Mengenal Kutil Kelamin pada Perempuan, Ketahui Gejala hingga Cara Mengatasinya
·waktu baca 4 menit

Ladies, jika kamu sering mengalami gatal di area kewanitaan, kamu patut waspada, ya. Rasa gatal di sekitar area vagina bisa menjadi tanda infeksi genital warts atau kutil kelamin.
Kutil kelamin menjadi salah satu masalah yang sering dikeluhkan perempuan, lho. Berdasarkan penjelasan dari Pramudia Klinik Spesialis Kulit dan Kelamin, jika tidak ditangani dengan serius, sekitar 50 persen kasus kutil kelamin bisa berkembang dan bertransformasi menjadi kanker serviks.
"Genital warts kita kenal dengan nama kutil kelamin, jengger ayam, dan dalam bahasa medis juga kita sebut dengan kondiloma akuminata. Bentuk infeksi kutil kelamin akan terlihat seperti jengger ayam atau istilah lainnya kembang kol, jika sudah parah, dibiarkan terlalu lama, dan membesar," ujar dr. Amelia Soebyanto, Sp.DV, Spesialis Kulit dan Kelamin (Dermato-venereologi) Klinik Pramudia saat media briefing, Rabu (15/6).
Mungkin sampai saat ini masih banyak yang kurang menyadari bahaya infeksi kutil kelamin. Kasus kutil kelamin terus bertambah, bahkan di 12 rumah sakit Indonesia pun kutil kelamin menjadi masalah kesehatan perempuan di peringkat tiga teratas. Tingginya angka ini juga disebabkan karena banyak perempuan yang tidak memahami gejala kutil kelamin, seperti timbulnya benjolan atau kulit lebih di sekitar area kewanitaan.
"Genital warts tidak memiliki keluhan khas, seringkali tidak disadari. Pasien sering datang ke dokter mengeluhkan rasa gatal. Ada juga yang dibarengi dengan keputihan. Biasanya kalau sudah ditemukan itu sudah cukup banyak, bukan hanya di daerah kewanitaan tapi juga sudah ke dalam lubang vagina hingga ke dubur," katanya.
Penyebab kutil kelamin
Kutil kelamin disebabkan oleh infeksi dari virus Human Papilloma Virus (HPV) berisiko rendah, yakni tipe 6 dan tipe 11. HPV risiko rendah sendiri dihubungkan sebagai penyebab kutil jinak, termasuk pada bagian genital orang dewasa. Namun, ada juga beberapa kasus kutil kelamin yang jarang terjadi disebabkan virus HPV risiko tinggi, seperti kanker serviks. Kutil kelamin yang terjadi pada leher rahim atau di dalam vagina dapat menyebabkan perubahan serviks (displasia) yang pada akhirnya bisa menimbulkan komplikasi menjadi kanker serviks.
Kutil kelamin merupakan salah satu jenis infeksi menular seksual (IMS) yang tidak hanya memberikan rasa kurang nyaman secara fisik, tetapi juga mental. Bila ditemukan pada tahap lanjut, bentuk dan lokasi dari kutil tak jarang menyebabkan stress psikologis karena menimbulkan ketidaknyamanan.
Faktor risiko kutil kelamin
Perempuan menjadi kelompok yang paling rentan mengalami masalah kutil kelamin. Perempuan di usia remaja hingga dewasa muda yang sudah aktif berhubungan seksual harus waspada dengan infeksi kutil kelamin. Terutama jika memiliki pasangan seksual lebih dari satu dengan tanpa menggunakan pelindung atau kondom.
"Kita sebagai perempuan di usia dewasa muda rentan alami genital warts karena sudah bisa aktif secara seksual. Akan lebih berisiko jika memiliki lebih dari satu pasangan seksual. Ditambah lagi kalau mereka melakukan aktivitas seksual tanpa melakukan perlindungan dengan memakai kondom. Meskipun memang kondom itu tidak bisa melindungi 100 persen terhadap genital warts ataupun penyakit menular seksual lain, tapi paling tidak bisa menurunkan risiko penularan genital warts sendiri," ujar Amelia.
Selain itu, riwayat penyakit menular seksual lainnya juga bisa meningkatkan risiko. Ditambah, imunitas tubuh yang lemah juga bisa mengalami masalah infeksi kutil kelamin.
"Mereka yang mempunyai riwayat penyakit menular seksual lainnya, mungkin pernah kena gonore, kencing nanah, atau sipilis itu jadi lebih tinggi risiko terinfeksi oleh kutil kelamin ini. Dan mereka yang memiliki status imun lemah, misalnya dia juga disertai HIV atau mereka yang sering mengonsumsi alkohol, merokok juga, mereka yang memiliki riwayat transplantasi organ dianggap lebih rentan berisiko terinfeksi genital warts," paparnya.
Cara mengatasi kutil kelamin
Sampai saat ini, belum ada cara yang bisa mengobati kutil kelamin 100 persen hingga sembuh dan tidak kambuh lagi. Pengobatan terhadap kutil kelamin sebenarnya masih di seputar mengontrol lesi melalui pengolesan cairan kimia, tindakan elektrokauter (bedah listrik), cryotherapy (bedah beku), laser, serta bedah eksisi. Pertimbangan pemberian terapi ini disesuaikan dengan luas dan derajat keparahan penyakit, lokasi, komplikasi terkait terapi, preferensi pasien, ketersediaan terapi, dan juga kondisi penyerta (komorbiditas).
Cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi kutil kelamin yang paling penting adalah dengan memberanikan diri untuk berkonsultasi ke dokter. Saat berobat, dokter akan menanyakan secara rinci bagaimana perilaku seksual dan juga riwayat penyakit terkait dengan kutil kelamin, setelah itu baru bisa menentukan tindakan yang dilakukan.
