Kumparan Logo

Mengenal Financial Abuse, Kerap Jadi Tanda Pertama Kekerasan di Hubungan Asmara

kumparanWOMANverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
com-Ilustrasi pasangan suami istri sedang berdiskusi tentang finansial rumah tangga. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
com-Ilustrasi pasangan suami istri sedang berdiskusi tentang finansial rumah tangga. Foto: Shutterstock

Saat berbicara tentang kekerasan dalam rumah tangga, hal pertama yang mungkin terlintas dalam pikiran adalah kekerasan verbal dan fisik. Akan tetapi, penelitian telah menunjukkan bahwa financial abuse alias penyalahgunaan finansial dengan frekuensi cukup sering dalam sebuah hubungan sama seperti dengan bentuk-bentuk kekerasan lainnya.

Mengutip Verywell Mind, sebuah studi oleh Centers for Financial Security bahkan menemukan bahwa 99 persen kasus kekerasan dalam rumah tangga juga melibatkan penyalahgunaan keuangan.

Terlebih lagi, penyalahgunaan keuangan sering kali merupakan tanda pertama kekerasan dalam pacaran dan kekerasan dalam rumah tangga. Karena itu, penting untuk mengenal financial abuse atau penyalahgunaan keuangan dalam sebuah hubungan asmara.

Apa itu financial abuse?

com-Ilustrasi pasangan sedang belajar finansial rumah tangga. Foto: Shutterstock

Menurut Verywell Mind, financial abuse atau penyalahgunaan keuangan melibatkan pengendalian kemampuan korban untuk memperoleh, menggunakan, dan memelihara sumber daya keuangan. Mereka yang menjadi korban secara finansial dapat dicegah untuk bekerja.

Mereka juga mungkin memiliki akses yang terbatas terhadap keuangan mereka atau dikendalikan oleh pelaku. Mereka jarang mempunyai akses penuh ke uang. Ketika memiliki uang, mereka sering kali harus memperhitungkan setiap pengeluarannya.

Financial abuse adalah salah satu metode paling ampuh untuk membuat korban terjebak dalam hubungan yang kasar. Penelitian menunjukkan bahwa para korban sering kali terlalu khawatir tentang kemampuan mereka untuk menyediakan keuangan bagi diri mereka sendiri dan anak-anak mereka.

Secara keseluruhan, bentuk-bentuk penyalahgunaan keuangan bervariasi dari satu situasi ke situasi lainnya. Terkadang pelaku menggunakan cara halus seperti manipulasi, sementara pelaku lain mungkin lebih terbuka, menuntut, dan mengintimidasi.

Pada umumnya, ada beberapa taktik yang dilakukan oleh pelaku financial abuse. Mereka bisa mengontrol keuangan pasangannya, mulai dari pemasukan hingga tabungan.

Mereka bahkan merasa berhak atas uang atau aset kamu. Mereka juga bisa menuntut kamu menyerahkan gaji, termasuk PIN ATM atau kartu kredit, dan mengharapkan kamu membayar tagihan atau kewajiban mereka.

Upaya lain yang biasanya dilakukan para pelaku financial abuse, yakni mereka mencoba mengontrol kemampuan kamu untuk mendapatkan uang. Dengan kata lain, mereka bisa mengganggu pekerjaan kamu atau bahkan mengendalikan pilihan karier kamu.

Jadi, itu tadi penjelasan mengenai financial abuse, Ladies. Dengan mengenali hal ini, diharapkan kamu bisa terhindar dari kekerasan dalam pacaran dan kekerasan dalam rumah tangga.