memanipulasi dan mengendalikan orang lain juga merupakan jenis pelecehan verbal. Ini dapat mencakup membuat pernyataan seperti, "Jika kamu benar-benar mencintai saya, kamu tidak akan berbicara dengan orang lain tentang hubungan kita.”

7. Mengancam

Pelecehan verbal yang satu ini melibatkan pernyataan yang dimaksudkan untuk menakut-nakuti, mengendalikan, dan memanipulasi korban agar patuh. Ancaman tidak boleh dianggap enteng.

Ketika orang membuat ancaman, mereka mencoba untuk mengontrol dan memanipulasi korban. Ingat, tidak ada cara yang lebih baik untuk mengendalikan seseorang selain membuat mereka takut dalam beberapa cara.