kumparan
23 Juli 2019 8:28

Mengenal Intermittent Fasting yang Diklaim Cepat Turunkan Berat Badan

Ilustrasi Diet Intermittent Fasting
Diet intermittent fasting diklaim ampuh turunkan berat badan. Foto: Shutterstock
Bagi sebagian besar perempuan, saat ini diet dan mengatur pola makan sudah menjadi bagian gaya hidup.
ADVERTISEMENT
Sejak gaya hidup sehat menjadi populer, banyak yang berlomba-lomba untuk melakukan berbagai diet, mulai dari diet mayo, diet karbo, diet vegan, dan masih banyak lagi. Setiap perempuan yang menjalani diet tentu memiliki alasan masing-masing, namun kebanyakan melakukan diet karena ingin menurunkan berat badan.
Air 4
Saat sedang diet. Foto: Thinkstock
Nah, belakangan ini diet yang sedang populer dilakukan adalah intermittent fasting atau diet puasa. Apakah Anda sudah pernah mendengarnya? Banyak orang terutama perempuan melakukan diet tersebut untuk menurunkan berat badan, memperbaiki kesehatan, atau mempermudah gaya hidup mereka.
Beberapa studi mengatakan bahwa intermittent fasting tidak hanya dapat membantu menurunkan berat badan, tetapi juga memiliki efek positif bagi tubuh dan otak, serta bisa membuat Anda hidup lebih lama.
Lalu apa sebenarnya intermittent fasting itu? Apa saja manfaatnya untuk tubuh dan bagaimana cara melakukannya?
ADVERTISEMENT
Apa itu intermittent fasting dan bagaimana cara melakukannya?
Ilustrasi minum air putih
Ilustrasi minum air putih Foto: Shutterstock
Intermittent fasting merupakan sebuah pola makan yang mengharuskan Anda untuk makan di waktu-waktu tertentu saja. Berbeda dengan diet yang lain, intermittent fasting tidak membatasi makanan apa saja yang harus dikonsumsi, melainkan kapan waktu yang tepat untuk mengkonsumsinya. Dan bedanya dengan puasa pada umumnya adalah, intermittent fasting ini tidak melarang Anda untuk minum, asalkan minuman yang dikonsumsi sama sekali tidak mengandung kalori seperti air mineral atau kopi murni tanpa campuran.
Intermittent fasting memiliki beberapa metode yang bisa Anda pilih. Pertama, Anda bisa melakukan pembatasan waktu yang dengan cara 16:8. Saat melakukan metode 16:8 ini, Anda tidak boleh sarapan pagi dan harus membatasi waktu makan Anda selama 8 jam saja. Misalnya Anda boleh makan dari jam 1.00 siang sampai jam 9.00 malam. Itu artinya, Anda hanya boleh makan paling tidak di waktu makan siang dan makan malam. Setelah itu, Anda harus berpuasa selama 16 jam. Pola makan ini harus dilakukan setiap hari.
Ilustrasi Diet Intermittent Fasting
Metode intermittent fasting 5:2. Foto: Shutterstock
Kedua, Anda bisa mencoba cara selang-seling atau eat-stop-eat. Metode yang satu ini dilakukan dengan cara Anda harus berpuasa selama 24 jam penuh selama satu atau dua kali seminggu. Lalu di hari lain Anda bisa makan dengan aturan normal.
ADVERTISEMENT
Kemudian yang terakhir, cara lainnya adalah diet 5:2. Saat melakukan diet 5:2 ini, Anda hanya diperbolehkan mengkonsumsi kalori sebanyak 500-600 kalori selama dua hari. Setelah itu di lima hari lainnya Anda bisa makan dengan hitungan kalori normal, yaitu sekitar 1500-1800 kalori per hari untuk perempuan, sedangkan laki-laki 2000 kalori per hari. Diet 5:2 ini tidak perlu dilakukan selama dua hari berturut-turut, jadwalnya bisa disesuaikan dengan kesibukan Anda.
