Mengenal Self-Gaslighting, Perilaku Menyalahkan Diri dan Kiat Mengatasinya
·waktu baca 3 menit

Ladies, kamu pasti sudah tidak asing lagi dengan kata gaslighting. Ya, ini karena gaslighting jadi kata yang paling banyak dicari di kamus daring Merriam-Webster sepanjang tahun 2022 dari berbagai penjuru dunia.
Dikutip dari Psychology Today, gaslighting adalah bentuk pelecehan emosional yang menggunakan teknik manipulasi untuk membuat seseorang mempertanyakan gagasan, perasaan, dan peristiwa yang mereka alami. Maka tak jarang, korban gaslighting akan mengalami self-gaslighting.
Akibat gaslighting tersebut, korban menginternalisasi pelecehan emosional yang mereka alami karena kurangnya perlindungan diri. Nah, Ladies, apakah kamu salah satu orang yang mengalami self-gaslighting? Untuk mengetahui penjelasan selengkapnya, simak terus artikel ini, yuk!
Bagaimana wujud self-gaslighting
Self-gaslighting terjadi saat korban menahan pikiran dan emosinya. Akibat menahan emosi diri, kamu akan merasa semua itu adalah salah diri sendiri. ”Mungkin aku yang terlalu sensitif, mungkin perlakuannya tidak seburuk itu,” jadi kalimat yang biasa dilakukan oleh self-gaslighter.
Masalahnya adalah ada titik kosong antara kamu dan perlakuan gaslighting tersebut yang sering kali terlewat. Padahal, emosi yang kamu rasakan itu sangat valid dan berhak untuk diungkapkan lho, Ladies.
Self-gaslighting akhirnya menyebabkan emosi yang memuncak, mulai dari kecemasan, depresi, kebingungan, dan rasa malu kamu. Pada akhirnya kamu berubah jadi gaslighter yang berkata pada diri sendiri bahwa kamu tidak boleh merasakan semua itu.
Sifat gaslighting dan self-gaslighting yang tidak terlihat
Gaslighting dan self-gaslighting jadi hal yang berbahaya karena punya sifat yang tak terlihat, dan sulit untuk diidentifikasi. Seorang korban gaslighting akan sangat mudah mempertanyakan value diri sendiri.
“Apakah saya pantas mendapatkan perhatian, hal-hal baik, atau pengakuan atas pencapaian diri?” jadi kalimat yang sering terlintas ketika seseorang mengidap self-gaslighting.
Dapat dikatakan, self-gaslighting merupakan penyakit mental dengan memar yang tidak terlihat. Seorang self-gaslighter terus menerus berbohong tentang diri sendiri dari perlakuan buruk yang dilakukan oleh orang sekitar.
Cara mengatasi perilaku self-gaslighting
Ladies, ketika perilaku self-gaslighting kamu sudah mulai merusak kesehatan mental, berikut ini tips yang bisa kamu lakukan.
Tarik napas dalam-dalam selama beberapa kali. Rasakan hembusan napas dengan rileks.
Sebut dengan lantang atau di dalam hati, sesuai keinginan, “Perasaan saya valid dan saya punya hak untuk mengungkapkannya.”
Ulangi selama beberapa kali sampai muncul sensasi atau perasaan tidak enak yang keluar dari dalam diri.
Selanjutnya, keluarkan jurnal atau kertas kosong yang kamu miliki, lalu mulai tuliskan setiap hal yang muncul dari dalam pikiran perihal self-gaslighting.
Terakhir, validasi setiap perasaan atau pikiran yang selalu coba kamu alihkan. Cobalah untuk mulai menerima emosi yang kamu rasakan alih-alih menyetujui perkataan orang lain yang selalu memanipulasi kamu (gaslight).
Ladies, itu dia penjelasan seputar self-gaslighting. Yuk mulai kembali sayangi dan berhenti menyalahkan diri. Kamu berharga terlepas dari apa kata orang.
