Mengenal Perbedaan Asam Hialuronat dan Retinol Serta Manfaatnya bagi Kulit Wajah

Sebagai orang yang rutin melakukan perawatan kulit, kalian pasti sudah tidak asing dengan produk yang mengandung hyaluronic acid atau asam hialuronat dan retinol. Beberapa dari kalian mungkin kerap menggunakan keduanya bersama-sama. Namun, masing-masing kandungan ini sebenarnya memiliki fungsi berbeda.
Terlepas dari namanya, asam hialuronat sebenarnya bukan asam. Ini merupakan molekul gula yang menghidrasi kulit. Sementara itu, retinol berfungsi mengangkat sel kulit mati.
Mengutip Woman and Home, keduanya cocok dijadikan sebagai bahan untuk perawatan kulit anti penuaan. Dr. Emmanuel Loucas, direktur The Skin Institute of New York (SINY) yang memberikan layanan dermatologi di New York, mengatakan “Kedua produk ini bekerja secara sinergis untuk membantu kulit terlihat terbaik.”
Lantas, apa saja perbedaan mendalam antara asam hialuronat dan retinol? Sebelum mengetahui perbedaannya, kalian perlu memahami definisinya terlebih dahulu.
Mengenal asam hialuronat dan manfaatnya
Vanessa Thomas, cosmetic chemist asal Florida, Amerika Serikat (AS) mengatakan bahwa asam hialuronat adalah polisakarida yang secara alami ditemukan di kulit dan jaringan ikat. “Ini (asam hialuronat) adalah pelembap yang sangat baik karena menarik dan mengikat molekul air.”
Para peneliti juga telah menemukan bahwa asam hialuronat ampuh untuk menghidrasi kulit. Asam hialuronat yang merupakan molekul gula seperti gel mengunci kelembapan sehingga mampu memperhalus kerutan di kulit.
Asam hialuronat juga merangsang produksi kolagen dan elastisitas kulit. Secara keseluruhan, asam hialuronat menawarkan efek peremajaan pada kulit.
Mengenal retinol dan manfaatnya
Berbeda dengan asam hialuronat, retinol adalah turunan dari retinoid. Retinoid sendiri juga merupakan turunan dari vitamin A. Loucas mengatakan, “Ketika dioleskan ke kulit, retinol berubah menjadi asam retinoat.”
Senyawa aktif ini membantu pengelupasan kulit dan produksi kolagen. Loucas menjelaskan bahwa asam retinoat mempercepat pergantian sel di kulit dan proses regenerasi yang menyebabkan kulit menjadi kencang dengan meningkatkan produksi jaringan kolagen dan elastin.
Sebagai chemical exfoliant yang memacu proses pergantian sel kulit secara alami, retinol menjadi produk anti penuaan yang penting. Bahan ini memiliki kemampuan yang kuat untuk meminimalkan garis-garis halus dan kerutan, mengatasi masalah warna kulit yang tidak merata, dan membersihkan jerawat.
Hanya saja, retinol dapat mengiritasi kulit. Jadi, penting untuk mempelajari cara menggunakan retinol dengan benar. Bila kalian memiliki kulit sensitif, pilih produk skin care dengan kandungan retinyl palmitate yang lebih ringan dari retinol.
Perbedaan utama asam hialuronat dan retinol
Setelah memahami definisi dari asam hialuronat dan retinol, kalian tentu dapat mengerti bahwa keduanya benar-benar berbeda. Asam hialuronat adalah kandungan yang mendukung hidrasi kulit. Sementara itu, retinol berperan membantu meregenerasi kulit.
Hanya saja, retinol dapat mengiritasi kulit bagi kalian yang memiliki kulit sensitif dan baru pertama kali menggunakannya. Jadi, dengan kata lain, retinol tidak cocok untuk kondisi kulit tertentu. Secara lebih detail, Thomas menjelaskan bahwa retinol tidak cocok untuk penderita psoriasis, eksim, atau rosacea, karena akan menyebabkan iritasi dan bertambahnya peradangan pada kulit.
"Retinol juga dapat memperburuk kondisi kulit kering dan dehidrasi, karena mengurangi produksi minyak alami kulit dan mempercepat pergantian sel kulit," kata Cheryl Woodman, ahli perawatan kulit di Inggris.
Para ahli juga merekomendasikan untuk menghindari retinol jika kalian sering terpapar sinar matahari. Ini karena retinol berperan memunculkan sel-sel kulit baru sehingga berpotensi membuat kulit lebih sensitif terhadap kerusakan akibat sinar matahari. Selain itu, retinol bukanlah perawatan perawatan kulit yang aman bila kalian berencana untuk hamil, sedang hamil, atau sedang menyusui.
Di sisi lain, asam hialuronat umumnya cocok untuk semua jenis kulit. Thomas mengatakan, “Tidak seperti retinol, asam hialuronat biasanya cocok untuk semua jenis kulit dan tidak menyebabkan iritasi.” Menurutnya, asam hialuronat bisa bermanfaat untuk setiap jenis kulit.
Terkait pemakaian, kalian tidak harus mengaplikasikan keduanya secara bersama-sama. Asam hialuronat dapat digunakan pagi atau sore hari. Namun, retinol hanya boleh digunakan sebagai bagian dari rutinitas perawatan kulit di malam hari.
Meski demikian, Thomas mengatakan keduanya dapat bekerja sama dengan baik saat digunakan pada malam hari. “Saya akan menyarankan untuk mengoleskan asam hialuronat terlebih dahulu. Tunggu beberapa menit, barulah bisa mengoleskan produk retinol. Jika kulit mengering karena retinol, Anda bisa mengoleskan pelembap di atasnya,” katanya.
