Kumparan Logo

Mengenal istilah “Coldplayed” yang Viral Karena Perselingkuhan Terekam Jumbotron

kumparanWOMANverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi perselingkuhan. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi perselingkuhan. Foto: Shutterstock

Apa yang terlintas di benakmu saat mendengar kata “coldplayed”, Ladies? Apakah musik, konser megah, atau lagu-lagu ikonik dari band Coldplay? Ternyata, istilah yang satu ini sama sekali tidak ada kaitannya dengan dunia musik. Meski memang, istilah ini mulai mencuat setelah insiden yang terjadi di konser Coldplay baru-baru ini viral di media sosial.

Istilah “coldplayed” kini digunakan untuk menggambarkan situasi ketika seseorang ketahuan selingkuh secara terang-terangan, biasanya di tempat umum atau dalam momen-momen besar. Bukan sekadar ketahuan, tapi terekam kamera dan akhirnya tersebar luas di internet, jadi bahan gunjingan, meme, dan bahkan analisis netizen. Fenomena ini pertama kali ramai setelah sebuah video dari konser Coldplay di Massachusetts mencuri perhatian warganet.

Pada hari Rabu (16/7), cuplikan dari konser tersebut menunjukkan layar besar atau jumbotron menyorot sepasang perempuan dan laki-laki yang berdiri menonton konser sambil berpelukan mesra. Tak butuh waktu lama bagi netizen untuk mengungkap identitas mereka. Laki-laki dalam video diketahui adalah Andy Byron, CEO dari perusahaan teknologi Astronomer. Sementara perempuan yang bersamanya adalah Kristin Cabot, kepala HR di perusahaan yang sama. Hal yang membuat publik geger, keduanya diketahui telah menikah, namun bukan satu sama lain.

Ilustrasi perselingkuhan. Foto: Shutterstock

Sejak saat itu, istilah “coldplayed” mulai digunakan untuk menyebut momen memalukan seperti ini. Istilah ini sering disamakan dengan kata-kata seperti “gotcha’d”, “busted”, atau “publicly played”. Ada juga istilah yang masih berkaitan, seperti “snapture”, yang menggabungkan kata snapshot dan rupture, menggambarkan momen ketika sebuah foto mengubah segalanya, dari reputasi hingga hubungan pribadi.

Padahal, dulunya istilah cold playing berasal dari dunia musik dan berarti bermain tanpa latihan atau tanpa emosi. Tapi kini, maknanya bergeser jauh menjadi sesuatu yang lebih dramatis dan penuh sensasi. Ini bukan lagi soal permainan musik, tapi soal pengkhianatan yang terjadi di bawah sorotan kamera, lalu menyebar dan jadi bahan pembicaraan banyak orang.

Ilustrasi perselingkuhan. Foto: Shutterstock

Fenomena ini dengan cepat menarik perhatian karena menyentuh banyak elemen yang disukai warganet: drama, rasa ingin tahu, budaya pop, dan sedikit rasa puas melihat seseorang yang tampak sempurna akhirnya tersandung juga. Tidak heran jika istilah coldplayed kini muncul dalam berbagai percakapan, mulai dari grup chat sampai thread panjang di media sosial.

Pada akhirnya, kasus ini mengingatkan kita bahwa di era digital seperti sekarang, tidak ada lagi ruang benar-benar privat. Kamera bisa datang dari mana saja, dan satu momen bisa jadi viral hanya dalam hitungan menit. Jadi walaupun seseorang memilih untuk melakukan kesalahan, setidaknya sadar bahwa kesalahan itu bisa disaksikan oleh jutaan pasang mata.

Karena sekarang, persoalannya bukan hanya tentang selingkuh. Tapi tentang bagaimana kamu bisa terjebak secara publik dan dijadikan tontonan bersama. Dan begitu kamu sudah di-coldplayed, tidak ada tombol undo yang bisa menyelamatkan reputasimu.