Ilustrasi Diet Intermittent Fasting
Diet intermittent fasting untuk mengatur pola makan. Foto: Shutterstock
Ketiga metode ini dipercaya bisa membantu Anda menurunkan berat badan dengan cepat. Hanya saja menurut dr. Grace Judio-Kahl, MSc, MH, CHt, Dipl. AAAM, konsultan penurunan berat badan, ahli gizi, dan peneliti tingkah laku yang juga merupakan pendiri Klinik lightHOUSE Indonesia, semua metode intermittent fasting akan berjalan dengan maksimal dan bisa cepat menurunkan berat badan jika tubuh Anda memiliki deposit atau simpanan kalori.
ADVERTISEMENT
“Sama dengan diet yang lain, intermittent fasting bisa menurunkan berat badan jika tubuh Anda memiliki simpanan kalori. Karena kalau kalorinya kurang, tubuh akan membakar tabungan kalori untuk dijadikan energi. Jika sudah begitu, jumlah kalori tubuh menjadi tidak seimbang, tubuh justru menjadi mudah lapar, dan metabolisme tubuh bisa terganggu,” ungkap dr. Grace saat dihubungi kumparanWOMAN.
Apa saja manfaat intermittent fasting bagi tubuh?
Ilustrasi diet
Ilustrasi diet Foto: Thinkstock
Sama dengan puasa yang biasa dijalani saat bulan Ramadan, intermittent fasting juga memiliki pengaruh terhadap hormon tubuh. Misalnya selama ‘puasa’, tubuh Anda akan menyesuaikan kadar hormon agar bisa membuat lemak yang tersimpan dalam tubuh menjadi lebih mudah diakses.
Selain itu, di waktu yang bersamaan sel-sel dalam tubuh Anda juga akan melakukan proses regenerasi penting dan mengubah struktur gen.
Ilustrasi hidup sehat, Ilustrasi konsumsi makanan sehat
Ilustrasi konsumsi makanan sehat. Foto: Shutter Stock
“Saat melakukan intermittent fasting, hormon pertumbuhan atau Human Growth Hormon (HGH) menjadi lebih bagus, membuat tubuh lebih bugar dan sehat. Lemak menjadi mudah terbakar. Jika dibarengi dengan olahraga rutin, otot-otot tubuh akan mudah terbentuk dengan baik,” jelas dr. Grace.
ADVERTISEMENT
Tak hanya itu, dr. Grace juga menambahkan bahwa intermittent fasting juga membuat sensitivitas insulin dalam tubuh meningkat sehingga kadar insulin bisa turun secara drastis. Proses tersebut bisa membuat lemak yang tersimpan dalam lebih mudah diakses untuk diubah menjadi energi, sehingga tidak tertimbun begitu saja di dalam tubuh.
Intermittent fasting bisa jadi alternatif untuk menurunkan berat badan
Menimbang Berat Badan
Intermittent diet diklaim dapat menurunkan berat badan dengan cepat. Foto: Shutterstock
Menurut hasil studi dari National Institute of Health, alasan sebagian besar orang mencoba intermittent fasting adalah karena cara ini dipercaya dapat membantu menurunkan berat badan.
Dengan membuat Anda makan lebih sedikit, intermittent fasting dapat menyebabkan pengurangan asupan kalori secara otomatis di dalam tubuh. Selain itu, intermittent fasting juga dapat memaksimalkan kerja hormon yang dapat membantu berat badan Anda menurun dengan cepat.
Ilustrasi Olahraga
Ilustrasi perut ramping dan berotot. Foto: Shutter Stock
Sebuah studi di tahun 2014 menemukan fakta bahwa pengaturan pola makan lewat intermittent fasting ini dapat menurunkan berat badan 3-8 persen dalam kurun waktu 3-24 minggu atau lebih tepatnya selama 6 bulan.
ADVERTISEMENT
Sebagai catatan penting dari dr. Grace, kunci utama dari melakukan intermittent fasting ini adalah Anda harus bisa mengurangi kalori dalam tubuh. Jika Anda tidak bisa mengontrol jumlah kalori yang masuk dalam periode makan, maka berat badan Anda tidak akan turun dan bisa dikatakan diet yang Anda lakukan gagal.
Jadi bagaimana Ladies, Anda tertarik untuk mencoba diet intermittent fasting?
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan