Mengenal Sejarah Mengapa Gaun Perempuan Jarang Mempunyai Kantung

21 November 2022 17:22
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
ilustrasi perempuan mengenakan dress. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi perempuan mengenakan dress. Foto: Shutterstock
ADVERTISEMENT
Ladies, pernahkah kamu merasa kesal saat gaun yang kamu kenakan tidak mempunyai kantung? Bahkan, celana panjang dan jaket khusus perempuan juga jarang mempunyai kantung yang semestinya bisa digunakan untuk menyimpan barang bawaan.
ADVERTISEMENT
Meski sering dianggap sepele, rupanya ada alasan mengapa gaun perempuan dirancang jarang mempunyai kantung. Seperti banyak halnya dalam kehidupan kita, ini ternyata ada hubungannya dengan sejarah yang tidak banyak orang ketahui.
Dilansir dari Australian Broadcasting Corporation (ABC), kurator tekstil dan mode National Gallery of Victoria, Paola Di Trocchio, menjelaskan bahwa pakaian perempuan yang memiliki kantung merupakan fenomena baru.
Ilustrasi gaun. Foto: dok olivialazuardy
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi gaun. Foto: dok olivialazuardy
"Pada abad ke-17 perempuan dan laki-laki memiliki kantong terpisah dari baju mereka," katanya saat berbincang dengan Hilary Harper di ABC Radio Melbourne.
Kantung ini tidak dijahitkan ke baju mereka, melainkan melekat pada tali yang diikat di pinggang. Trocchio menambahkan, “Perempuan memiliki kantung terpisah lebih lama dibanding laki-laki dan hal ini dikenal dengan kantung gantung."
ADVERTISEMENT
Sebagian perempuan yang bekerja akan mengenakan kantung ini di bagian luar gaun mereka guna memudahkan akses untuk mengambil sesuatu dari kantung tersebut. Sedangkan yang lain menyembunyikannya di balik gaun mereka.
Gaun dengan bawahan yang berukuran lebar pada mode itu memungkinkan pemakainya untuk menyembunyikan banyak barang di dalam kantung mereka. Menurut buku Pockets of History, seorang perempuan berkebangsaan Inggris, Jane Griffiths, diadili karena kasus pencurian di tahun 1777 setelah mencoba mengantongi dua bebek hidup.

Kantung adalah korban mode

Ilustrasi kantung kecil di saku jeans. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kantung kecil di saku jeans. Foto: Shutterstock
Lebih lanjut, Trocchio menjelaskan bahwa bentuk kantung terpisah itu menjadi lebih besar seiring revolusi industri di Inggris menghasilkan lebih banyak barang yang bisa dimasukkan ke dalam kantung. Sebelum masa revolusi industri, masyarakat tidak banyak membawa barang bawaan karena tidak banyak barang yang bisa dibawa.
ADVERTISEMENT
Namun, di awal abad ke-19 gaun dengan bawahan yang berukuran lebar mulai tidak disukai. Justru, gaun yang mengikuti bentuk tubuh menjadi populer, meski tidak dapat digunakan untuk menyembunyikan kantung yang dibawa.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
"Masih ada perempuan [di masa itu] yang mengikatkan kantung di gaun mereka, tetapi kemudian menjelang abad ke-19 itu mulai dianggap kuno," ujar Trocchio.
Pada jaman ini, pakaian laki-laki sudah memiliki kantung yang dijahit atau menjadi bagian dari pakaian mereka. Hal ini karena meski perempuan mulai keluar sering keluar rumah, namun biasanya ‘laki-laki yang berurusan dengan uang’.
Sementara, perempuan sering membawa barang-barang mereka ke dalam tas kecil atau yang dinamakan dengan reticule. Seiring berjalannya waktu, berbagai jenis tas hadir dengan ukuran yang beragam.
ADVERTISEMENT

Chanel kembali perkenalkan kantung di gaun perempuan

Little black dress Chanel Foto: dok.Twitter @GuyLielle
zoom-in-whitePerbesar
Little black dress Chanel Foto: dok.Twitter @GuyLielle
Pada tahun 1920-an, perancang busana kenamaan, Coco Chanel, mulai membuat kantung ke dalam jaket perempuan yang dirancangnya. "Dia mengambil elemen dari pakaian laki-laki dan memasukkannya ke dalam pakaian perempuan," pungkas Trocchio.
Hal Ini kemudian mengubah postur tubuh perempuan dalam berjalan maupun bertindak. Pada abad ke-19, perempuan biasanya menyimpangkan kedua tangan mereka sambil mengenakan sarung tangan untuk membuat mereka tetap hangat di musim dingin.
"Saat itulah di tahun 1920-an, kita mulai melihat perempuan mulai meletakkan tangan ke kantung jaket," tuturnya.
Pada tahun 1960-an dan 1970-an, celana panjang dengan kantung semakin banyak digemari perempuan. Akan tetapi, perempuan yang mengenakan pakaian seperti itu tak jarang mendapat penolakan untuk masuk ke dalam restoran.
ADVERTISEMENT

Bagaimana dengan mode di masa depan?

Ilustrasi perempuan mengenakan gaun. Foto: S.Bekhinov/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi perempuan mengenakan gaun. Foto: S.Bekhinov/Shutterstock
Trocchio menambahkan, masih ada harapan untuk pecinta kantung yang didesain di dalam gaun atau jaket akan semakin disukai dan banyak tersedia.
Ini karena, "Sekarang kita selalu membawa ponsel pintar, jadi kemungkinan baik tas atau kantung di dalam gaun diperlukan untuk menyimpannya. Karena adanya keperluan itu, maka mode itu akan tetap bertahan," tutupnya.