Mengenal Perbedaan Istilah Body Positivity dan Body Neutrality
ยทwaktu baca 3 menit

Bila kamu cukup jeli, telah banyak perempuan yang bicara soal body positivity di media sosial. Mengutip Verywell Mind, tren tentang body positivity sebenarnya muncul sekitar tahun 2012. Tak lama setelah itu, ada istilah lain yang muncul, yaitu body neutrality.
Sama-sama berbicara soal penerimaan tubuh, apa perbedaan dari kedua istilah tersebut? Simak penjelasan berikut seperti kumparanWOMAN rangkum dari berbagai sumber.
Mengenal Body Positivity dan Kritik Terhadap Istilah Ini
Istilah body positivity muncul untuk mengubah standar kecantikan yang tidak realistis menjadi pendekatan yang lebih sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Maksud dari keadaan yang sebenarnya, yaitu memahami bahwa tubuh datang dalam berbagai bentuk dan ukuran, sehingga istilah ini menekankan bahwa semua tubuh itu indah.
Body positivity berarti menghargai dan mencintai tubuh dan tidak mengkritik diri sendiri atas perubahan yang terjadi secara alami, entah karena penuaan, kehamilan, atau pilihan gaya hidup.
Saat ini, banyak orang berani mempublikasikan potret dirinya dengan pesan yang menunjukkan kecintaan terhadap diri sendiri. Mereka bangga menunjukkan apa pun kondisi tubuhnya dan terus mempromosikan body positivity.
Namun, ada beberapa kritik yang muncul terkait body positivity, karena dianggap akan memberikan dampak negatif bagi gaya hidup seseorang. Berikut ini beberapa kritik terkait body positivity:
1. Body positivity dan obesitas
Selama bertahun-tahun, orang berpikir bahwa kurus bukan definisi mutlak dari kecantikan. Karena itu, beberapa orang cenderung tidak memikirkan berat badannya dan makan secara berlebihan serta tidak sehat. Hal ini pada akhirnya dapat menyebabkan obesitas. Obesitas juga sangat berkaitan dengan beberapa penyakit, seperti jantung
Selain itu, orang dengan kondisi tubuh yang terlalu kurus juga dapat mengalami beberapa komplikasi penyakit, seperti osteoporosis dan ketidakseimbangan hormon. Oleh karena itu, sebagai individu, kita dituntut untuk bisa menjaga kondisi tubuh dengan mengonsumsi makanan sehat.
2. Terlalu fokus pada penampilan
Body positivity juga dianggap dapat membuat orang terobsesi dengan penampilannya, sehingga melupakan semua aspek penting dari kehidupannya. Akibatnya, banyak orang yang mungkin menjalankan diet dan olahraga yang berbahaya, karena mereka merasa tertekan untuk mencintai tubuhnya.
Padahal, sebagai manusia, seseorang memiliki banyak aspek dan penampilan hanya salah satu dari berbagai aspek itu. Penampilan fisik ini juga tidak menentukan siapa kita, Ladies.
Memahami Body Neutrality
Ketika berbagai kritik tentang body positivity muncul, hadirlah sebuah pendekatan lain bernama body neutrality. Istilah ini mulai populer sekitar tahun 2015. Body neutrality mendorong penerimaan tubuh apa adanya, mengenali kemampuan diri, serta karakter non-fisiknya, daripada memperhatikan penampilan fisik.
Body neutrality berarti seseorang dapat mengambil perspektif netral terhadap tubuhnya. Seseorang tidak harus memaksakan diri untuk mencintai tubuhnya setiap hari.
Ketika tidak bisa selalu mencintai tubuh, kamu masih bisa bahagia dan menghargai semua yang dapat dilakukan tubuhmu. Misalnya, kaki dapat membantumu untuk berlari, tangan dapat membantumu untuk memeluk orang tercinta, tubuhmu dapat berolahraga dan bisa membawamu ke banyak tempat.
Perbedaan Utama Body Positivity dan Body Neutrality
Mengutip Everyday Health, salah satu perbedaan utama antara body positivity dan body neutrality adalah penekanan yang diberikan pada penampilan. Body positivity mengajak perempuan merasa cantik, tidak peduli bagaimana bentuk tubuhnya.
Sedangkan, body neutrality mengajak perempuan merasa bahwa tidak masalah tubuhnya cantik atau tidak, karena penampilan tidak relevan dengan nilai, kebahagiaan, dan kepuasan dalam hidup.
