Kumparan Logo

Mengenal Doomsday Anxiety, Fobia yang Mudah Memengaruhi Perempuan

kumparanWOMANverified-green

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mengenal Doomsday Anxiety, Fobia yang Mudah Memengaruhi Perempuan. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Mengenal Doomsday Anxiety, Fobia yang Mudah Memengaruhi Perempuan. Foto: Shutterstock

Ladies, apakah kamu pernah merasa sangat takut dengan kejadian-kejadian mengerikan yang sering dianggap tanda akhir zaman? Biasanya, kejadian yang ditakutkan berupa perang, wabah, perang nuklir, dan sebagainya.

Kalau kamu mengalaminya, kemungkinan ini adalah doomsday anxiety. Mengutip Daily Mail, seorang psikolog di London, Aaron Surtees, mengungkapkan penderita doomsday anxiety meningkat tajam selama pandemi dan perang di Ukraina.

Doomsday anxiety atau kecemasan akan kiamat mengacu pada jenis fobia yang meliputi ketakutan atau kekhawatiran tentang akhir dunia atau akhir kehidupan yang sedang dijalani saat ini.

Ketika mengalaminya, seseorang yang memiliki kecemasan ringan dapat berubah menjadi kecemasan tertentu. Kondisi tersebut bisa membuat pikiran menjadi tidak terarah, sehingga membuat pandangan seseorang tentang realitas jauh dari situasi sebenarnya.

Jenis fobia ini ternyata juga mudah dialami oleh perempuan, terutama ibu, Ladies. Orang-orang yang sebelumnya sudah memiliki kecemasan jadi sangat rentan dan keadaan dunia saat ini membuatnya lebih mudah mengalami kecemasan kiamat, serangan panik, stres, dan depresi.

Surtees menjelaskan, perempuan, terutama ibu, lebih memungkinkan mengalami doomsday anxiety karena mereka khawatir tentang keadaan dunia saat ini berdampak pada kesejahteraan anak-anak mereka.

“Perempuan secara statistik lebih mungkin menderita kecemasan dan stres, dan kondisi ini juga telah meningkat seiring dengan banyaknya jumlah anak-anak yang diekspos dalam berita dan efek jangka panjang dari pandemi,” kata Surtees, dikutip dari Daily Mail.

ilustrasi wanita cemas, stres atau depresi Foto: Shutterstock

Gejala umum doomsday anxiety

  • Mimpi buruk kronis.

  • Perasaan takut sepanjang hari.

  • Terobsesi dengan berita di media online, terutama mengenai peristiwa yang dianggap sebagai malapetaka.

  • Kurang tidur dan sering bangun di malam hari.

  • Tidak bisa menikmati waktu sendiri atau sulit merasa bahagia.

  • Makan berlebihan atau tidak makan sama sekali.

  • Khawatir tentang berbagai hal.

  • Sering menangis.

  • Mengalami Obsessive-Compulsive Disorder (OCD).

  • Sering membatalkan suatu rencana dan tidak memiliki motivasi.

Cara mengatasi doomsday anxiety

1. Terima hal buruk yang terjadi dalam kehidupan

Ilustrasi perempuan. Foto: Shutter Stock

Ladies, membayangkan dunia yang sempurna dan tidak mengakui hal-hal buruk bisa terjadi adalah seperti hidup di dunia fantasi. Pada kenyataannya, ada berbagai tantangan dan hal-hal yang mungkin melukai atau menyakiti kita.

Cara terbaik untuk menghadapinya adalah dengan menerima dan menjalani hari demi hari. Sebab hari berikutnya bisa saja menjadi hari yang lebih baik. Jadi tetap berusaha tegar ya, Ladies.

2. Praktikkan teknik STOP

Ilustrasi Perempuan Istirahat. Foto: Dok. Shutterstock

STOP adalah singkatan dari Stop, Take a breath, Observe, dan Put into action. Secara nyata mengucapkan kata "berhenti" dengan keras bisa sangat ampuh untuk mempengaruhi pikiran pada alam bawah sadar.

Kemudian ambil waktu untuk menarik napas, dilanjutkan dengan mengamati tubuh, pikiran, emosi, dan perasaan. Lalu, lakukan tindakan yang lebih tenang dan terarah. Teknik ini memungkinkan kamu untuk berpikir lebih jernih dan bisa mengubah pikiran menjadi lebih positif.

3. Mengurangi waktu scrolling ponsel

Ilustrasi wanita mengunci diri di kamar Foto: Shutter Stock

Ladies, menghabiskan waktu berlebihan untuk scrolling di ponsel dengan melihat media sosial atau berita, dapat berdampak negatif pada kesehatan mental. Hal ini juga dapat membuat waktu tidur terganggu, sehingga meningkatkan peluang cemas dan stres.

Jika seperti ini, lebih baik kamu mencoba untuk mengurangi waktu scrolling di ponsel. Tentukan dengan tegas kapan harus meletakkan ponsel dan menggunakannya. Selain itu, cobalah menonaktifkan atau berhenti mengikuti akun yang memicu kecemasan hari kiamat ini.

4. Berlatih afirmasi penghilang rasa takut

Ilustrasi cara atasi rasa insecure pada diri sendiri dengan berkaca Foto: Shutterstock

Afirmasi penghilang rasa takut akan mengalihkan pikiran dari ketakutan dan kekhawatiran, Ladies. Lakukan cara ini setiap pagi dan sore hari dengan mencari posisi yang nyaman.

Mulailah dengan bernapas dalam dan tenang, lalu rasakan beban kaki dan lengan, biarkan energi relaksasi mengalir di pikiran dan tubuh. Ladies dapat mencoba menggunakan beberapa kalimat afirmasi, tetapi pastikan itu sederhana dan mudah diterima. Misalnya, “Saya aman, orang yang saya cintai aman dan terjamin”.

5. Cek fakta sebelum panik

Ilustrasi menggunakan ponsel. Foto: Shutter Stock

Mudahnya akses ke berita, baik fakta maupun palsu, membuat pikiran seseorang dapat terpengaruh dan kecemasan dapat muncul kapan saja. Tidak semua yang dibaca, dilihat, dan didengar adalah informasi akurat.

Cara mengatasinya adalah baca dengan perlahan dan hati-hati, periksa tanggal, lihat konteks, dan pastikan sumber berita dapat dipercaya. Melakukan hal ini akan membuat kamu lebih tenang dan membantu mengurangi kecemasan hari kiamat.

6. Menerima ketidakpastian

Ilustrasi Perempuan. Foto: Shutter Stock

Penerimaan dan berdamai dengan peristiwa kehidupan bisa menjadi cara untuk membantu kamu melewati hari demi hari. Menerima bahwa diri sendiri tidak memiliki kendali atas suatu kejadian akan membantu kamu menerima emosi dan situasi yang tidak pasti.

7. Praktikkan teknik meditasi sederhana

Ilustrasi Meditasi Foto: Dok. Shutterstock

Ladies juga dapat mengurangi tingkat kecemasan dengan teknik meditasi sederhana. Lakukan dengan menekan ibu jari dan jari tengah bersama-sama, mengambil napas dalam-dalam dan mengulangi afirmasi tertentu seperti, “Saya tenang” atau “Saya baik-baik saja”. Dengan menekan ibu jari dan jari tengah dan mengucapkan afirmasi singkat, alam bawah sadar kamu akan mengarah ke pola pikir yang lebih tenang dan menghentikan pikiran negatif.